Langgar Zonasi, Warga Rorotan Tolak Pembangunan Pabrik Sampah Terbesar (FPSA)

Langgar Zonasi, Warga Rorotan Tolak Pembangunan Pabrik Sampah Terbesar (FPSA)
Ilustrasi foto/Ist

MONITORDAY.COM - Warga Kelurahan Rorotan menolak adanya Fasilitas Pengolahan sampah Antara (FPSA) yang akan dibangun Pabrik Pengolahan sampah di wilayah RW 08 kelurahan Rorotan Kec. Cilincing Jakarta Utara oleh Sarana Jaya (Pemda DKI Jakarta) karena melanggar Zonasi.

H. Lukman sebagai Tim Penolakan FPSA, mengatakan Hal ini ada pro dan kontra. Hasil survei, sudah sangat jelas bahwasanya warga tetap menolak Pembangunan Pabrik Sampah(FPSA) di wilayah RW 08 sungai kendal Rorotan. 

H. Lukman dan bersama Tim Penolakan bahwasanya merangkum Persepsi Responden Rencana pembangunan FPSA di kelurahan Rorotan secara umum. Berdasarkan hasil Survei hanya 1% Responden menyatakan sangat setuju, sedangkan Responden yg lain sangat tidak setuju presentase 20% dan Tidak setuju 30% serta terdapat 12% Responden ragu-ragu.

Tim Penolakan Warga RW 08 Rorotan bersama warga Rorotan tetap menolak Tegas dan Keras dengan ada Pabrik Besar pengolahan sampah yang ada wilayah RW 08 di wilayah sungai kendal Kelurahan Rorotan.

Dalam rangkuman hasil survei dilapangan bahwasanya yang menolak FPSA 50%, mendukung 38%, Ragu 12% maka kami atas nama Tim FPSA masih meragukan hasil rapat Konsolidasi Publik di Kelurahan Rorotan kepada pejabat seluruh RT, Ketua RW 08, Lurah, camat, pejabat Walikota dan Dinas LH DKI Jakarta pada waktu tanggal 20 Agustus 2022 diruang pola Kelurahan Rorotan telah dilaksanakan Konsultasi Publik tersebut. Tutur Lukman Pemuda RW 08 Rorotan.

Dalam hal ini dilanjutkan masyarakat Sungai kendal H. Nursalih mengatakan, bahwa sudah melanggar peraturan zonasi dan akan mengakibatkan banjir ke rumah-rumah warga. 

Kita harus memikirkan anak cucu keturunan kita kedepan. Jika diwilayah kami ada proyek FPSA kita tolak karena yang namanya tempat limba itu sudah pasti bau, tidak sedap dan tidak sehat. Truk-truk sampah yang bawa sampah, air sampah pasti berceceran di, serapan air bisa sumur tidak bagus dan tidak sehat untuk keluarga. Saya sebagai perwakilan dari tokoh masyarakat tidak setuju dan menolak," tutur H. Nursalih