Makrifat Rasa dalam Jamu, Menjamu dan Dijamu

Sejatinya, jamu bukan hanya minuman sehat tetapi juga mengandung filosofi. Ada makrifat rasa dalam jamu seolah seolah makna habluminannas tersirat kuat dalam secangkir jamu.

Makrifat Rasa dalam Jamu, Menjamu dan Dijamu
Jamu/net

MONITORDAY.COM - Sejatinya, jamu bukan hanya minuman sehat tetapi juga mengandung filosofi. Ada makrifat rasa dalam jamu, layaknya makna habluminannas tersirat kuat dalam secangkir jamu.

Kenapa bisa demikian? Jamu adalah gabungan dari jampi = doa dan usodo = kesehatan. Secara utuh pengertian jamu adalah doa untuk kesehatan.

Pengertian jamu juga bisa dilihat dari makna denotatifnya yaitu “menerima” kedatangan dan menghidangkan makanan. Ketika diberi imbuhan, jamu bisa berarti interaksi timbal-balik; “menjamu” dan “dijamu”.

Pemaknaan “menjamu” dan “dijamu” ibarat ada suka, ada duka. Ada pahit tetapi juga pasti ada manisnya. Sebaiknya menjamu kawan atau kerabat tidak selalu diikuti dengan timbal balik apalagi mendulang profit karena sudah menjamunya. 

Begitupun dengan dijamu, maknai setiap jamuan yang kita terima hanyalah sementara. Tuhan memberikan jamuan kepada manusia berupa jabatan, pasangan hidup (suami/istri), anak, mobil dan lainya hanyalah jamuan temporal. 

Kita perlu merasakan yang pahit agar kita tahu dan merasakan manisnya kehidupan ini karena Tuhan menciptakan rasa dalam rasa agar Manusia mampu berpikir dan menjalani kehidupan sesuai norma dan kaidah yang sudah ditetapkan. Nikmati saja rasa itu.

Sama halnya jamu yang sering tersaji disetiap keluarga Indonesia.  Ada yang pahit ada juga yang manis

Jika kita bisa mendalami rasa, maka kita akan menemukan surga dalam diri. Sangat dalam, bahkan ada rasa di dalam rasa yang tidak bisa dipahami dengan pendekatan ilmu tampak manapun. Karena tidak semua hal harus dengan pembuktian kasat mata, karena faktanya banyak yang kita percaya meski tidak pernah ia menampakkan diri, bahkan belum pernah kita lihat sama sekali.

Satu hal yang muncul di imajinasi kita ketika meracik dan menenggak secangkir Jamu dengan aroma. Bila memeluk lidah kita, rasanya pahit, tapi begitu didiamkan, rasanya hangat dan langsung menohok, lalu ada sedikit sensasi yang diam-diam membuat kita  melayang-layang. 

Aroma itu tentang harum yang ketika hidung kita menciumnya seperti ada senyawa gas tersendiri. Nah, demikian adalah sedikit tentang makna Secangkir Jamu. 

Tradisi Minum Jamu Dalam Keluarga

Sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia, minum jamu adalah salah satu upaya melestarikan kebiasaan leluhur. Minum jamu adalah kebiasaan turun-temurun yang dilakukan sejak kecil bahkan baru lahir melihat dunia ini hingga menua dan meninggalkan dunia yang fana ini.

Bagaimana Minum Jamu yang Benar?

Jamu dapat diminum dingin ataupun panas, tergantung bagaimana kondisi tubuh. Yang memengaruhi apakah jamu tersebut baik atau tidak adalah proses pembuatannya. Kalau suhu saat dihidangkan sesuai selera saja.

Bagaimana bila jamu diberi gula? sekali lagi,  kembali ke orangnya. Tentunya kalau ingin mendapatkan khasiat yang maksimal, sebaiknya hindari gula.

Kemudian, orang-orang kerap beranggapan jamu adalah obat untuk menyembuhkan. Ya, memang benar namun lebih tepatnya adalah pecegahan dan untuk mendapatkan manfaat sesuai dengan harapan, konsumsilah jamu secara teratur. Aplagi jamu Indonesia, sangat ampuh hadapi Covid-19. Kita harus yakin, badai ini pasti berlalu.

Oleh karena itu, menjamulah sebelum dijamu, ngejamu tidak butuh narasi apalagi formula. Anda cukup duduk dan amati si jamu. Bayangkan dan rasakan, makna habluminannas menjamu dan dijamu sebelum kita dipanggil dalam perjamuan yang paling hakiki bersama denganNYA (hablumniallah).