Pertamina Salurkan Dana Bergulir untuk Petambak Senilai Rp72 Miliar

Pembinaan petambak udang di Bratasena tersebut merupakan sinergitas BUMN Pertamina dan Perindo sebagai bentuk dukungan untuk memajukan sektor perikanan di Provinsi Lampung.

Pertamina Salurkan Dana Bergulir untuk Petambak Senilai Rp72 Miliar
Foto: ANTARA


MONITORDAY.COM - PT Pertamina (Pesero) sejak tahun 2018 hingga saat ini, tercatat 723 petambak udang Bratasena yang telah digandeng sebagai mitra binaan, dengan total pinjaman dana bergulir mencapai Rp72 miliar.

"Dari dana yang digulirkan tersebut, digunakan untuk pengembangan tambak, pembeliaan bibit dan pakan yang dikembangkan oleh Perum Perindo," kata Vice President (VP) Corporate Social Responsibility & Small Medium Enterprises Partnership Program (CSR & SMEPP) PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita dalam keterangannya di Bandarlampung, Senin (31/8).

Selain itu, lanjut dia, diikuti dengan berbagai kegiatan pelatihan, pendampingan dari Pertamina dan Perindo, untuk meningkatkan produksi udang jenis vaname yang dikembangkan para petambak.

Ia mengatakan pembinaan petambak udang di Bratasena tersebut merupakan sinergitas BUMN Pertamina dan Perindo sebagai bentuk dukungan untuk memajukan sektor perikanan di Provinsi Lampung.

"Pertamina secara rutin melakukan pendampingan dan meningkatkan kompetensi para mitranya melalui workshop, seminar, sertifikasi, dan bentuk lain," kata

Pihaknya bersama Perum Perindo bekerja sama wujud BUMN sebagai agen pembangunan untuk Indonesia.

"Pertamina, akan menjalankan komitmen PK ini untuk mendukung kesejahteraan dan kemajuan para petambak. Melalui sertifikasi ini, bahwa Pertamina akan selalu menggandeng para petambak agar semua naik kelas, dan melaui PK yang diberikan akan mendorong petambak udang Bratasena mencapai kemandirian," tambah Arya.

Komitmen para petambak udang dalam memenuhi kewajiban menyelesiakan pinjaman kemitraan juga ditandai dengan pengembalian jaminan sertifikat tanah petambak yang telah melunasi pinjamannya.

Arya menjelaakan setidaknya ada 133 petambak yang sudah melunasi pinjaman, sementara sisanya masih dalam proses karena saat ini tengah memasuki tahap panen.

"Alhamdulillah sudah lunas pinjaman modal dari Pertamina, saya bersyukur dapat suntikan dana ini yang waktu itu kami gunakan untuk beli bibit dan perawatan," ujar Nur Iswahyudi salah satu petambak.

Ia menambahkan kelancaran usaha tidak lepas dari bimbingan dari para pendamping baik dari Pertamina maupun Perindo.