Rosiana Silalahi Ungkap Tantangan Tersulit Saat Adu Akting dengan Cak Lontong 

Rosiana Silalahi Ungkap Tantangan Tersulit Saat Adu Akting dengan Cak Lontong 
Presenter Rosiana Silalahi/Net.

MONITORDAY.COM - Presenter Rosiana Silalahi tengah menimba pengalaman seni peran dalam Perempuan-Perempuan Pilihan dari Indonesia Kita untuk pertama kalinya. Kendati demikian, urusan menghafal skrip atau latihan akting bukanlah tantangan tersulit baginya. 

Lebih lanjut, Rosi menuturkan ada hal yang lebih besar ketimbang itu. Berakting di hadapan Cak Lontong rupanya dirasa tidaklah mudah lantaran harus kuat menahan kelucuan sang komedian. 

"Saya bilang sama Cak Lontong, kayanya tantangan terbesarku adalah gak bisa nahan ketawa," ujar Rosiana Silalahi, ditemui Taman Ismail Marzuki, Sabtu (17/9/2022). 

Kekhawatiran Rosiana pun terbukti. Dirinya tak sanggup menahan gelak tawa mendengar ocehan Cak Lontong dan kawan-kawan di atas panggung. 

"Benar aja, ada di satu babak, saya benar-benar gak bisa nahan ketawa, karena mereka improvisasinya," katanya. 

Sejak awal Rosiana sudah menaruh curiga. Pasalnya, dialog Cak Lontong dirasa tidak lengkap. 

Perempuan yang juga berprofesi Jurnalis ini sudah menduga bahwa Cak Lontong dan beberapa pemain lain akan melakukan banyak improvisasi kocak. 

Sementara itu Rosiana Silalahi mengaku hanya melakukan sesi latihan dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini tampaknya cukup berkesan bagi Rosi lantaran dirinya baru kali ini terjun ke dunia teater. 

"Menurut saya ini sih pementasan yang gila ya untuk satu teater. Kami hanya latihan adu hari saja sebelum hari h, dan di hari h nya. Jadi bayangin orang seperti saya yang belum pernah main teater harus bermain dengan latihan dua kali," tuturnya. 

Beruntung, Rosiana dipertemukan dengan sederet pemain lain yang mampu mengisi kekurangan satu sama lain. Ya, lakon ini dibintangi oleh sederet pesohor tanah seperti Rieke Diah Pitaloka, Dira Sugandi, dan Cak Lontong. 

Pertunjukan dari Indonesia Kita berjudul Perempuan-Perempuan Pilihan mengisahkan tentang kehidupan suatu negara yang makmur dan sejahtera berkat pemerintahan yang dipimpin oleh para perempuan. Pemimpin negara, politisi, hakim, birokrat, pegawai, semuanya perempuan. Bahkan seluruh penduduk negeri itu adalah perempuan. 

Dunia yang tenang dan nyaman tapa laki-laki dan tulah zaman keemasan perempuan. Tapi ketenangan dan kenyamanan itu mendadak terguncang karena ada yang hamil.