KPAI Dorong Pembelajaran Via Daring untuk Anak Terdampak Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa daerah mengakibatkan beberapa aktivitas terganggu. Salah satunya aktivitas pendidikan bagi anak-anak. Menganggapi hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong adanya aktivitas belajar via daring.

KPAI Dorong Pembelajaran Via Daring untuk Anak Terdampak Karhutla
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti (dok. KPAI)


MONITORDAY.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa daerah mengakibatkan beberapa aktivitas terganggu. Salah satunya aktivitas pendidikan bagi anak-anak. Menganggapi hal ini, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong adanya aktivitas belajar via daring.

"KPAI mendorong pihak sekolah di daerah terdampak kabut asap untuk menyiapkan strategi pembelajaran berbasis daring atau menggunakan aplikasi internet," ujar Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti dalam keterangan tertulis yang dikutip Senin, (16/9).

Retno mengatakan, Hal tersebut tidak lain bertujuan agar seluruh peserta didik di wilayah terdampak bencana asap tetap dapat mengikuti pembelajaran, meskipun aktifitas sekolah lumpuh akibat adanya kabut asap. 

Retno mengungkapkan, metode tersebut bisa diterapkan, misalnya para wali kelas dan siswa dapat membentuk grup per kelas, tugas-tugas dari para guru bidang studi dapat dikirimkan melalui grup Whatsapp. "Tugas-tugas tersebut dapat dikumpulkan saat masuk sekolah kembali. Bagi yang tidak paham tugas tersebut, dapat berdiskusi dengan gurunya langsung," tutur Retno.

Selain itu, lanjut Retno, tugas juga bisa dikirim melalui surat elektronik (surel) guru sehingga guru juga bisa tetap bekerja di rumah untuk mengkoreksi tugas para siswa. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti. 

Untuk menerapkan pembelajaran daring tersebut, KPAI pun mendorong orang tua memfasilitasi paket internet untuk keperluan pembelajaran daring anak. Retno menyarankan orang tua wajib mendampingi, membimbing, dan mengawasi anak-anaknya selama belajar di rumah.

Lebih lanjut, Retno juga mendorong kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Barat menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sumbar dengan mengeluarkan edaran kepada kepala-kepala sekolah, agar tidak melakukan pembelajaran di luar kelas, tidak mengadakan upacara bendera dahulu selama kualitas udara tidak sehat.