UMKM Gerak Cepat Produksi Masker Kain Gratis untuk Masyarakat

Upaya ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa wajib penggunaan masker sejak 6 April 2020 lalu.

UMKM Gerak Cepat Produksi Masker Kain Gratis untuk Masyarakat
Ilustrasi/Net


MONITORDAY.COM - Sejak diberlakukannya anjuran wajib menggunakan masker saat keluar rumah, berbagai pihak dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berinisiatif memproduksi masker kain untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Hal ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona atau COVID-19. Tak hanya itu, upaya ini juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa wajib penggunaan masker sejak ditetapkan pemerintah pada 6 April 2020 lalu.

Masker kain yang diproduksi hendak pula memenuhi standar dinas kesehatan yakni tebal, kuat, dan mudah digunakan sehingga maksimal dalam mencegah penularan COVID-19 saat berada di ruang terbuka.

Penggunaan masker kain diharapkan membuat masyarakat tidak lagi membeli masker medis agar para tenaga medis dan petugas pelayanan kesehatan tidak kekurangan masker selama pandemi COVID-19.

Seperti yang dilakukan oleh UMKM di Kota Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur. Ratusan ribu masker kain yang mereka produksi dibagikan secara gratis oleh jajaran di Pemerintah Kota Surabaya kepada warga. 

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Surabaya Eddy Christijanto di Surabaya, Kamis (9/4/2020) mengatakan, pada awalnya, Pemkot Surabaya menyiapkan masker bedah di kelurahan-kelurahan dan puskesmas untuk dibagikan gratis ke masyarakat.

Namun, karena masker bedah kini sulit didapat, sehingga kemudian diganti dengan masker jenis kain produksi mandiri dari UMKM Surabaya.

"Makanya kita ambil (masker bedah) dari puskesmas dan kelurahan, kemudian kita berikan ke rumah sakit yang memerlukan. Sebagai gantinya, kami berikan masker kain," katanya.

Di tempat lain pembagian masker kain gratis yang diproduksi UMKM seperti ini juga dilakukan. Sebut saja di NTB, melalui Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, 1000 masker diproduksi melalui tangan-tangan terampil dari UMKM dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Aksi bagi-bagi masker digelar di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram dan Lombok Barat. Mulai dari Pasar Cemara, Pasar Sayang-Sayang, Pasar Abian Tubuh, Pasar Karang Jasi, Pasar Perampuan dan Pasar Kebon Roek.

Pemprov NTB saat ini terus mendorong UMKM memproduksi berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat. Hal-hal yang dibutuhkan masyarakat sangat beragam. Mulai dari alat pelindung diri (APD) seperti masker, hingga produk jamu yang bisa memperkuat sistem imun tubuh.

‘’Kita ingin warga tidak hanya melihat sisi buruk dari kejadian ini. Tapi juga ada sisi baik yang bisa kita ambil peluangnya untuk memberikan manfaat bagi orang banyak,’’ ujar Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB, Najamuddin Amy.