Revolusi Digital, Tidak Hanya Giring Siswa Bisa Ketik Ms Word dan PPT Tapi Harus Lebih Dari Itu

Revolusi digital tidak hanya mengajarkan siswa bisa ketik Ms Word dan bisa PPT. Namun kemampuan tekhnis yang lebih luas perlu diberikan.

Revolusi Digital, Tidak Hanya Giring Siswa Bisa Ketik Ms Word dan PPT Tapi Harus Lebih Dari Itu
Foto Ilustrasi/net


MONITORDAY.COM - Sejumlah sekolah belum menerapkan mata pelajaran informatika selama menggunakan Kurikulum 2013 sebagai patokan pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013, pelajaran Informatika tak diwajibkan di seluruh sekolah.

Kepala Sekolah SMPN 52 Jakarta Timur, Heru Purnomo mengatakan sekolahnya tak memiliki guru informatika saat ini.

Sekolahnya pernah mempekerjakan guru informatika ketika penerapan Kurikulum 2006, di mana pelajaran teknologi informasi komunikasi (TIK) menjadi pelajaran wajib. Namun semenjak Kurikulum 2013 diterapkan, guru informatika tak lagi dibutuhkan di sekolah.

Heru mendapati hal tersebut tak mengembangkan kemampuan informatika siswa ke arah yang lebih luas. Ia menilai dengan revolusi digital yang terus berkembang, seharusnya siswa diajarkan mengasah kemampuan digital di luar kemampuan teknis.

"Karena mereka tidak punya dasar kemampuan dan keterampilan untuk digitalisasi. Akhirnya mereka itu hanya sekedar bisa. Mereka bisa ngetik, bisa power point. Tapi yang lebih luas, seperti photoshop, itu tidak bisa," ujarnya di Jakarta, Rabu (23/9/2020).

Oleh karena itu, Heru mendukung upaya pemerintah menjadikan informatika pelajaran wajib di kurikulum baru. Ia menilai siswa di sekolah sangat membutuhkan pengembangan informatika yang lebih luas sebagai bekal di masa depan.

Indra Kustoyo, guru Informatika di SMA Negeri 111 Jakarta mengatakan informatika masih menjadi mata pelajaran pilihan di sekolahnya. Mata pelajaran itu juga baru diterapkan tahun ini.