IJU Jakarta Minta Aktivis 212 Komitmen Lindungi Jurnalis Saat Liputan

Ikatan Jurnalis UIN (IJU) Jakarta meminta komitmen kepada aktivis 212 agar ikut melindungi profesi jurnalis dalam bertugas saat meliput kegiatan 212.

IJU Jakarta Minta Aktivis 212 Komitmen Lindungi Jurnalis Saat Liputan

MONITORDAY.COM - Ikatan Jurnalis UIN (IJU) Jakarta meminta komitmen kepada aktivis 212 agar ikut melindungi profesi jurnalis dalam bertugas saat meliput kegiatan 212.

"Jika komitmen tersebut tidak diindahkan maka, kami berhak untuk tidak meliput atau dengan kata lain memboikot seluruh kegiatan yang dilaksanakan elemen 212," ujar Ketua Umum IJU Jakarta Rakhmatulloh dalam keterangan tertulisnya. 

Dia menjelaskan, IJU Jakarta mengutuk keras tindakan kekerasan dan intimidasi yang dilakukan massa Munajat 212 terhadap wartawan Detik.com Satria Kusuma dan kameramen CNN Indonesia TV Joni Aswira yang tengah melakukan peliputan di Malam Munajat 212. 

Menurutnya, Berdasarkan Pasal 8 UU Nomor 40/1999 tentang Pers menyatakan bahwa Pers dalam menjalankan profesinya jurnalis mendapat perlindungan hukum. 

"Kerja-kerja jurnalistik itu meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik. Selain itu, pelaku yang melanggar bisa dijerat pasal pidana yang merujuk pada KUHP, serta Pasal 18 UU Pers, dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp500 juta," jelas pria yang akrab disapa Pipo ini.

Pipo mengatakan pihaknya meminta kepada aparat hukum untuk segera bertindak terkait kasus penganiyaan terhadap wartawan pada Malam Munajat 212.

"Tangkap dan proses hukum pelaku penganiayaan serta intimidasi terhadap wartawan," tegas Pipo.

IJU Jakarta juga mendesak panitia Malam Munajat 212 untuk segera meminta maaf dan berjanji tidak akan terjadi kejadian serupa dikemudian hari.

"Panitia Munajat 212 untuk meminta maaf yang disampaikan kepada masyarakat, khususnya kepada wartawan dan berjanji peristiwa serupa tidak terulang," tandasnya.