Sekjen MUI: Umat Harus Pakai Pendekatan Iman dan Ilmu untuk Hadapi Virus Corona

Jadi ada dua cara membuat hidup kita berarti dan bermakna bagi diri kita dan orang lain yaitu melalui pendekatan keimanan dan pendekatan keilmuan.

Sekjen MUI: Umat Harus Pakai Pendekatan Iman dan Ilmu untuk Hadapi Virus Corona
Sekjen MUI Anwar Abbas.


MONITORDAY.COM - Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas memberi tanggapan terkait virus corona Covid-19 yang belakangan semakin meluas penyebaranya. Menurutnya, dalam mengatasi pandemi tersebut hendaknya memakai pendekatan keimanan dan keilmuan.

Ia mengatakan, seperti dalam Alquran dan Hadis nabi, bahwa perpaduan antar keduanya merupakan cara paling baik dalam mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapi.

"Dalam ayat Al Quran disebutkan bahwa  [Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat lebih tinggi]," ujar Anwar Abbas, Rabu (1/4).

"Jadi ada dua cara membuat hidup kita berarti dan bermakna bagi diri kita dan orang lain yaitu melalui pendekatan keimanan dan pendekatan keilmuan," sambung dia.

Menurut Anwar, pendekatan keimanan diperlukan agar diri sendiri dan orang lain semakin mendekatkan kepada Allah SWT dengan berdoa dan bertaubat.

Dengan pendekatan tersebut, manusia akan semakin sadar dan tahu bahwa Tuhan adalah maha kuasa dan dengan kekuasaan-Nya akan bisa menjauhkan musibah yang dihadapi.

Sementara dengan pendekatan keilmuan, manusia akan sadar bahwa Tuhan telah menciptakan alam dan telah membuat serta menetapkan hukum dan ketentuan-Nya dengan sunnatullah atau hukum alam.

"Sehingga melalui riset dan pengkajian tentang alam, ilmuwan akan menemukan kebenaran-kebenaran yang dirumuskan dalam bentuk teori hingga terbentuk ilmu," ujar ketua PP Muhammadiyah itu.

Dengan adanya ilmu, menurut Anwar, manusia mengenal adanya ahli yaitu orang yang menguasai bidang yang ditekuni. Karena itu, kita sebagai manusia harus menyerahkan pada ahlinya dalam menghadapi pandemi corona ini.

Karena itu, menurut Anwar, cara terbaik saat ini yang bisa dilakukan untuk bisa bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain adalah dengan mematuhi protokol medis yang didasarkan kepada ilmu pengetahuan yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Dengan itu Insya Allah kita dan orang lain akan mendapatkan kemashlahatan serta terhindar dari bahaya dan malapetaka yang kita takutkan," tandas Anwar Abbas.

Seperti diketahui, berdasarkan data pemerintah, jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19, hingga Rabu (1/4) sebanyak 1.311 orang, kemudian yang sembuh sebanyak 81 orang, sementara yang meninggal dunia akibat virus ini sebanyak 136 orang.