Indef: Pembukaan Sektor Ekonomi Jangan Dilakukan Terburu-buru

Harus ada tahapan-tahapan dalam pembukaan sektor ekonomi tersebut sehingga tidak terjadi potensi penularan baru Covid-19.

Indef: Pembukaan Sektor Ekonomi Jangan Dilakukan Terburu-buru
Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya/net

MONITORDAY.COM - Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya mengatakan pembukaan kembali sembilan sektor ekonomi pada masa pandemi tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru.

Menurutnya, harus ada tahapan-tahapan dalam pembukaan tersebut sehingga tidak terjadi potensi penularan baru Covid-19.

"Kalau terburu-buru, bisa menimbulkan klaster penularan Covid-19 baru dan malah membuat perekonomian kembali jatuh," kata Berly, di kantor BNPB Jakarta, Selasa (9/6).

Ia mengatakan, mengatakan pemerintah sudah melakukan kajian yang cukup bagus dengan membuat tiga kriteria terhadap sektor-sektor ekonomi yang akan dibuka tersebut, yaitu berada di ruangan yang tertutup, ada keramaian, dan interaksi dekat.

"Saya menganalogikan kita sedang proses penyembuhan. Kalau sedang sakit asam lambung, jangan langsung makan yang terlalu pedas dan terlalu asam," kata Berly.

Ia mengungkapkan, di antara sembilan sektor yang akan dibuka kembali pemerintah, terdapat beberapa yang bisa memenuhi ketiga kriteria tersebut; misalnya perkebunan, peternakan, dan pertanian, sehingga memang cukup aman.

Sementara itu, ada beberapa sektor yang dalam prosesnya ada yang di luar ruangan, kemudian ada juga di dalam ruangan. Menurutnya, yang terpenting adalah penerapan protokol kesehatan didalam pelaksanaan kegiatan setiap sektor ekonomi tersebut.

"Protokol untuk masing-masing sektor harus dibedakan. Bahkan, mungkin perlu dibuat protokol tambahan," ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia itu.