Tingkat Kematian Rendah, Ini Langkah Strategis Arab Saudi Tangani Covid-19

Arab Saudi sudah menyadari betapa bahayanya virus Corona ketika WHO mengumumkan virus baru tersebut pada 12 Januari 2020 lalu, sehingga Arab Saudi seudah melakukan beberapa langkah pencegahan sebelum akhirnya virus itu masuk ke wilayah Arab Saudi.

Tingkat Kematian Rendah, Ini Langkah Strategis Arab Saudi Tangani Covid-19
Seorang pria memeriksa teleponnya saat dia menyeberang jalan kosong di kota suci Mekah Arab Saudi pada 3 April. VIA GETTY IMAGE


MONITORDAY.COM –  Jumlah kasus corona di negara-negara Arab terus bertambah, salah satunya adalah Arab Saudi, Berdasarkan data worldmeter, pada Jumat (10/4), orang yang dinyatakan positif sebanyak 3.287 orang setelah melakukan pengetesan kepada 115.585 orang.

Kasus yang bertambah di Arab Saudi, menurut Arab News salah satunya disebabkan karenya banyaknya warga yang tidak melapor ketika pernah bepergian ke negara yang sudah banyak kasus positive Corona lalu menghadiri beberapa pertemuan sosial seperti pernikahan, pemakanam dan acara keluarga.

Bahkan New York Times melaporkan pada Rabu (8/4) sebanyak 150 anggota keluarga kerajaan Saudi dinyatakan positif.

Kementrian Kesehatan Arab Saudi mengatakan bahwa kasus yang terjadi di Arab Saudi berasal dari Morocco, India, Jordan, Philippines, UK, UAE, dan Switzerland.

tetapi meskipun kasus corona di Arab Saudi terus betambah jumlah kematian akibat kasus ini terhitung sedikit yaitu 44 orang.

Menurut data yang telah kami himpun, Arab Saudi menjadi negara yang sangat sadar bahaya virus corona ketika WHO mengumumkan virus baru ini pada 12 Januari lalu.

Berikut merupakan beberapa kebijakan Pemerintah Arab Saudi sebagai upaya pencegahan penyebaran Virus Corona:

Menutup Mekah dan Madinah

Pada tanggal 27 Februari 2020, Arab Saudi Mengumumkan penangguhan waktu bagi orang yang ingin melakukan ziarah umrah atapun berkunjung ke Masjid Nabawi di Madinah.

Bahkan menurut Arab News, pada Kamis (5/3) pemerintah Arab Saudi melakukan tindakan lanjut berupa penutupan di Area Masjid Agung untuk sterilisasi.

Selanjutnya pada Kamis (19/3) mereka juga menutup masjid di Makkah dan Madinah bagi masyarakat umum yang ingin melakukan shalat lima waktu dan shalat Jumat untuk membatasi penyebaran virus Corona, dan pada Jumat (20/3) hal serupa juga diberlakukan seluruh Arab Saudi, seperti dikutip Saudi Gazette, Jumat (10/4).

Pemulangan Warga Negara Arab Saudi

Pada Minggu (2/2/2020), kantor berita Resmi Arab Saudi mengumumkan pemulangan 10 siswa Saudi dari Wuhan, mereka mengumumkan bahwa semua siswa yang dipulakan tersebut telah melakukan tes dan hasilnya negative COVID-19. Namun, meskipun negative mereka tetap dikarantina selama dua minggu sebelum diizinkan pulang.

Mobilitas dan Transportasi

Pada Kamis (6/2), Kantor Berita Resmi Arab Saudi mengumumkan larangan bepergian ke Tiongkok bagi warga.

Dikutip dari reuters jumat (10/4), Menteri Luar Negeri Arab Saudi mengumumnkan penghentian sementara waktu bagi warga diwilayah Gulf Cooperation Council (GCC) yang ingin ke Makkah dan Madinah, kecuali bagi warga GCC yang telah berada di Arab Saudi selama 14 hari dan tidak menunjukan gejala COVID-19. Arab Saudi juga menangguhkan penerbangan penumpang langsung antara Kerajaan Arab Saudi dan Cina sejak awal Februari. 

Dan pada Jumat (20/3), Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menutup sementara penerbangan domestik, kereta api , bus , dan taksi selama 14 hari dalam upaya menghentikan penyebaran COVID-19, yag diberlakukan pada tanggal 2 Maret 2020.

Jam Malam

Seperti dikutip dari kantor berita Al-Jazeera, Jumat (10/4), pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan bahwa mereka menghentikan sementara semua transportasi masuk dan keluar dari Provinsi Qatif, karena menurut Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi semua individu dengan kasus yang telah terkonfirmasi berasal dari Qatif.

Sehingga pada Minggu (29/3), Kantor Berita Resmi Arab Saudi mengumumkan pemberlakuan Jam malam, sehingga aktivitas warga dibatasi dari jam 6 pagi sampai jam 3 sore.

Kota-kota suci Makkah dan Madinah juga tidak luput dari aturan jam malam ini. kantor berita resmi Arab Saudi mengumumkan bahwa pemerintah Arab Saudi telah memberlakukan jam malam pada Kamis (2/4) untuk kota Riyadh, Dammam, Tabuk, Dhahran dan Hofuf juga untuk Kota Jeddah, Ta'if, Khobar dan Qatif.

Tindakan Pencegahan lainnya

Dikutip dari kantor berita resmi Arab Saud pada Jumat (6/3), Kementerian Olahraga Arab Saudi mengumumkan bahwa semua kompetisi olahraga akan diadakan secara tertutup dan Olimpiade Saudi 2020 ditangguhkan sampai waktu yang belum ditentukan.

Kementerian Olahraga juga akan menutup semua stadion dan pusat-pusat olahraga dan kebugaran, seperti dikutip kantor berita resmi Arab Saudi, Sabtu (14/3)

Selain Kementertian Olahraga, pada Minggu (8/3) Kementerian Pendidikan Arab Saudi memberlakukan hal yang sama, yaitu menutup semua lembaga pendidikan, termasuk sekolah negeri dan swasta, serta lembaga pelatihan teknis dan kejuruan untuk mengendalikan penyebaran virus.

Kementerian Urusan Kotan dan Pedesaan mengumumkan pada laman resminya bahwa mereka menutup semua taman hiburan dan zona hiburan di mall, dan memprioritaskan sterilisasi smua restoran. Selain itu merekan juga melarang semua acara sosial termasuk pemakaman dan pernikahan, namun tetap membuka apotek dan supermarket.