Soal Penyataan Agama Musuh Pancasila, MUI: Masyarakat Akan Hilang Kepercayaan pada BPIP

Pemberhentian tidak terhormat merupakan langkah yang tepat karena pernyatan Kepala BPIP itu dinilai bisa mengancam eksistensi negara.

Soal Penyataan Agama Musuh Pancasila, MUI: Masyarakat Akan Hilang Kepercayaan pada BPIP
Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas/net


MONITORDAY.COM - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas memberi tanggapan terkait pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Yudian Wahyudi yang ramai diperbincangkan lantaran menyebut agama musuh Pancasila.

Menurut Anwar, jika Yudian benar mempunyai pandangan seperti itu, sejatinya Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera memecatnya, karena pernyataan kontroversial itu berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap BPIP.

“Jika Yudian Wahyudi tidak diberhentikan maka sejatinya BPIP sudah kehilangan kepercayaan dari rakyat,” tutur Anwar Abbas, dalam keterangan tertulis yang dikutip Kamis, (13/2).

Menurut Anwar, pemberhentian tidak terhormat merupakan langkah yang tepat karena pernyatan Kepala BPIP itu dinilainya bisa mengancam eksistensi negara. "Bagaimana bisa seorang kepala BPIP punya pemahaman seperti itu," ucapnya.

Pandangan bahwa agama musuh Pancasila, menurut Anwar justru akan berpotensi mengancam eksistensi Pancasila itu sendiri. Karena dalam sila pertama Pancasila soal Ketuhanan justru terkait agama.

“Agama itu sendiri merupakan unsur dalam Pancasila itu yaitu sila pertama yakni Ketuhanan yang Maha Esa,” ujar Ketua PP Muhammadiyah itu.

Karena itu, Anwar mengungkapkan, peran BPIP sebagaimana yang diharapkan oleh Presiden Jokowi agar masyarakat dapat memahami ideologi Pancasila akan terganjal dengan pernyataan yang kontradiktif dari Yudian.

"Kalau yang bersangkutan benar punya pandangan seperti itu maka pilihan yang tepat untuk kebaikan bangsa dan negara yaitu yang bersangkutan mundur atau dimundurkan,"  tandasnya.