Tolak Pembangunan Hotel di TIM, Seniman Buat "Pernyataan Cikini"

"Pernyataan Cikini" menolak Jakpro mengelola TIM dan mendirikan hotel di pusat kesenian TIM.

Tolak Pembangunan Hotel di TIM, Seniman Buat
Istimewa

MONITORDAY.COM - Seluruh seniman yang aktif di Taman Ismail Marzuki membuat sebuah pernyataan sikap bernama "Pernyataan Cikini" yang isinya memuat penolakan terhadap Jakpro untuk mengelola dan mendirikan hotel di pusat kesenian Taman Ismail Marzuki (TIM).

Menurut Radhar Panca Dahana yang juga ketua dari para seniman TIM, hingga saat ini dirinya serta seniman lainnya yang menandatangani Pernyataan Cikini tidak pernah diajak untuk berdiskusi oleh Jakpro terkait pembangunan hotel bintang lima yang akan bernama Wisma TIM.

"Jakpro itu hanya ngomong sama beberapa orang yang beberapa orang yang tidak mewakili dan merepresentasi seniman di Jakarta. Mereka merepresentasi kepentingan mereka pribadi ya kan dan saya bilang ke teman-teman "nanti juga mereka kejedot" dan mereka sudah kejedot kena PHP, akhirnya mereka kembali mendukung kita. Ada orang-orang begitu," ujar Radhar sesaat lalu.

Pernyataan Cikini itu sendiri dibuat dalam Diskusi Publik bertajuk “PKJ-TIM Mau Dibawa Ke mana?” yang digelar di PDS HB Jassin, (20/11/19). Acara itu menghadirkan pembicara di antaranya, Radhar Panca Dahana (Budayawan), Taufiq Ismail (Penyair), Abdul Hadi WM (Penyair), Arie Batubara (Salah satu Penyusun Konsep Revitalisasi TIM), Taufik Azhar (Anggota Komisi B DPRD DKI), Dadang Solihin (Deputi Gubernur Jakarta bidang Budaya dan Pariwisata).

Radhar P. Dahana dalam acara itu mengatakan, para seniman akan pasang badan sampai berdarah-darah demi menyelamatkan TIM untuk tidak dijadikan lahan bisnis penguasa pemerintah daerah yang pengelolaannya oleh BUMD PT Jakpro, Jakarta Propertindo untuk 30 tahun ke depan.

"Taman Ismail Marzuki ini adalah rumah kita. Kita harus pertahankan! Bagaimana hubungannya, membangun kebudayaan dengan membangun hotel bintang lima di TIM ini? Itu kebudayaan koplok! Sedangkal itukah pemahaman tentang kesenian dan kebudayaan? Yang terjadi sekarang adalah assanisasi terhadap kebudayaan. Terhadap ruang kesenian kita. Ya. Kalau begini, jangankan Gubernur, Presiden pun kita lawan!” ujar Radhar Panca Dahana lantang, menyambut protes keras yang disuarakan para seniman pada pertemuan siang semalam, di PDS HB Jassin.

Berikut isi Pernyataan Cikini:

PERNYATAAN CIKINI

    Bersama ini, 
    Kami seluruh seniman dan seniwati Taman
    Ismail Marzuki menyatakan dengan tegas 

                            MENOLAK:

    1. Pelibatan Jakpro dalam mengurus atau
        mengembangkan seluruh fasilitas/isi
        kompleks Taman Ismail Marzuki.

   2. Jika revitalisasi dalam bentuk apa pun
        tidak melibatkan secara langsung  
        pendapat dan atau kerja para seniman
        dan seniwati yang ada di dalamnya.

   3. Upaya pembangunan dalam ruang
       kebudayaan yang luas, termasuk
       membangun manusia unggul, tanpa
       pemahaman komprehensif dan sosialisasi 
       di kalangan yang adekuat tentang makna
       kebudayaan yang sebenarnya.

       Jakarta, 20 Nopember 2019
       Mewakili seluruh aktivis Taman Ismail
       Marzuki

       Radhar Panca Dahana, 
       (beserta seluruh seniman yang hadir 
       di ruang PDS HB Jassin, al. Mogan
       Pasaribu, dkk. yang membubuhkan 
       tanda tangan masing-masing).