PUPR Tingkatkan Konektivitas Dalam Dorong Layanan Destinasi Pariwisata

Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata.

PUPR Tingkatkan Konektivitas Dalam Dorong Layanan Destinasi Pariwisata
Jalan lingkar Morotai. Dokumentasi Kementerian PUPR


MONITORDAY.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berupaya meningkatkan konektivitas lingkar Morotai, Maluku Utara, dalam rangka mendukung layanan destinasi pariwisata.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan untuk memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, juga kenyamanan perjalanan wisatawan menuju lokasi-lokasi wisata di Pulau Morotai.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan wisata,” kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10).

Penanganan Ruas Jalan Lingkar Morotai yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga terbagi dalam delapan paket pekerjaan yaitu, paket pembangunan jalan Sofi - Wayabula 1 sepanjang 3,5 Km dengan anggaran sebesar Rp38,9 miliar telah terkontrak pada 13 Oktober 2020 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2022.

Paket preservasi ruas jalan BTS Kota Daruba - Deo/Sangowo-Bere Bere - Sofi - Daruba - Wayabula sepanjang 185,71 Km dengan anggaran sebesar Rp15 miliar dengan progres mencapai 81 persen dan ditargetkan selesai Desember 2020.

Kemudian, terdapat enam paket pembangunan dan penggantian jembatan dengan biaya sebesar Rp430,88 miliar terdiri dari paket pembangunan jembatan Sofi - Wayabula 1 sepanjang 92 meter dengan anggaran sebesar Rp23 miliar dan progresnya mencapai 90,5 persen ditargetkan selesai Maret 2021.

Paket pembangunan Sofi - Wayabula 2 sepanjang 111 meter dengan anggaran Rp27,9 miliar dan progresnya mencapai 78,5 persen ditargetkan selesai Februari 2021.

Selanjutnya paket pembangunan jempatan Sofi - Wayabula 3 sepanjang 63 meter dengan anggaran sebesar Rp17 miliar dan progresnya mencapai 97,7 persen ditargetkan selesai Februari 2021. Paket pembangunan Jembatan Ake Godoa Lamo sepanjang 82,9 meter dengan anggaran Rp. 30 miliar progresnya mencapai 93,5 persen ditargetkan selesai Februari 2021.

Kemudian paket pembangunan Jembatan Ake Cio Dalem sepanjang 60 meter dengan anggaran sebesar Rp27,1 miliar progresnya mencapai 92,7 persen ditargetkan selesai Februari 2021.

Terakhir paket penggantian jembatan di Pulau Morotai sepanjang 21,6 meter dengan anggaran Rp. 8,7 miliar progresnya telah mencapai 100 persen.

Pemerintah telah menetapkan 10 destinasi wisata yang termasuk di dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Tanah Air, salah satunya Pulau Morotai.

Pulau Morotai sebagai salah satu pulau terluar dan terdepan di wilayah perbatasan Indonesia menyimpan potensi kekayaan alam bahari dan budaya, dengan sejumlah obyek wisata yang ditawarkan seperti Pantai Dodola, Pulau Zumzum, dan Museum Trikora.