Gunakan Troli Rel, Sekelompok Diplomat Rusia Tinggalkan Korut

Gunakan Troli Rel, Sekelompok Diplomat Rusia Tinggalkan Korut
Sekelompok diplomat Rusia dan anggota keluarga mereka menggunakan troli rel yang didorong tangan untuk meninggalkan Korea Utara pekan ini (Foto: Ismewa)

MONITORDAY.COM - Sekelompok diplomat Rusia dan anggota keluarga mereka menggunakan troli rel yang didorong tangan untuk meninggalkan Korea Utara pekan ini, di saat Pyongyang memblokir sebagian besar transportasi sebagai bentuk pembatasan ketat virus corona.

Korea Utara belum melaporkan kasus virus korona yang dikonfirmasi, tetapi telah memberlakukan penutupan perbatasan yang melumpuhkan, melarang sebagian besar perjalanan internasional, dan sangat membatasi pergerakan di dalam negeri.

“Karena perbatasan telah ditutup selama lebih dari setahun dan lalu lintas penumpang telah dihentikan, dibutuhkan perjalanan yang panjang dan sulit untuk pulang,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah posting di media sosial. 

Kelompok delapan orang, termasuk seorang anak berusia 3 tahun, melakukan perjalanan 32 jam dengan kereta api dan dua jam dengan bus dari Pyongyang hanya untuk mencapai perbatasan Rusia.

Kelompok itu kemudian harus melintasi perbatasan dengan berjalan kaki, memuat bagasi dan penumpang ke troli di rel kereta.

Dikutip dari NZ Herald, Sabtu (27/2/2021),  Kementerian Luar negeri Rusia mengunggah dua foto para diplomat itu melintasi lanskap bersalju dan video dari perjalanan terakhir, koper berwarna-warni ditumpuk di troli.