Kemenag Malut Apresiasi Nusra Hi Patty Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Moderasi Beragama

Kemenag Malut Apresiasi Nusra Hi Patty Gelar Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Moderasi Beragama
Abdurrrahman Assagaf S.Ag.,M.Pd.I selaku Subkorditaor PAI Kemenag Provinsi Malut bersama Ketua KKG PAI SD Provinsi Malut, Nusra Hi. Patty., M.Pd.I (dok: istimewa)

MONITORDAY.COM - Abdurrrahman Assagaf S.Ag.,M.Pd.I selaku Subkorditaor Pendidikan Agama Islam Kanwil Kementrian Agama Provinsi Maluku Utara memberikan apresiasi kepada Ketua Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (KKG PAI SD), Provinsi Maluku Utara Nusra Hi. Patty., M.Pd. I atas upayanya menggelar Pelatihan implementasi Kurikulum Merdeka dan Moderasi Beragama bagi Guru PAI SD Se-Provinsi Malut Tahun 2022.

Abdurrahman menilai substansi dari moderasi beragama memiliki tujuan makna filosofis, dimana nilai-nilai budaya dan agama sejatinya bisa berjalan bersama. 

"Islam sebagai agama wad’un ilāhiyyun, senantiasa sejalan dengan budaya masyarakat selama budaya tersebut tidak bertentangan dengan doktrin Islam, karena doktrin tersebut memasuki masyarakat dan mewujudkan diri dalam konteks sosial budaya (Islamicate) pada masing-masing wilayah atau kawasan," ucap Abdurrahman di Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka dan Moderasi Beragama bagi Guru PAI SD Se-Provinsi Malut Tahun 2022 di SDN 39 salero Kota Ternate, Sabtu (20/8/2022. 

Abdurrahman pun menjelaskan bahwa kebudayaan merupakan ekspresi cipta, karya, dan karsa manusia yang berisi nilai-nilai dan pesan-pesan religiusitas, wawasan filosofis dan kearifan lokal (local wisdom). Agama maupun kebudayaan, keduanya memberikan wawasan dan cara pandang dalam menyikapi kehidupan sesuai kehendak Tuhan dan kemanusiaannya.

Dalam konteks budaya moloku kie raha, banyak nilai-nilai budaya yang sifatnya bisa diejawantahkan dalam kurikulum merdeka.

" Jangan lupakan budaya setempat. Apalagi budaya orang maluku itu bersumber dari nilai-nilai Islam," jelas Abdurrahman. 

Sementara itu, Ketua KKG PAI SD Provinsi Malut,  Nusra Hi. Patty., M.Pd. I mengatakan, perkembangan kurikulum pendidikan terus dinamis. Maka dari itu,  para guru dituntut untuk selalu siap siaga menghadapi kurikulum yang senantiasa berkembang dan berubah ini dengan selalu mengikuti perkembangan dan meningkatkan kompetensi.

Lebih lanjut, Nusra memaparkan bahwa dengan adanya perubahan menjadi kurikulum merdeka sebenarnya memberi kesempatan untuk lebih leluasa, merdeka, serta inovatif.

"Kita perlu mendukung langkah pemerintah yang terus berbenah melakukan dan melahirkan kebijakan-kebijakan untuk perbaikan yang lebih baik," ucap Nusra.

Kepala Sekolah SDN 39 salero Kota Ternate ini kemudian memaparkan bahwa Kurikulum Merdeka itu bersifat menyeluruh, selain itu, berbasis kompetensi yang ingin dikembangkan. 

Bagi Nusra, kurikulum merdeka ini bukan hanya sekedar konten belaka, serta bersifat kontekstual dan personalisasi. Namun output pembelajaran yang dirancang itu mesti dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari dan dibahas terkait permasalahannya.

“Terdapat banyak keunggulan dalam Kurikulum Merdeka ini, semua berpusat kepada peserta didik, semoga melalui kegiatan ini dapat menambah pemahaman dan wawasan kepada tenaga pendidik,” harap Kepsek SD kelahiran Talaga, 16 september 1968 ini. 

Selanjutnya, Kepsek SD yang sempat dinobatkan terbaik Se-Kota Ternate ini pun bertanya kepada peserta, bagaimana dengan moderasi beragama? haruskah diintegrasikan dalam kurikulum merdeka? Jawabannya iya.

Pendidikan dan moderasi beragama, ucap Nusra, menjadi cara jitu untuk memupuk toleransi untuk persatuan negeri ini. 

" Pendidikan dan moderasi beragama ini harus terus disampaikan ke masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan begitu, toleransi akan bisa tumbuh dengan baik sehingga persatuan itu otomatis. Sudah jelas, Implementasi kurikulum merdeka dan moderasi beragama di sekolah SD sangat penting, pungkas Nusra.

Nusra juga tak memmungkiri masih butuh banyak belajar terkait metode pembelajaran perihal tujuan kegiatan, khususnya memberikan pemahaman comprehensive kepada para Guru PAI SD dalam mengimplementasi kurilum Merdeka dan model pembelajaran aktif.

Perlu diketahui, antusiasme dari para peserta terlihat selama kegiatan pelatihan berlangsung. Peserta aktif dan responsif terhadap seluruh rangkaian materi yang disampaikan oleh narasumber.