Jokowi Relatif Unggul di Kalangan Pemilih NU

Lingkaran Survei Indoneisa (LSI) menyatakan pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di kalangan pemilih Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno unggul dikalangan pemilih Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI) dan Persatuan Alumni 212 (PA 212).

Jokowi Relatif Unggul di Kalangan Pemilih NU
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, Jakarta (2/4)/Foto: Alfan


MONITORDAY.COM - Lingkaran Survei Indoneisa (LSI) menyatakan pasangan calon Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di kalangan pemilih Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno unggul dikalangan pemilih Muhammadiyah, Front Pembela Islam (FPI) dan Persatuan Alumni 212 (PA 212).

Di kalangan pemilih NU, Jokowi-Ma'ruf unggul telak. Sebesara 62.4% - 68.8% responden yang mendukung atau memilih Jokowi-Ma'ruf, sedangkan Prabowo-Sandi di pilih oleh 31.2% - 37.6% responden NU.

"Termasuk responden yang tidak merasa bagian dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam manapun, mayoritas memilih Jokowi-Ma'ruf. Sebesar 54.3% - 60.7% memilih Paslon 01 dan 39.3% - 45.7% memilih Paslon 02," kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di lokasi pemaparan survei, Graha Dua Rajawali, Jakarta, Selasa (2/4).

Sebaliknya, responden di kalangan Muhammadiyah, FPI, PA 212 dan Ormas Islam lainnya lebih banyak memilih pasangan calon (Paslon) dari kubu oposisi.

Dikalangan Muhammadiyah yang mendukung atau memilih Prabowo-Sandi sebesar 51.3% - 57.7%, sementara yang memilih Jokowi - Ma'ruf 42.3% - 48.7%. Kemudian di kalangan FPI yang memilih Prabowo-Sandi 52.4% - 58.8% dan yang memilih Jokowi - Ma'ruf 41.2% - 47.6%.

"Dan di kalangan PA 212 selisihnya cukup signifikan, lebih banyak yang mendukung Prabowo Sandi dengan range sebesar 80.1% - 86.5% sedang yang memilih Jokowi-Ma'ruf hanya 13.5% - 19.9%," imbuh Ardian.

Hal yang sama juga terjadi di kalangan pemilih dari Ormas Islam lainnya, sebanyak 60.4% - 66.8% memilih Prabowo-Sandi dan 33.2% - 39.6% memilih Jokowi - Ma"ruf.

Survei ini dilakukan pada tanggal 18 - 26 Maret 2019, dengan menggunakan 1200 responden dengan margin of error 2.8%. Survei ini dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling.