Kemendikbud: Sekolah Kemaritiman Harus "Link And Match" Dengan Industri

Pendidikan dan dunia kerja harus sesuai. Tidak bisa hanya kurikulum, namun juga pola pikir, budaya, profesionalisme, dan kompetensinya harus sesuai kebutuhan industri pelayaran.

Kemendikbud: Sekolah Kemaritiman Harus
Ilustrasi/ Net

MONITORDAY.COM - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wikan Sakarinto mendorong lembaga pendidikan kemaritiman menghasilkan lulusan yang link and match dengan kebutuhan industri pelayaran.

"Pendidikan dan dunia kerja harus sesuai. Tidak bisa hanya kurikulum, namun juga pola pikir, budaya, profesionalisme, dan kompetensinya harus sesuai kebutuhan industri pelayaran," kata Wikan di sela kunjungannya di Politeknik Maritim Nasional Indonesia (Polimarin) Semarang, Sabtu (15/08/2020).

Menurut Wikan, pola link and match itu sendiri sudah mulai diterapkan oleh Polimarin.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan Polimarin bekerja sama dengan salah satu sekolah tinggi kemaritiman di Jerman serta asosiasi industri perkapalan yang beranggotakan 70 perusahaan.

Keterlibatan langsung industri maritim ini, kata dia, merupakan salah satu bagian dari pencapaian tujuan pembelajaran.

Sementara itu, Direktur Polimarin Semarang Sri Tutie Rahayu menambahkan melalui kerja sama dengan lembaga pendidikan di Jerman ini maka lulusan akan memperoleh dua ijazah saat lulus nanti.

"Dalam proses pembelajaran, pata taruna akan belajar enam semester di kampus, dua semester praktik langsung di laut, dan satu semester belajar di Jerman," ujarnya.

Para taruna Polimarin, kata dia, akan lulus sebagai perwira yang siap bekerja di berbagai kapal dengan kompetensi internasional.

Wikan menambahkan, lulusan Polimarin minimal mengantongi empat sertifikat keahlian dalam dunia pelayaran.