Menuju Kondisi Normal Baru, Bagaimana Caranya?

Dunia menyebut era “New Normal”. Tentu harus kita fahami realitas yang menyertainya. Normal tapi berbeda dengan kriteria normal sebelum wabah menjangkiti dunia. Wacana tentang Normal Baru senafas dengan pesan Presiden Joko Widodo tentang hidup berdamai dengan Virus Corona Baru.

Menuju Kondisi Normal Baru, Bagaimana Caranya?
ilustrasi new normal/ forbes

MONITORDAY..COM – Dunia belum mampu menghentikan laju virus corona. Di beberapa episenter memang angka-angka kasus dan kematian mulai turun. Namun penurunannya relatif lamban. Banyak negara secara bertahap mulai menggeliat setelah hampir dua bulan karantina virus ini.

Dunia menyebut era “New Normal”. Tentu harus kita fahami realitas yang menyertainya. Normal tapi berbeda dengan kriteria normal sebelum wabah menjangkiti dunia. Wacana tentang Normal Baru senafas dengan pesan Presiden Joko Widodo tentang hidup berdamai dengan Virus Corona Baru.

Fakta keras menunjukkan tidak ada satu negara pun yang bisa abai pada tuntutan politik, tekanan publik, dan kelangsungan hidup ekonomi yang menuntut dimulainya proses pembukaan pembukaan atau kembali. Jika memungkinkan semakin cepat semakin baik. Agar aktivitas kembali dapat dijalankan.

Di sisi lain ada kenyataan yang tak bisa dipungkiri. Sepahit apapun harus diantisipasi. Tanpa vaksin atau pengobatan yang efektif, virus corona tetap menjadi ancaman mematikan. Khususnya, bagi para lansia. Virus corona paling mengancam orang tua dan mereka yang memiliki kondisi medis yang mendasarinya. Setiap keluarga yang memiliki lansia harus sangat peduli dengan kenyataan ini.

Bagai makan buah simalakama. Pilihannya sulit. Antara menyelamatkan nyawa atau mata pencaharian. Matinya kran pendapatan bagi masyarakat bawah bakal berujung penyakit dan kematian juga. Atau setidaknya ancaman gejolak sosial. Hal ini akan membutuhkan tanggung jawab masyarakat dan tindakan bersama.

Mari kita tengok apa yang terjadi di bebarapa negara terkait New Normal ini.

Media Australia ABC melaporkan banyak pelaku bisnis yang mengandalkan pengiriman ke rumah selama krisis ini. Sekarang mereka harus memutuskan apakah mereka dapat mempertahankan layanan itu seiring langkah-langkah sosial yang mereda dan apakah pelanggan mereka sekarang mengharapkan pengiriman.

Dicontohkan  ABC Tukang Roti Tony Dench, pengiriman ke rumah telah terbukti sebagai penyelamat sementara, tetapi ia tidak yakin seberapa layaknya itu dalam jangka panjang untuk bisnisnya.

Sebelum wabah, bisnis keluarganya, Dench Bakers, memasok roti dan makanan panggang ke sekira 200 dan 250 restoran, kafe, dan toko kelontong kecil di seluruh Victoria.

Jumlah itu turun 50% ketika pembatasan virus corona diberlakukan dan Dench kemudian memulai layanan pengiriman rumah di Melbourne untuk mengantisipasi penurunan permintaan tersebut.

Sementara Vren Sreenivasa di Straits Times menegaskan bahwa krisis mungkin telah menciptakan ketidakpastian, tetapi juga menyebabkan peluang yang akan melihat sektor muncul atau tumbuh, sementara yang lain menghilang.

Pandemi global terbesar abad ini telah menciptakan kekacauan, mengancam kehidupan dan mata pencaharian dan membuat banyak industri dan perdagangan terhenti.

Meski pandemi menciptakan ketidakpastian, pandemi juga menciptakan pasar dan peluang baru untuk era pasca-Covid-19.

Bagaimanapun, krisis ini telah menunjukkan kepada kita bagaimana kita dapat mengubah cara kita bekerja dan bermain. Rapat, pembelajaran, transaksi, nonton konser, dan banyak hal lainnya telah dilakukan dari rumah.

Bisnis yang sebelumnya di pinggiran bisa tumbuh. Jika belum masuk marketplace setidaknya para penjual telah menggunakan media sosial termasuk media percakapan untuk menawarkan barangnya. Mungkin tidak lebih dari mereka yang menempati ruang digital.

Lompatan Digital terjadi. Sekitar 80 persen tenaga kerja kerah putih dikerahkan di bawah rezim Work From Home (kerja-dari-rumah), menciptakan industri rumahan dalam segala hal, mulai dari e-meeting dan e-seminar hingga e-sales dan e-marketing.

Telekonferensi online, obrolan dan diskusi serta pemasaran digital semuanya mempercepat perjalanan menuju ekonomi digital.

Dengan meledaknya webinar, perusahaan yang menawarkan layanan dukungan untuk webinar akan melakukannya dengan sangat diuntungkan dalam keadaan normal yang baru. Peluang baru juga muncul untuk perusahaan telekomunikasi, penyedia layanan Internet dan vendor aksesoris komputer.

Munculnya 5G akan mempercepat tren dan peluang ini.

Bahkan ada peluang untuk perusahaan perabotan dan renovasi rumah dan dekorator interior yang dapat menciptakan kantor rumah yang fungsional dan nyaman.

Tetapi pengaturan kerja jarak jauh dan telecommuting juga akan meningkatkan tantangan dalam keamanan online, stabilitas dan kemampuan bandwidth.

Perusahaan yang dapat menyediakan penyimpanan data, dukungan teknologi, platform aman, keamanan siber dan bahkan fasilitas cadangan akan melihat permintaan untuk layanan mereka tumbuh dengan cepat.

Singapura telah menjadi pemain terkemuka di banyak bidang, mulai dari kedokteran dan teknologi digital dan perbankan hingga manajemen rantai pasokan dan pendidikan. Krisis ini memberikannya peluang untuk memperkuat posisi kepemimpinannya di semua segmen ini.