Penanganan Covid-19, IDI: Indonesia Lebih Baik Dibanding 3 Negara Maju Ini  

Penanganan Covid-19, IDI: Indonesia Lebih Baik Dibanding 3 Negara Maju Ini  
Ilustrasi/net.

MONITORDAY.COM - Penanganan Covid-19 di Indonesia masih lebih baik jika dibandingkan negara-negara besar. Tak tanggung-tanggung, Erlina membandingkannya dengan negara seperti Jepang, Korea Selatan (Korsel), bahkan Amerika Serikat (AS), menurut Ketua Satgas Covid PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Erlina Burhan.

Alasannya, tercatat peningkatan kasus Covid-19 tertinggi saat ini justru terjadi di tiga negara itu. Sementara di Indonesia, kasus hariannya masih jauh lebih baik. 

“Menurut statistik nih jadi satu kebanggaan juga buat kita bangsa Indonesia, bahwa Indonesia itu termasuk salah satu negara yang baik pengendaliannya,” kata Erlina dikutip dari YouTube BNPB, Rabu (21/9/2022).

“Terbukti saat ini angka (kasus) kita yang termasuk kelompok terkontrol dibandingkan negara-negara yang seperti Amerika, Jepang, Korea Selatan itu masih tinggi-tinggi lho (kasusnya). Mereka negara maju dengan masyarakat yang juga sangat aware dengan kesehatan tapi kita beruntung kolaborasi seluruh aspek sektor dari seluruh lapisan bangsa Indonesia kita, alhamdulillah lumayan kita on the go track,” ujarnya.

Meski begitu, cakupan vaksinasi Covid-19 di Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan ketiga negara tersebut. Padahal, vaksinasi penting untuk pembentukan herd immunity sehingga menciptakan kekebalan kelompok yang mempercepat agar pandemi Covid-19 berakhir.

Apalagi, baru-baru ini Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan akhir pandemi sudah di depan mata. 

“Cakupan vaksinasi yang tinggi ini akan membuat kita segera bisa meninggalkan pandemi ini, mudah-mudahan menjadi endemi,” kata Erlina.

“Tapi ini PR ya buat kita. Karena kalau angka (kasus) menurun sudah, dulu tahun lalu 2021 saat Delta naik sekali dengan angka kematian juga sangat tinggi, saya ingat pernah satu hari ada yang meninggal sampai 2.000-an. Sekarang, dengan omicron yang memang kebetulan gejalanya ringan, tingkat keparahannya tidak seberat Delta, ini memang angka kematian tidak setinggi dulu. Bahkan semakin turun nih, walaupun sebetulnya angka Indonesia itu masih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata dunia,” ucapnya.

“Jadi upaya kita agar kita bisa sesuai dengan prediksi, kan ini prediksi, sesuai dengan prediksi WHO ini kita harus upayakan jangan banyak kasusnya, angka kematiannya turun dan flat, kemudian juga cakupan vaksinasi yang tinggi dalam upaya agar kasusnya semakin turun,” katanya lagi.