Mendikbud Tegaskan Tak Ada Toleransi Bagi Praktik Kecurangan PPDB

Muhadjir memngimbau semua pihak menjaga supaya pendidikan tetap bersih terhindar dari praktik-praktik kecurangan. Termasuk orang tua, jangan sampai melakukan cara-cara curang demi anaknya masuk ke sekolah yang diinginkan.

Mendikbud Tegaskan Tak Ada Toleransi Bagi Praktik Kecurangan PPDB
Mendikbud Muhadjir Effendy.


MONITORDAY.COM - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi praktik-praktik kecurangan yang terjadi di sekolah, khususnya dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Ia mengimbau agar semua pihak menjaga supaya pendidikan tetap bersih terhindar dari praktik-praktik kecurangan. Termasuk orang tua, jangan sampai melakukan cara-cara curang demi anaknya masuk ke sekolah yang diinginkan.

“Kita tidak mentoleransi praktik-praktik tidak baik di sekolah, untuk lembaga pendidikan secara umum, dan sekolah secara khusus. Saya imbau orang tua jangan coba-coba main belakang, hanya untuk memperjuangkan anaknya masuk ke sekolah yang dia anggap bagus, karena dampaknya pasti tidak bagus untuk anak itu,” ujar muhadjir, dikutip dari laman kemendikbud.go.id, Rabu, (17/7).

Menurut dia, dampak dari kecurangan yang dilakukan pada saat pendaftaran siswa memasuki dunia pendidikan tidak main-main. Seperti sanksi sosial yang dapat dirasakan langsung oleh siswa jika di kemudian hari lingkungan sekitar mengetahui bahwa ia masuk sekolah melalui cara-cara yang tidak baik.

 “Di mata siswa-siswa lain juga akan tidak baik, secara mental akan merusak anak. Orang tua harus memikirkan dari sisi anak, dengan tidak memaksakan kehendak sehingga mengorbankan masa depan anak,” tutur muhadjir.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini menambahkan, bahwa pentingnya pendidikan harus bersih dari praktik kecurangan adalah karena pendidikan merupakan hulu dari peradaban bangsa. Karena itu jika sedari awal sudah melakukan kecurangan, maka bangsa tidak bisa berharap padanya.

Lebih lanjut, Muhadjir mengungkapkan, pengawasan PPDB 2019 sendiri dilakukan setiap hari sampai dengan akhir Juli nanti. Pada akhir bulan diharapkan masukan dari berbagai pihak sudah masuk bagi perbaikan pelaksanaan PPDB pada tahun depan.

Selain itu, pemerintah pusat akan menyisir, dengan berkoordinasi dengan dinas-dinas di seluruh Indonesia, untuk memastikan tidak ada satu pun anak usia sekolah yang tidak tidak tertampung di sekolah.

“Kita usahakan tampung. Kita serahkan ke pemda dulu, Kalau pemda tidak bisa, kita ambil alih. Kemendikbud menjamin semua anak bisa bersekolah, sehingga meskipun sekarang sudah memasuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, tidak berarti tidak boleh ada lagi penerimaan peserta didik baru,” tegas dia.