UMKM di Sulsel Didorong Go Digital

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Sulsel Abdul Malik Faisal di Makassar, Rabu, menyebutkan salah satu langkah stategis untuk mendongkrak ekonomi adalah dengan memberikan pelatihan secara daring bagaimana cara UMKM tetap bertahan di dalam situasi sulit seperti sekarang ini.

UMKM di Sulsel Didorong Go Digital
Ilustrasi foto/net


MONITORDAY.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus melakukan upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada masa transisi pandemi COVID-19 dengan mendorong transformasi digital guna membangkitkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah di tengah lesunya daya beli.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Sulsel Abdul Malik Faisal di Makassar, menyebutkan salah satu langkah stategis untuk mendongkrak ekonomi adalah dengan memberikan pelatihan secara daring bagaimana cara UMKM tetap bertahan di dalam situasi sulit seperti sekarang ini.

Pelatihan tersebut, kata dia, sebagai bentuk perhatian pemerintah menangani persoalan, termasuk imbas dari wabah virus corona. Selain itu, hasil pelatihan tidak hanya bisa diaplikasikan pada masa pandemi, tetapi hingga berakhir.

"Pelatihan UMKM tetap jalan. Kami melakukan pelatihan ini dengan mempersiapkan UKM yang bisa berlari setelah pandemik ini berakhir. Pelatihan difasilitasi pendamping KUMKM Provinsi Sulsel," katanya, dikutip Kamis (2/6).

Tidak hanya pelatihan, lanjut dia, program lain juga tetap jalan bagi pelaku UMKM, seperti menyiapkan akses pemasaran produk UKM dan UMKM melalui media sosial.

Dari cara-cara seperti ini, kata dia, omzet mereka bisa mencapai Rp20 juta sampai Rp25 juta sehari.

Ia mengatakan bahwa pihaknya juga mengelar diskusi virtual dengan mengangkat tema "Strategi Koperasi dan UMKM Bertahan dan Bertumbuh pada Masa Pandemi COVID". Sejumlah pembicara hadir memberikan masukan, seperti anggota TGUPP Sulsel Prof. H.M. Asdar.

Asdar dalam paparannya  mengatakan bahwa perekonomian Sulsel berpeluang tumbuh positif walaupun mengalami penurunan.

Menurut dia, dampak negatif pandemi corona sangat dirasakan di sektor informal, seperti pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah.

"Untuk mengatasi situasi tersebut, perlu skema-skema untuk mendukung para pelaku UMKM agar tetap dapat bertahan menghadapi situasi pandemi ini," katanya.

Kendati demikian, kata Guru Besar Unhas Makassar ini, yang terpenting adalah untuk menghadapi situasi saat ini harus bertahan dan berjuang.