FEB-UHAMKA Gelar Kuliah Umum Soal Penguatan Tren Ekonomi Digital

Penguatan Ekonomi digital bagi kaum millenial harus terus digalakan. Untuk itu, peran inovasi sangatlah penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

FEB-UHAMKA Gelar Kuliah Umum Soal Penguatan Tren Ekonomi Digital
Kuliah Umum yang digelar oleh FEB UHAMKA, terkait Ekonomi Digital, Selasa (22/10).


MONITORDAY.COM - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) menggelar kuliah umum dengan topik Prospek dan Potensi Tren Ekonomi Digital. Kegiatan yang digelar Selasa, (22/10/2019) ini dilaksanakan bagi mahasiswa baru dalam merespon hadirnya era digital. 

Kegiatan yang berlangsung di Aula AR. Fachrudin diikuti sekitar 500 mahasiswa baru. Turut hadir dalam acara ini Zulpahmi, selaku Wakil Dekan I FEB UHAMKA, Sunarta selaku Wakil Dekan II dan Tohirin selaku Wakil Dekan III. 

Acara ini diisi juga dengan penandatanganan Mou untuk kerjasama bidang akademik dengan PT. Monsson Academy SAP (System Application and Product in data processing), PT. Ultima Tekno Solusindo (Kerjasama Edukasi Accurate (Software Akuntansi) dan BPRS AL Salaam. Kerjasama ini untuk menguatkan kapasitas Sumber Daya Civitas Akademika FEB-UHAMKA.

Dalam sambutannya Sunarta selaku Wadek II menilai bahwa era sekarang perlunya melakukan penguatan aspek ekonomi digital. Dimana mahasiswa dituntut mampu menciptakan inovasi, karena inovasilah yang ditunggu di masa sekarang.

“Tren ekonomi digital sangat menarik apalagi soal startup yang lagi asyik digaungi kaum millenial saat ini. Kami pimpinan FEB-UHAMKA menyambut baik acara kuliah umum ini.” Ungkap Sunarta dalam sambutannya.

Pada materi pertama dijelaskan Dr. Widi Widodo, SE., M.Si dari Kantor Wilayah DJP Jakarta Timur tentang bijak pajak ekonomi digital. Baginya, pajak digunakan untuk membantu pertumbuhan ekonomi. Pajak itu digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan negara.

Kemudian materi kedua dari Rusdi Yanis dari Kantor DJP Pusat menyatakan potensi ekonomi digital akan semakin bagi bila penerimaan pajak meningkat guna membantu pertumbuihan e-commerce. Untuk itu, perlunya kesadaran dalam membayar pajak.

Kemudian pemateri ketiga, Muhammad Assad selaku CEO Tamasia (Tabung Emas Syariah) mengatakan, sumberdaya manusia yang andal dan berkualitas merupakan faktor penting untuk menopang perekonomian bangsa, misalnya melalui inovasi dan kreativitas pengembangan start up.  

“Penguatan bagi kaum millenial harus terus digalakan. Untuk itu, peran inovasi sangatlah penting dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Perlunya inovasi dalam bisnis digital. Misalnya saya, mendirikan perusahaan Tamasia sebagai salah satu pemenuhan demand masyarakat saat ini yang semakin besar. Tabung emas sangat dibutuhkan karena nilainya selalu naik. Emas itu solusi bisa buat mahar dan lainnya,” ungkapnya. 

Assad dalam materinya menekankan pentingnya peluang usaha digital. Ia pun memberikan tips agar sukses yaitu pertama, jadilah yang berbeda dan jadilah yang terbaik. Lalu modal bisnis digital itu perlu uang, ide, ilmu, jejaring.