Hari Ikan Nasional, Masyarakat Didorong Tingkatkan Budaya Makan Ikan

Budaya makan Ikan, apalagi ikan tangkapan para nelayan Indonesia, dinilai akan turut membangkitkan perekonomian nasional.

Hari Ikan Nasional, Masyarakat Didorong Tingkatkan Budaya Makan Ikan
Ilustrasi foto/net


MONITORDAY.COM - Tanggal 21 November merupakan peringatan Hari ikan Nasional. Diperingatan ini, Perusahaan Umum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat tentang budaya makan ikan.

Direktur Keuangan Perum Perindo Mukhammad Taufiq mengatakan, budaya makan Ikan, apalagi ikan tangkapan para nelayan Indonesia, dinilainya akan turut membangkitkan perekonomian nasional.

"Mari maknai Hari Ikan Nasional dengan mengonsumsi ikan melalui berbagai macam menu. Mari beli ikan dari nelayan. Nelayan maju, ekonomi Indonesia bangkit," ujar Taufiq, dalam keterangan keterangan tertulisnya, Sabtu (21/11).

Selain itu, Taufiq mengatakan, ikan merupakan sumber protein berkualitas tinggi yang dapat dikonsumsi mulai dari bayi usia 6 bulan hingga orang tua. Karena itu, Ikan dapat meningkatkan imun tubuh dalam melawan virus di masa pandemi ini.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan angka konsumsi ikan nasional mencapai 56,39 kg per kapita pada 2020. Jumlah ini diharapkan meningkat hingga 62,50 kg per kapita pada 2024.

Taufiq pun berharap masyarakat semakin melek dengan berbagai jenis ikan dan banyak mengonsumsi ikan.

“Sebuah kabar baik, masyarakat Indonesia semakin sadar pentingnya konsumsi ikan. Ini harus digenjot lagi,” kata dia.

Perayaan Hari Ikan Nasional atau Harkanas 2020 ini tidak dirayakan lewat kerumunan festival seperti tahun lalu. Hal ini mengingat Kurva positif terinfeksi Covid-19 masih belum melandai.

Dalam peringatan tersebut, Perum Perindo berbagi menu kuliner masakan berbahan dasar ikan. Perum Perindo menggandeng Chef dari hotel bintang 5 The Ritz Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Hal ini bertujuan agar masyarakat mendapat masukan (insight) terkait menu ikan yang dapat dikonsumsi di rumah.