Ribka Tolak Vaksin Sinovac, Arqam Azikin: Cari Panggung dan Sensasi

Ribka Tolak Vaksin Sinovac, Arqam Azikin: Cari Panggung dan Sensasi
Pengamat politik kebangsaan, Arqam Azikin/ Istimewa

MONITORDAY.COM - Meski Ribka Tjiptaning, Anggota DPR RI Fraksi PDIP, telah dirotasi dari Komisi IX ke Komisi VII berdasarkan surat Fraksi PDIP DPR Nomor 04/F-PDIP/DPR-RI/2022 tertanggal 18 Januari 2021 yang diterima Monitorday.com, namun ujarannya beberapa waktu lalu (12/1/2021) yang tegas menolak Vaksin Covid-19 berjenis Sinovac membuat sejumlah pihak geram.

Pengamat politik kebangsaan, Arqam Azikin menilai ucapan  penulis buku Aku Bangga Jadi Anak PKI tersebut hanya mencari panggung. 

Karena menurutnya, tugas seorang anggota DPR RI adalah mengawasi kinerja kebijakan pemerintah pusat. Jadi ketika Ribka tidak setuju dengan adanya vaksin harusnya sejak 5 atau 6 lalu sudah protes.

“Sepekan terakhir kita dihebohkan oleh Viral video statement Ribka tjiptaning anggota DPR RI fraksi PDIP Perjuangan penulis buku Aku Bangga Jadi Anak PKI video ini kemudian didiskusikan di mana-mana. Tapi sayangnya Saya mau beritahu kepada rakyat Indonesia ya komunikasi politik seperti ada hal yang biasa. Tugasnya sebagai anggota DPR adalah mengawasi kinerja kebijakan pemerintah pusat sebagai anggota DPR RI. Kenapa baru sekarang tolak vaksinnya,” ungkap Arqam dalam video yang dikutip Monitorday.com, Kamis (21/1/2021).

“Kalau mau ngomong dan tolak vaksin harusnya 5/6 bulan yang lalu, sebelum vaksin ini tiba di negara ini atau belum dipesan oleh Menkes atau negara, kalau dia mau protes tentang sinovac, ya silakan protes di bulan yang lalu, jangan sekarang terlambat,” tambahnya dengan tegas.

Selain itu, Arqam yang juga dosen Fispol Unismuh Makasar ini sempat menyinggung terkait kinerja dari seorang Ribka Tjiptaning. Dirinya mengatakan harusnya Ribka yang dipertanyakan kinerjanya disini. 

Bahkan Arqam mengatakan bahwa sikap Ribka yang debat sana-sini hanya sekedar cari sensasi.

“Sebagai anggota DPR RI justru kinerja Anda dipertanyakan. Kenapa anda tidak ngomong di beberapa bulan yang lalu. Jangan balik-balik situasi seolah-olah anda hebat di DPR dengan konteks ini. Kalau cara komunikasi politik gampang dicermati. Ini politisinya oknum polisi sini lagi cari panggung,” ujar Arqam.

“Selama setahun terakhir kita tidak tahu apa kinerjanya. Selama jadi anggota DPR RI Komisi 9 di bidang kesehatan, coba buka-buka datanya. Atau begini kalau Anda punya data gentleman, silakan buka tentang vaksin ini kepada rakyat Indonesia jangan sepotong-sepotong,” tambah Arqam kemudian.

Dalam statementnya yang viral itu, Ribka juga sempat mengatakan bahwa ia lebih memilih membayar denda ketimbang harus mengorbankan dirinya untuk disuntik vaksin.

Arqam pun langsung menanggapi bahwa si Ribka hanya membicarakan hal pribadinya tanpa melihat situasi dan kondisi dari rakyatnya.

“Anda mengatakan Anda berani bayar denda karena tidak mau vaksin. Iya kan ada punya dana anda punya tunjangan, udah punya gaji DPR yang besar untuk bayar tunjangan. Apa dendanya itu tapi rakyat Indonesia kalau didenda mana bisa bayar dendanya itu. Jadi Anda ngomong untuk kepentingan pribadi bukan kepentingan rakyat,” tandas Arqam.

“Presiden, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, semua sudah memperagakan dan sudah demonstrative dengan suntikan vaksin. Lalu anda kemudian tiba-tiba ngomong lagi beberapa hari terakhir bahwa vaksin ini adalah rongsokan. Betul-betul anda cari panggung. Ingat jabatan anggota DPR itu ingat rakyat Indonesia DPR itu adalah pejabat negara. Kalau dia pejabat negara ini harus bisa bertanggung jawabkan secara moral,” tegas Arqam.

Arqam juga meminta Ribka untuk bertanggung jawab atas apa yang ia katakan terkait vaksin sinovac. Dirinya juga mengatakan bahwa tak seharusnya seorang politisi kerjanya hanya mencari panggung.

“Ini harus dipertanggungjawabkan secara moral enak saja dia ngomong sebagai anggota DPR dan pejabat negara yang ngomong sekarang tentang sinovac. Terus tidak mau divaksin ini nilai negaranya di mana. Ini orang makanya saya menduga ini hanya cari panggung politik supaya mau terkenal lagi, kemarin-kemarin tidak jelas juga apa kinerja nya di departemen sekarang begini mereka buktikan vaksin ini tidak efektif buktikan kalimat anda tentang si Novac ini rongsokan kalau tidak mampu anda buktikan. Dalam 2 minggu ini saya kasih waktu nah kita berdebat saya tunggu rakyat Indonesia tunggu apa data anda tentang vaksin ini,” ungkap Arqam.