Kisruh Kepulangan Rizieq Shihab, Fahri Hamzah: Negara Gak Boleh Kaget dan Salah Tingkah Dong

Awalnya dianggap kecil dan gak penting. Ternyata banyak dan membludak.

Kisruh Kepulangan Rizieq Shihab, Fahri Hamzah: Negara Gak Boleh Kaget dan Salah Tingkah Dong
Habib Rizieq Shihab (HRS) menyapa massa yang menjemputnya di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (10/11/2020). Dok. ANTARA


MONITORDAY.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menanggapi polemik yang menyeret pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan juga pemerintah. 

Adapun, Fahri Hamzah menilai sejak awal kepulangan Rizieq Shihab itu dianggap remeh oleh berbagai pihak, namun simpatisan Rizieq dan FPI sangatlah antusias.

"Awalnya dianggap kecil dan gak penting. Ternyata banyak dan membludak," cuit Fahri Hamzah dalam akun Twitter @Fahrihamzah, Selasa (17/11).

Menurut Fahri Hamzah, seharusnya negara memiliki alat deteksi yang memadai untuk mengetahui hal tersebut dan mengantisipasi. Sehingga hal itu sudah dapat diprediksi sejak awal. 

"Lalu nyalahin yang datang dan memecat petugas keamanan. Negara itu punya fungsi deteksi dan mitigasi. Jangankan demo, cuaca dan bencana aja bisa diterka," ungkapnya.

Meski demikian, Fahri Hamzah mengatakan negara tidak perlu terkejut dan salah tingkah dalam situasi saat ini.

"Jadi negara gak boleh kaget dan salah tingkah dong," ucapnya.

Diketahui, akibat kerumunan acara kepulangan Rizieq Shihab, Kepala Polri Jenderal Idham Azis mencabut jabatan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana. Selain itu, Idham juga mencopot Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudy Sufahradi Novianto.

Sedangkan kedua jenderal polisi ini dicopot akibat tidak melaksanakan perintah terkait pengamanan protokol kesehatan.