Efektivitas Belajar Anak Saat #DiRumahAja dan Peran Penting Orang Tua

Belajar dari rumah tidak menjadi pengahalang bagi anak untuk berkembang. Sinergitas setiap peran dalam anggota keluarga sangatlah penting. Tidak hanya dapat menciptakan hubungan yang harmonis, tetapi juga menjadikan belajar di rumah menjadi menyenangkan dan efektif.

Efektivitas Belajar Anak Saat #DiRumahAja dan Peran Penting Orang Tua
Pentingnya mendampingi sang anak saat memenuhi aktivitas belajarnya di tengah pandemi Covid-19 ini/(hellosehat)


MONITORDAY.COM - Sejak pandemi Covid-19 ini mewabah dan Pemerintah menetapkannya sebagai darurat kesehatan masyarakat serta pemberlakuan PSBB di beberapa daerah berzona merah Covid-19, setiap aktivitas masyarakat yang memicu kerumunan dihentikan hingga jangka waktu yang belum dapat ditentukan. 

Aktivitas bekerja, belajar, dan ibadah untuk sementara waktu dilakukan di rumah, kecuali pada sektor-sektor yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, seperti sektor energi, kesehatan, pangan, dll, dapat tetap berjalan seperti biasanya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang diberlakukan seperti jaga jarak, penggunaan masker, dan menjaga kebersihan.

Hal ini tidak menjadi masalah bagi orang dewasa yang memahami kondisi tersebut dan mengetahui hal apa yang harus dilakukan agar tetap tidak mengganggu produktivitas dan menjalankan apa yang semestinya dilakukan meskipun harus di rumah saja untuk memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya di dalam keluarga.

Akan tetapi, bagaimana dengan anak-anak dalam menyikapi kondisi ini? Mereka harus belajar dari rumah. Kondisi ini yang tentu mengubah secara cukup signifikan bagi pola hidup anak yang tidak seperti biasanya mereka alami.

Yang biasanya mereka belajar dengan pergi ke sekolah, bertatap langsung dengan ibu/bapak guru, memiliki waktu istirahat sambil bermain bersama dengan teman-teman, jajan makanan/minuman di kantin sekolah, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, dan tidak dibatasi pergerakannya seperti saat ini, yang mungkin saja membuat keceriaan sang anak menjadi berkurang akibat rasa bosan yang menerpanya.

Menyikapi hal ini, Pemerintah membuat beberapa skema pembelajaran dari rumah. Seperti pembelajaran melalui perangkat mobile yaitu handphone dan laptop hingga bekerja sama dengan beberapa plattform di bidang pendidikan dan pelatihan, serta stasiun televisi milik negara, TVRI, untuk mengadakan siaran pembelajaran supaya anak-anak dapat terfasilitasi dengan baik dan tidak mengurangi waktu belajarnya serta menunjukkan bahwa Pemerintah hadir di dalamnya.

Pertanyaannya, apakah anak-anak dapat efektif belajar di rumah dengan fasilitas yang telah disediakan? Bagaimana peran orang tua dalam menyikapi hal ini? Tentu hal ini menjadi penting untuk dibahas, terlebih pandemi ini berdampak ke semua kalangan tanpa terkecuali.

Di lihat dari kenyataannya yang terjadi, pada kelompok usia tertentu, anak-anak akan lebih sulit untuk belajar dari rumah jika tidak dibimbing oleh orang tuanya. Karena, mereka yang biasanya belajar secara bersama-sama di sekolah, kini harus mandiri untuk memahami setiap pembelajaran yang diberikan.

Anak-anak cenderung lebih memilih bermain ketimbang memenuhi kewajiban belajarnya. Jika peran orang tua ataupun keluarga tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, tentu belajar di rumah ini tidak akan menjadi efektif dan tujuan yang hendak dicapai tidak tersampaikan.

Pada anak-anak kelompok usia tersebut, dibutuhkan solusi belajar yang mengasyikan sehingga tidak membuat anak merasa cepat bosan, cara yang cerdas, tepat, dan ampuh mengatasi perilaku anak saat di rumah.

