Sekjen PDIP: Tim Prabowo Lebih Sibuk Urus Ratna Sarumpaet Ketimbang Korban Bencana Alam

Sekjend PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut tim pemenangan Prabowo-Sandiaga lebih memperhatikan kasus dugaan pengeroyokan Ratna Sarumpaet yang belum jelas kebenarannya ketimbang korban bencana alam Palu-Donggala Sulawesi Tengah.

Sekjen PDIP: Tim Prabowo Lebih Sibuk Urus Ratna Sarumpaet Ketimbang Korban Bencana Alam
Hasto Kristiyanto /Net

MONITORDAY.COM - Sekjend PDI-P Hasto Kristiyanto menyebut tim pemenangan Prabowo-Sandiaga lebih memperhatikan kasus dugaan pengeroyokan Ratna Sarumpaet yang belum jelas kebenarannya ketimbang korban bencana alam Palu-Donggala Sulawesi Tengah.

"Kepentingan kelompok terlalu dikedepankan, mengangkat penganiayaan yang belum jelas kebenarannya," ujar Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima Monitorday.com pada Rabu, (3/10/2018).

"Sungguh tidak tepat, pada saat seluruh warga bangsa berduka dan berbela rasa akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah," tegasnya. 

Hasto beranggapan, tindakan tim Prabowo-Sandiaga terkesan lebih menunjukkan kepentingan politik ketimbang mendengarkan suara kemanusiaaan untuk membantu korban bencana alam. 

"Ada upaya mempolitisir kasus penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet yang belum jelas," ucapnya.

“Kita ini negara hukum. Jika tim pemenangan Prabowo-Sandi betul-betul memiliki bukti otentik atas penganiayaan tersebut, segera laporkan polisi. Tempuh jalur hukum dan minta visum et repertum sehingga publik mendapatkan kejelasan atas persoalan tersebut” imbuhnya.

Diberitakan Monitorday.com sebelumnya, Ratna Sarumpaet mengaku telah mengalami penganiayaan pemukulan di bandara Bandung pada 21 September 2018 dan baru-baru ini ramai diperbincangkan di media sosial setelah foto wanita paruh baya dengan luka lebam dan bengkak bekas pukulan beredar. Wanita tersebut diduga adalah Ratna Sarumpaet.