Potret Hukum Indonesia Timur, FWI Gelar Diskusi Virtual ECJP 2020

keberadaan hutan alam di wilayah Indonesia Timur terus mengalami tekanan kerusakan setiap waktunya. 

Potret Hukum Indonesia Timur, FWI Gelar Diskusi Virtual  ECJP 2020
Enviromental Citizen Jurnalism Program (ECJP) 2020/ Teropong Malut


MONITORDAY.COM -  Wilayah timur Indonesia merupakan benteng terakhir hutan hujan tropis yang tersisa di Indonesia. 

Meskipun demikian, keberadaan hutan alam di wilayah ini terus mengalami tekanan kerusakan setiap waktunya. 

Pergerakan deforestasi berdasarkan data Forest Watch Indonesia juga mulai terpantau di wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Untuk itu,  FWI menggelar diskusi virtual bertajuk "Enviromental Citizen Jurnalism Program (ECJP) 2020, Memotret Kondisi Hutan dan Manusia di Timur Indonesia”, Kamis (1/10/2020).

Akademisi Universitas Pattimura, Agustinus Kastanya yang memandu diskusi ini mengawali dengan sejumlah fakta yang terkuak akibat pengrusakan hutan. 

" Tahun 2000-2009, Maluku dan Papua kehilangan hutan alam seluas 128,52 ribu ha/tahun. Selanjutnya (2009-2013) luasan hutan alam yang hilang berkurang menjadi 214,88 ribu ha/tahun dan terus meningkat pada periode 2013-2017 menjadi 308,81 ribu ha/tahun," ujar Agustinus saat memaparkan materi bersama Akademisi, Instansi Pemerintah dan Jurnalis Indonesia Timur. 

Sebagai konsekuensi dari hilangnya hutan,  ada masyarakat adat di wilayah Indonesia Timur yang terus merasakan ketidakadilan. Termasuk ketidakadilan terhadap akses kebenaran informasi, terutama tentang kondisi hutan dan program-program pembangunan lainnya. 

Alam yang ditempati masyarakat adat, kata Agustinus, harus berjibaku dengan intervensi pelaku illegal logging yang ditengarai di dukung oleh oknum tertentu.

Akibatnya, fakta pengrusakan itu pun tertutupi dengan berita yang tidak berpihak bagi masyarakat adat. 

Oleh karena itu, FWI mengelar diskusi virtual yang dirangkai dengan sejumlah kegiatan bertujuan untuk mendorong masyarakat dalam mengelola dan menyebarluaskan informasiuntuk menjamin kebenaran informasi kondisi lingkungan dengan fakta yang tidak terbantahkan

Diskusi virtual ini banyak menguak informasi penting seputar pengrusakan hutan di wilayah Timu Indonesia. 

Selain Agustinus Kastanya MS sebagai moderator,  para narasumber lain seperti Fredik E Timbel (Gakum LKH wilayah Maluku, Papua dan Papua barat),  Dr, Bokiraiya Latuamury, S, Hut.M, Sc ( Akademisi Unpatti Ambon), Suyadi Phd (Pusat Penelitian Biologi LIPI Bagor)  dan Habib Maskaty (Aktivis Lingkungan)

Untuk diketahui, ECJP merupakan sebuah wadah yang diinisiasi oleh FWI, Mongabay Indonesia dan Universitas Pattimura dalam rangka meningkatkan peran masyarakat (citizen) untuk turut terlibat dalam menyebarluaskan informasi kondisi hutan dan lingkungan.

Program ini juga diharapkan dapat memicu lahirnya citizen-citizen jurnalis yang kredibel dalam menyampaikan suatu informasi disertai dengan fakta dan data yang tak terbantahkan.