Roadshow Yang Beraroma, Gus Ami: Kenalin Buku Aja 

Roadshow Yang Beraroma, Gus Ami: Kenalin Buku Aja 
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami (Foto: Istimewa)

MONITORDAY.COM - Bunyi gendang Pemilihan Presiden kian nyaring hingga menembus batas new normal. Banyak cara yang dilakoni politisi senayan hingga kepala daerah yang digadang-gadang ingin ikut kontestasi Nyalon Presiden (Nyapres) 2024. 

Saat ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Ami juga getol menggelar Road Show Politik Kesejahteraan perdana kerja sama antara DPR RI dengan sejumlah Perguruan Tinggi.

Terbaru, kerjasama dengan Institute Pertanian Bogor (IPB) pada Sabtu (3/4/2021).

Road Show yang digelar secara virtual ini adalah rangkaian webinar bedah buku karya Gus Ami berjudul Negara dan Politik Kebangsaan.

Saat ditanya, makna dibalik Road Show yang digelar secara virtual, Gus Ami memastikan hanya mengenalkan buku, bukan tendensi makna tertentu.   

Dalam kesempatan itu, hadir sebagai pembedah buku Dekan FEM IPB, Nunung Nuryantono, Guru Besar Ilmu Ekonomi FEM IPB, Didin S. Damanhuri, dan Pengamat Ekonomi Pertanian, Khudhori.

Rektor IPB, Arif Satria menyambut baik acara tersebut. Menurut Arif, karya Gus Ami itu adalah pondasi untuk meraih kesejahteraan yang berkeadilan di Indonesia sekaligus membangun optimisme.

“Moga-moga para panelis yang sangat berkompeten bisa membedah secara komprehensif apa yang ada dalam huku Gus Ami ini. Buku ini sangat dalam, sekaligus ikhtiar untuk menatap masa depan bangsa seperti apa. Kita sebagai civitas akademika punya tanggung jawab untuk membangun optimisme,” kata Arif.

Dalam pidatonya Gus Ami menilai, buku ini adalah bagian dari perjalanannya selama ini. Menurut dia, politik kesejahteraan sangat relevan digali terutama dalam suasana hari ini.

“Terlebih pendemi ini telah merontohkan tata kelola pembangunan dan basis-basis kita, terutama ekonomi. Sehingga setiap kebijakan dan strategi yang kita pilih tidak boleh lepas dari politik kesejahteraan sesuai amanat UUD 1945,” kata dia di IPB, Bogor.

Menurut dia, membangun politik kesejahteraan tidak boleh lepas dari pertanian. “Jika kita ingin mengentaskan kemiskinan tentu harus memperhatikan pertanian,” ujarnya.

Banyak sekali perjalanan dan teori yang tidak pernah berhenti dalam memperbaiki visi, misi, dan haluan pembangunan. Karena itu Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebut bangsa Indonesia memiliki kesempatan bahwa pasca pandemi ini bisa mewujudkan kesejahteraan.

Gus Ami juga menyinggung sistem pasar global dan bebas yang sedang dihadapi bangsa Indonesia hari ini bisa diatasi jika memiliki pondasi yang kuat. Salah satu pondasi yang harus diperkuat itu adalah pertanian.

“Pertanian adalah kekuatan kita, tapi strategi dan pembangunan pertanian kita memerlukan penyempurnaan. Di sisi lain pertanian telah menjadi penolong kita, sektor paling penting bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan kita,” ungkapnya

Turut hadir dalam kesempatan itu Sekjen Kemendesa, Taufik Majid, Ketua Fraksi PKB DPR RI, Cucun A Syamsurijal, Ketua Komisi VI DPR RI, Faisol Riza, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda serta sekitar puluhan peserta offline dengan protokol kesehatan.