KKP Lakukan Pelatihan Buat Mi Dari Rumput Laut

KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus melakukan terobosan-terobosan guna menghidupkan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui penyediaan berbagai pelatihan sektor kelautan dan perikanan daring secara gratis.

KKP Lakukan Pelatihan Buat Mi Dari Rumput Laut
Pembudidayaan rumput laut. ANTARA/HO-Dokumentasi KKP


MONITORDAY.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pelatihan daring kepada warga di berbagai daerah membuat mi dari rumput laut sebagai upaya mencetak lebih banyak wirausahawan baru di Indonesia.

"KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus melakukan terobosan-terobosan guna menghidupkan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui penyediaan berbagai pelatihan sektor kelautan dan perikanan daring secara gratis," kata Kepala BRSDM KKP Sjarief Widjaja dalam siaran persnya, Jumat (24/07/2020). 

Adapun, KKP melakukan pelatihan membuat mi rumput laut secara gratis pada 22 Mei dengan kerja sama antara Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan dengan Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) Winner Perkasa Indonesia Unggul.

Pelatihan disambut antusias oleh masyarakat luas, di mana tercatat sebanyak 804 peserta dari beragam profesi di seluruh wilayah Indonesia mengikuti pelatihan.

Lebih lanjut, Sjarief mengungkapkan rumput laut merupakan salah satu produk perikanan unggulan Indonesia yang menjanjikan untuk dikembangkan sebagai peluang usaha.

Hal tersebut, lanjutnya, karena sedikitnya terdapat 550 jenis rumput laut dari sekitar 8.000 jenis yang ada di dunia dapat tumbuh dengan baik di wilayah Indonesia.

Fakta itu menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen rumput laut nomor satu di dunia, khususnya untuk jenis Eucheuma Cottoni.

"Produksi rumput laut nasional tahun 2019 mencapai 9,9 juta ton. KKP menargetkan produksi ini meningkat hingga 10,99 juta ton pada tahun 2020 dan 12,33 juta ton pada tahun 2024," ujar Sjarief.

Berdasarkan data FAO (2019), Indonesia menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar ekspor.

Beberapa negara peminat di antaranya ialah China dan Filipina. Baru-baru ini, Vietnam juga membuka pasarnya menjadi potensi ekspor baru.

Pada tahun 2019, nilai ekspor rumput laut Indonesia mencapai 324,84 juta dolar AS. Angka ini tumbuh 11,31 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 291,83 juta dolar. Adapun selama tahun 2014-2019, ekspor rumput laut nasional tercatat tumbuh rata-rata sebesar 6,53 persen per tahun.

"Meskipun begitu, patut disayangkan bahwa rumput laut yang kita ekspor saat ini umumnya masih berupa bahan baku mentah atau produk bernilai tambah rendah," ungkap Sjarief.

Ia mengutarakan harapannya agar dengan pelatihan membuat mi rumput laut kali ini dapat berkontribusi sebagai terobosan untuk meningkatkan nilai tambah rumput laut.