Daya Tahan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, KPA Minta Pemerintah Beli Produk Pangan Petani

Jadi kalo kita lihat tadi yang sangat dibutuhkan hari ini di tingkatkan petani itu adalah soal harga pemebelian di tingkat petani yang cukup baik, sehingga bisa mempertahakan apa yang dimaksud dengan keinginan berproduksi secara lebih bagus di musim tanam berikutnya ini sangat pentingpenting.

Daya Tahan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19, KPA Minta Pemerintah Beli Produk Pangan Petani
Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Iwan Nurdin/ Dok. KPA


MONITORDAY. COM - Angka kasus terinfeksi virus Corona (Covid-19) di Indonesia serta korban meninggal yang terus meningkat, sehingga mendorong pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pencegahan dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). 

Adapun, pemerintah di minta agar tetap menjaga ketersediaan serta arus logistik bahan pokok dan pangan saat PSBB yang dilakukan. Selain itu, harga bahan pokok dan pangan pun harus dibuat terjangkau.

Ketua Dewan Nasional Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Iwan Nurdin mengajurkan pemerintah untuk membeli produk pangan petani. Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu cara meningkatkan daya produksi para petani musim berikutnya. 

"Jadi kalo kita lihat tadi yang sangat dibutuhkan hari ini di tingkatkan petani itu adalah soal harga pemebelian di tingkat petani yang cukup baik, sehingga bisa mempertahakan apa yang dimaksud dengan keinginan berproduksi secara lebih bagus di musim tanam berikutnya ini sangat pentingpenting," kata Iwan dalam acara diskusi online Kopi Pahit bertajuk 'Ketahanan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19', Minggu (19/04/2020).

Lebih lanjut, Iwan menerangakan apabila pemerintah membeli langsung pada petani makan mengantisipasi masalah pangan di tengah merebaknya virus Corona. Selain itu, akan membuat perputaran ekonomi di desa jadi bergeliat dan petani akan bersemangat untuk terus bercocok tanam. 

"Perkebunan misalnya sawit dan kopi pemerintah harus terjun langsung membeli langsung kepada mereka karena jatuhnya harga yang sangat besar. Mungkin juga di bulan juli dan Agustus ke petani lada dan kopi akan mengalami panen raya," jelasnya. 

Terkait stock pangan ke masyarakat desa, Iwan mengatakan pemerintah juga perlu menyalurkan bantuan untuk masyarakat di desa. Sehingga, dapat membantu masyarakat kurang mampu yang mengalami penurunan kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19.

"Jadi kita harus pastikan mereka mendapatkan pasokan murah bahkan gratis, dan layak dimasa krisis ekonomi pada pandemi ini," ujarnya. 

Selain itu, Iwan mengatakan pemerintah perlu membuatkan peta kerawanan pangan lebih detail khususnya untuk wilayah perdesaan di tengah upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Bahkan, penting untuk menyiapkan pengembangan pangan darurat.

Selanjutnya, Iwan berharap dukungan pemerintah berupa membeli produk pangan petani secara langsung. Sehingga, hasil panen tergenjot dan berlipat-lipat. Adapun, sektor ini memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional.

"Karena adanya keinginan juga dengan pak Dirjen untuk menyerap secara cepat produk petani, kontak-kontak dengan serikat petani, kontak-kontak dengan organisasi nelayan ini sangat penting untuk segera menyerap produksi merek, karena kita tidak menginginkan mereka mengurangi produksi tapi sesungguhnya menyerap dengan baik ketika keluar pandemi ini ekonomi tetap bagus," pungkasnya.