Gerindra Kritik Ungkapan Ma'ruf Amin Soal Istilah "Budek"

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat berpidato di hadapan masa pendukungnya menggunakan istilah buta dan "budek" untuk menyebut orang yang tidak mengetahui atau tidak mau mengakui keberhasilan pemerintah. Hal ini mendapat kritik dari kubu oposisi.

Gerindra Kritik Ungkapan Ma'ruf Amin Soal Istilah
Politisi Partai Gerindra, Rahayu Saraswati/net


MONITORDAY.COM - Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin saat berpidato di hadapan masa pendukungnya menggunakan istilah buta dan "budek" untuk menyebut orang yang tidak mengetahui atau tidak mau mengakui keberhasilan pemerintah. Hal ini mendapat kritik dari kubu oposisi.

Politisi Partai Gerindra Rahayu Saraswati menayangkan hal tersebut dan mengatakan bahwa narasi itu negatif serta menilai apa yang dilakukan oleh mantan Ketua MUI pusat itu tidak menghormati kaum disabilitas.

"Sangat disayangkan narasi kiasan 'tuli' dan 'budek' untuk mendeskripsikan hal yang negatif. Patut diingat pengunaannya dapat menciderai rasa hormat kita kepada penyandang disabilitas," kata politisi yang akrab dipanggil Sara ini, dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/11).

Anggota Komisi VIII DPR RI ini mengungkapkan, istilah yang dikeluarkan tersebut telah menjurus ke disabilitas. Ia mengingatkan, bahwa telah ada rancangan UU Disabilitas, untuk melindungi mereka para penyandang disabilitas.

Ia berharap pemerintah menindaklanjuti dukungan terhadap UU tersebut dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah sebagai turunan hukum. Sara juga meminta elit politik membuka memorinya untuk mengingat penyelenggaraan olahraga Asian Paragames di Jakarta beberapa waktu lalu.

"Penyelengaraan itu menunjukan seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen yang sama dalam mendukung penyandang disabilitas dalam berekspresi di segala sektor, termasuk olahraga," ungkapnya.

"Mereka punya hak berekspresi di sektor pemerintahan, sosial dan lain-lain. Itu perlu dukungan semua pihak, tapi tidak dengan menjadikan kekurangan mereka sebagai stempel untuk perilaku negatif," pungkas Sara.