HUT ke-74 Bhayangkara, Peneliti Senior Ini Sampaikan Tantangan Terberat Polri

Polisi harus memberikan jaminan agar protokol kesehatan dapat diindahkan masyarakat.

HUT ke-74 Bhayangkara, Peneliti Senior Ini Sampaikan Tantangan Terberat Polri
Peneliti Senior Rakyat Merdeka (RM) Politica, Muhtar S Syihabuddin


MONITORDAY.COM - Peneliti Senior Rakyat Merdeka (RM) Politica, Muhtar S Syihabuddin mengatakan, tantangan terberat polisi saat ini adalah memuluskan agenda menyelamatkan warga dari ancaman pandemik Covid-19. Pasalnya meski telah hadir capaian penyembuhan tapi masih memerlukan jaminan protokol kesehatan agar diindahkan oleh masyarakat.

"Peran polisi dalam penanganan covid-19 adalah memastikan masyarakat mentaati protokol kesehatan ketika ada di ruang publik. Masyarakat sudah sangat terbantu dengan bantuan polisi dalam mengingatkan pentingnya protokol kesehatan," kata Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini dalam keterangannya, Kamis (02/07/20).

Lebih lanjut ia menambahkan, selain mengingatkan protokol kesehatan, polisi juga harus mengantisipasi krimininalitas yang meningkat saat ini. Menurutnya, banyak orang mengambil jalan pintas memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menempuh cara melanggar hukum.

"Polisi adalah harapan realistis dalam masa pandemik covid-19, agar kita semua bisa terlepas dari pelbagai akibatnya. Mereka juga seperti kita ada alpa dan salah," ujar Muhtar.

Sehubungan dengan momen HUT ke-74 Bhayangkara, ia pun mengajak masyarakat jika berpapasan dengan polisi seyogiyanya memberikan ucapan terima kasih. Baik lewat kata-kata maupun lewat bahasa lainnya.

"Mereka adalah pengayom kita semua dalam setiap prilaku di masyarakat. Tugas polisi terbilang berat untuk ukuran kapasitas jumlahnya. Karena rasio satu orang polisi harus mengayomi sekian banyak orang dalam keamanannya," tuturnya.

Namun banyak cara untuk mengekspresikan rasa cinta masyarakat kepada polisi. Cara-cara tersebut sepintas saja ada yang bisa diterima, tapi ada juga yang belum tentu langsung dipahami sebagai wujud terima kasih. Satu dari sekian banyak bukti cinta yang bisa dipahami dengan cepat adalah pemberian karangan bunga dan lain sebagainya.

Terlepas dari itu, lanjut Muhtar, kecintaan masyarakat pada polisi makin terasa ketika kini banyak sekali akibat dari pandemik covid-19 di masyarakat. Protokol kesehatan yang melibatkannya menjadi bukti aktual bahwa polisi memang sangat dibutuhkan.

"Belum lagi risiko di luar batas nalar, seperti ancaman intimidasi pihak yang merasa dirugikan. Bahkan sudah banyak dari personil polisi yang menjadi korban dalam menjalankan tugasnya," katanya.

"Tugas polisi sering juga menjadi sorotan publik karena memang setiap pelanggaran akan ditindak yang belum tentu diterima. Bahkan ada yang terang-terangan melawannya dengan tanpa kasih dan sayang," tutupnya.