Hal yang dapat dilakukan yaitu berupa mengkreasikannya menjadi bentuk permainan yang membuat anak merasa senang dengan pelajaran yang diberikan, bisa dengan menggunakan sistem hadiah/pemberian benda/hal tertentu sesuai keinginan anak jika anak memenuhi kewajiban belajarnya terlebih dahulu, ataupun melakukan pendekatan secara verbal dengan bijak dan penuh wawasan yang membimbing dan mengayomi, bukan dengan kekerasan yang bersifat fisik ataupun memaksa.

Oleh karena itu, kita sebagai orang yang lebih tua, harus mampu memberikan contoh yang baik dan bimbingan yang tepat supaya anak dapat memahami kondisi yang terjadi, bukan dengan bersikap acuh atau tidak mengusahakannya, lebih buruknya lagi jika membebaskan anak melakukan hal yang semaunya saja tanpa dicermati dengan baik.

Perlu penuh kesabaran, kedewasaan, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk tetap semangat menahan rasa lelah karena banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan, tetapi juga ada kewajiban untuk mendidik anak supaya tidak berperilaku menyimpang dan anak-anak tidak tertinggal dengan teman-teman lainnya yang mungkin lebih disiplin dan rajin.

Jika dilihat kembali, juga ada anak-anak pada kelompok usia lainnya, cenderung lebih memahami kondisinya dan aktif mengikuti pembelajaran yang diberikan. Mereka secara disiplin mendengarkan dan memperhatikan penjelasan yang diberikan melalui bantuan aplikasi perangkat mobile tertentu, untuk kuliah/belajar online, seperti di Google Meet ataupun Zoom yang saat ini sedang banyak digunakan, untuk bertatap secara tidak langsung dengan guru atau dosen yang memberikan penjelasan materi.

Mereka juga dengan aktif tanpa disuruh terlebih dahulu untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan. Sehingga peran orang tua menjadi lebih ringan.

Peran orang tua di sini lebih pada memahami perilakunya, menanyakan apakah ada masalah yang dihadapi sang anak dalam pembelajaran ataupun tugas-tugas yang diberikan, hingga masalah dalam hubungannya dengan teman-teman bergaulnya. Dalam hal ini orang tua harus hadir membantu sang anak, bukan untuk mengguruinya, tetapi lebih pada menjadi  seorang sahabat/pendengar yang baik dan mendengarkan keluh-kesah nya.

Anak-anak pada generasi saat ini, sudah tidak relevan jika menggunakan didikan orang tua terdahulu, yang lebih banyak menggunakan kekerasan atau hukuman yang sifatnya menjerakan anak. Anak-anak saat ini lebih tepat jika dengan dididik cara pendekatan dari hati ke hati, didikan yang sifatnya bukan memaksa, tetapi mengarahkan dan memberikan contoh yang membuat anak menjadi mampu bukan karena diperintah, tetapi karena dirinya melihat dan mencontoh apa yang diajarkan orang tuanya.

Tanpa kekerasan bukan berarti bebas tanpa ketegasan. Ketegasan tetap  perlu digunakan, supaya anak tahu bahwa apa yang diucapkan oleh orang tuanya adalah serius dan tidak dianggap remeh.

Efektivitas belajar di rumah akan berjalan dengan baik jika masing-masing peran dalam keluarga dijalankan sebagaimana mestinya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin pesat sehingga pola didikan orang tua terhadap anak juga harus disesuaikan. Menjadi orang tua yang cerdas dan tegas merupakan kunci, sehingga anak belajar dengan baik dan efektif.

Hal-hal yang perlu dilakukan saat belajar di rumah:

1. Atur jadwal belajar anak seefektif mungkin.

2. Berikan waktu bermain anak secukupnya.

3. Berkomunikasi dan konsultasi dengan guru.

4. Orang tua dapat menjadi pengganti teman bermain anak.

5. Ikuti perkembangan informasi sehingga relevan dan menjadi hal yang solutif mengatasi masalah yang dialami anak.

Dampak pandemi Covid-19 ini bukan menjadikan kita bermalas-malasan, melainkan menjadi peluang untuk orang tua lebih dekat lagi dengan anak dan membuat hubungan keduanya menjadi harmonis dan apa yang diharapkan Pemerintah dalam skema pembelajaran di rumah ini menjadi terealisasikan karena ada sinergitas setiap pihak.