Masih Terlalu Mahal! Koneksi Supercepat 5G Bikin Ngiler

Secara umum, 5G digunakan di tiga jenis utama layanan yang terhubung, termasuk broadband seluler yang ditingkatkan, komunikasi yang sangat penting, dan IoT yang sangat massif. Kemampuan mendefinisikan 5G adalah bahwa ia dirancang untuk kompatibilitas ke depan — kemampuan untuk secara fleksibel mendukung layanan masa depan yang tidak dikenal saat ini.

MONDAYREVIEW.COM – Tak hanya perang vaksin dan gelar alutsista di Laut Cina Selatan. Ada front lain yang tak kalah panas. Perang bisnis teknologi. Amerika Serikat menuduh Cina menggunakan perusahaan swasta sebagai kedok kegiatan mata-mata.

Salah satu yang menjadi korban wasangka AS adalah Kanada. Jika negeri di Amerika Utara itu melanjutkan kerjasama dengan Huawei maka kerjasama keamanan intelijen AS-Kanada akan diturunkan levelnya. Soal neraca dagang boleh saja AS keok dari Tiongkok. Dalam bidang teknologi AS tak ingin kehilangan kendali.  

Teknologi 5G memang dikhawatirkan akan mampu menembus dinding yang menyimpan segala rahasia. Semua kegiatan di area jangkauan akan terpantau dan rentan disalahgunakan oleh pihak yang berkepentingan.  

Kecurigaan merebak di tengah merangseknya Huawei untuk mendominasi masa depan telekomunikasi dengan 5G.Lebih dari 90 negara terdaftar sebagai mitra bisnis Huawei dalam pengembangan teknologi ini. AS tentu saja tak mau kehilangan muka. Pandemi tak mendinginkan bara di bisnis koneksi internet supercepat ini.  

Lagi bagaimana dengan negeri kita? Buat Indonesia masih ada beberapa pertimbangan sebelum memanfaatkan teknologi ini. Terutama secara bisnis. Kecepatan jaringan 5G memang luar biasa. Jika dengan jaringan 4G, waktu yang dibutuhkan untuk mengunduh film berkapasitas 5 gigabyte (GB) sekitar 3-4 menit. Nah melalui jasa jaringan 5G hanya butuh waktu 30 detik untuk mengunduhnya.

Belum tentu konsumen individu akan memilih menggunakan jaringan 5G dibanding 4G. Sebab harganya jauh lebih mahal. Karena itu, jaringan 5G akan terlebih dahulu diprioritaskan untuk konsumen industri.

Dengan kecepatan 7 mbps, kalau misalkan ada film katakanlah 2 GB, jadi kan 3-4 menit untuk download film. Tapi kalau dengan 5G itu kurang dari 1 menit, mungkin 30 detik. Tapi bayarnya lima kali lipat. Konsumen Indonesia diperkirakan masih akan memilih 4G.

Teknologi 5G memerlukan spektrum frekuensi yang luas dan Indonesia harus menetapkan pilihannya dan menaunginya dengan regulasi. Diperlukan 3 layer frekuensi. Banyak opsi frekuensi yang bisa dipakai dalam penerapan 5G namun sebelumnya ada tiga kandidat kuat yang disiapkan untuk layanan 5G ini, yakni 3,5 GHz, 26 GHz, dan 28 GHz atau upper band.

5G dikenal sebagai teknologi jaringan seluler generasi kelima. Diperkirakan 100 kali lebih cepat dari sistem 4G saat ini, dengan latensi atau waktu jeda 25 kali lebih rendah, dan sebanyak satu juta perangkat didukung dalam jangkauan satu kilometer persegi.

Fondasi yang membentuk 5G dapat dirangkum dalam lima teknologi: Gelombang milimeter, jaringan sel kecil, MIMO masif (Multiple Input Multiple Output), beamforming dan byte duplex penuh.

CEO Huawei Ren Zhengfei, bagaimanapun, tidak membiarkan dirinya terjerat dalam upaya memenangkan pasar global. Menyadari bahwa masa depan kerajaan 5G Huawei dipertaruhkan, ia meluncurkan serangan ofensif untuk meyakinkan mitra Barat perusahaannya.

Huawei menyumbangkan pasokan medis dalam jumlah besar ke negara-negara yang penting bagi strategi 5G-nya, termasuk 6 juta masker medis ke Kanada

Sekarang ofensif pesona sudah berakhir. Menurut Wall Street Journal, pada awal Februari Ren mengatakan kepada karyawan "perusahaan telah memasuki keadaan perang."

Urgensi Gunakan 5G

Korea Selatan yang usecase utamanya untuk online gaming, maupun di Amerika Serikat yang dipergunakan untuk fixed wireless access di daerah perumahan.

Di Indonesia itu belum kelihatan, diprediksikan sebetulnya 5G ini spesifik penggunaannya akan business-to-business atau industri. Ke depannya industri akan memerlukan digitalisasi, otomasi dan implementasi teknologi lainnya.

Secara umum, 5G digunakan di tiga jenis utama layanan yang terhubung, termasuk broadband seluler yang ditingkatkan, komunikasi yang sangat penting, dan IoT yang sangat massif. Kemampuan mendefinisikan 5G adalah bahwa ia dirancang untuk kompatibilitas ke depan — kemampuan untuk secara fleksibel mendukung layanan masa depan yang tidak dikenal saat ini.

Broadband seluler yang ditingkatkan

Selain menjadikan smartphone kami lebih baik, teknologi seluler 5G dapat mengantarkan pengalaman mendalam baru seperti VR dan AR dengan kecepatan data yang lebih cepat dan seragam, latensi yang lebih rendah, dan biaya per bit yang lebih rendah.

Komunikasi penting

5G dapat mengaktifkan layanan baru yang dapat mengubah industri dengan tautan yang sangat andal, tersedia, dan latensi rendah seperti kendali jarak jauh infrastruktur kritis, kendaraan, dan prosedur medis.

IoT massif

5G dimaksudkan untuk menghubungkan sejumlah besar sensor tertanam di hampir semua hal melalui kemampuan untuk menurunkan kecepatan data, daya, dan mobilitas — menyediakan solusi konektivitas yang sangat ramping dan berbiaya rendah.

5G dirancang untuk memberikan kecepatan data puncak hingga 20 Gbps berdasarkan persyaratan IMT-2020. Solusi 5G unggulan Qualcomm Technologies, Qualcomm® Snapdragon ™ X55 dan Sistem Modem-RF Snapdragon X60, dirancang untuk mencapai hingga 7,5 Gbps dalam kecepatan data puncak downlink.

lebih dari seberapa cepat 5G dirancang untuk menyediakan kapasitas jaringan yang lebih banyak dengan memperluas ke spektrum baru, seperti mmWave.

5G juga dapat memberikan latensi yang jauh lebih rendah untuk respons yang lebih cepat dan dapat memberikan pengalaman pengguna yang lebih seragam secara keseluruhan sehingga tingkat data tetap tinggi secara konsisten — bahkan ketika pengguna bergerak. Dan jaringan seluler 5G NR yang baru didukung oleh landasan cakupan Gigabit LTE, yang dapat menyediakan konektivitas kelas Gigabit di mana-mana.