Usai Malaysia, Muhammadiyah dapat Tawaran Dirikan Universitas di Korea Selatan

Usai Malaysia, Muhammadiyah dapat Tawaran Dirikan Universitas di Korea Selatan
Kunjungan UMS ke Korsel untuk memperpanjang nota kesepahaman kerja sama dengan Youngsan University dan Tongmyong University (dok: istimewa)

MONITORDAY.COM - Pimpinan Pusat Muhammadiyah mendapat tawaran dari Rektor Tongmyong University, Busan, Korea Selatan membangun Universitas Muhammadiyah di Negeri Ginseng.

Tawaran diungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sofyan Anif setelah kunjungan ke Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Kunjungan UMS ke Korsel untuk memperpanjang nota kesepahaman kerja sama dengan Youngsan University dan Tongmyong University.

"Alhamdulillah, kerja sama kami lebih meluas, bukan saja perpanjangan kontrak kerja sama antarperguruan tinggi. Bahkan oleh Rektor Tongmyong University, kami secara khusus ditawari membuka universitas di Busan," ujar Sofyan Anif, Senin (5/9/2022).  

Dia mengatakan Muhammadiyah bukan hanya hadir secara kelembagaan. Tetapi, hadir di berbagai belahan dunia melalui lembaga pendidikan, seperti di Malaysia dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM) dan Muhammadiyah Australian College (MAC) di Australia.

Rektor Tongmyong University, Jeung Hong Sub, menjelaskan saat ini telah berdiri Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di Seoul. Selain itu, ada rencana mendirikan Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) di Busan.
 
"Ada 160 lebih PTM/A (Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah) di seluruh Indonesia, juga ada UMAM (Universiti Muhammadiyah Malaysia) di Malaysia," kata dia.
 
Setelah kunjungan ke Korea Selatan, Sofyan akan mengundang Jeung Hong Sub ke UMS untuk memberikan orasi ilmiah di acara puncak Milad ke-64 UMS pada 24 Oktober 2022.

"Beliau sangat serius tentang ini dan bersedia datang ke Indonesia," kata dia.