Survei IPO: Tito Menteri Berkinerja Paling Baik Hadapi Pandemi

Peneliti IPO Catur Nugroho menjelaskan, penilaian responden kepada Tito didasarkan dua aktifitas kementerian, yaitu penundaan Pilkada serentak 2020 yang seharusnya dilaksanakan pada September, menjadi Desember 2020.

Survei IPO: Tito Menteri Berkinerja Paling Baik Hadapi Pandemi
Mendagri Tito Karnavian.


MONITORDAY.COM - Indonesia Political Opinion (IPO) baru saja merilis hasil survei terkait kinerja para Menteri di masa pandemi. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dinilai publik sebagai menteri terbaik dengan total persepsi 34.5 persen.

Peneliti IPO Catur Nugroho menjelaskan, penilaian responden kepada Tito didasarkan dua aktifitas kementerian, yaitu penundaan Pilkada serentak 2020 yang seharusnya dilaksanakan pada September, menjadi Desember 2020.

"Alasan kedua karena dianggap responsif berupaya mengendalikan pandemi dengan program inovasi new normal di daerah, bahkan hingga dikompetisikan untuk memicu derah bekerja, aktifitas itu juga memengaruhi publik" jelas Catur, dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (6/7).

Dalam analisa IPO, aktifitas pemerintah mendapat perhatian lebih selama pandemi Covid19. Hal tersebut membuat publik mengenali kebijakan-kebijakan pemerintah, terutama yang berdampak pada masyarakat.

"Jika dilihat dari tren perhatian publik pada pemerintah, selama pandemi ini ada peningkatan, untuk itu aktifitas pemerintah akan selalu memicu perdebatan publik, lebih lagi jika kebijakan itu berdampak langsung, dan upaya penanganan Covid19 sangat dirasakan publik" lanjutnya.

"Memang, inovasi new normal daerah adalah program kolaboratif beberapa kementerian dan lembaga, tetapi publik hanya tahu inisiatornya, yaitu Mendagri. Inilah faktor penting persepsi baik ke Tito" terangnya.

Melihat data survei tersebut, Catur melihat adanya kemungkinan Tito Karnavian memiliki potensi untuk terus dipersepsikan baik.

"Ini menjadi momentum Tito, apakah berhasil mempertahankan ritme kerja berdampak pada publik, atau tidak, tentu hari ini publik mudah melakukan penilaian seiring terbukanya informasi".