Menteri Wishnutama: Promosi Pariwisata Bukan Seperti Promosi Mie Instan!

Menteri Wishnutama: Promosi Pariwisata Bukan Seperti Promosi Mie Instan!
Tangkapan layar Wishnutama di podcast Deddy Corbuzier/Monitorday.com


MONITORDAY.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, dikritik membuang-buang uang negara karena rajin mempromosikan pariwisata di tengah pandemi Covid-19. Disinggung mengenai hal tersebut, Wishnutama menjelaskan strategi promosi pariwisata.

"Promosi pariwisata itu kita promosinya sekarang, enam bulan lagi atau satu tahun lagi (baru) datang. Tidak seperti promosi mie instan, lapar sekarang beli sekarang," kata Wishnutama dalam podcast Deddy Corbuzier.

Dia mengungkap meski saat ini tengah pandemi, promosi harus tetap dilakukan agar saat pandemi berakhir calon wisatawan mancanegara tidak lupa dengan destinasi-destinasi wisata di Indonesia.

"Harus dari sekarang, tidak bisa ujug-ujug kita baru promosi pada saat memungkinkan (pandemi selesai). Destinasi parwisata harus tetap menjadi top of mind calon wisatawan," tuturnya.

Negara-negara lain, sambungnya, juga melakukan hal yang sama. Bahkan promosi dilakukan oleh negara-negara lain dengan sangat agresif di saat pemberlakuan pembatasan sosial.

"Tetap mempromosikan destinasnya agar destinasi pariwisata mereka tetap menjadi top of mind. Sehingga pada saat dibuka nanti, pada saat sudah meungkinkan nanti, mereka memilih ke sana," imbuh dia.

Lebih lanjut Wishnutama mengakui sangat banyak program promosi wisata yang telah disusunnya terpaksa harus disesuaikan karena pandemi.

Meski begitu, ia tidak menyesal menjadi menteri karena di tahun pertamanya bekerja muncul pandemi yang sangat memukul sektor pariwisata.

Baginya, justru hal ini menjadi tantangan yang perlu dicarikan jawaban.

"Ini kan pengabdian ya, kalau mau nyari enak jangan jadi menteri," demikian kata Wishutama.[]