Tak Mau Ambil Risiko, India Perpanjang Lockdown

Meski lockdown diperpanjang, India mengizinkan restoran, mal dan bangunan keagamaan dibuka di tempat yang tidak termasuk zona merah.

Tak Mau Ambil Risiko, India Perpanjang Lockdown
ilustrasi/Net


MONITORDAY.COM -  Sejak merebaknya pandemi Covid-19 ke negara di belahan dunia, India masuk ke dalam 10 besar negara paling terdampak oleh virus ini. Data Reuters menunjukkan, negara terpadat kedua di dunia berada di urutan kesembilan dalam daftar negara paling terinfeksi. Hal ini membuat India semakin meningkatkan kewaspadaannya dalam menghadapi Covid-19.

Bahkan hingga saat ini, India masih memberlakukan lockdown bagi warganya. India memperpanjang karantina wilayah di zona berisiko tinggi hingga 30 Juni 2020. Hal itu dilakukan menyusul peningkatan jumlah kasus Covid-19 saat pelonggaran lockdown.

Meski lockdown diperpanjang, India mengizinkan restoran, mal dan bangunan keagamaan dibuka di tempat yang tidak termasuk zona merah. Pembukaan kembali dilakukan mulai 8 Juni 2020.

Kementerian Dalam Negeri memerintahkan pemerintah daerah mengidentifikasi wilayah yang tetap menerapkan lockdown karena melaporkan infeksi yang tinggi. Bagi wilayah yang tidak berisiko tinggi, tempat umum boleh kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

India melaporkan kenaikan harian yang tinggi pada kasus baru Covid-19 pada Sabtu (30/5). Sebanyak 7.964 kasus baru dilaporkan sehingga total kasus di India mencapai 173.763 dengan jumlah kematian 4.971 orang.  Pembatasan perjalanan udara internasional dan layanan kereta dalam kota belum dicabut. Namun, izin perjalanan antarnegara sudah diberikan.

Perdana Menteri Narendra Modi berencana berpidato pada Ahad (31/5) terkait lockdown dan perkembangan Covid di negaranya. Saat ini, Pemerintahan Modi tengah berjuang mengatasi pandemi dengan lockdown terpanjang di dunia. Karena itu, ia mendesak semua orang mengikuti aturan.

"Negara kita dikepung oleh masalah di tengah populasi yang besar dan sumber daya yang terbatas," tandasnya sebagaimana dilansir dari Reuters.