Connect with us

News

Kerjasama Strategis IBC dan ITDC Turunkan Emisi Karbon

Kolaborasi ini diawali dengan proyek percontohan penggunaan kendaraan operasional berupa shuttle bus listrik dan motor listrik dengan stasiun penukaran baterai. Langkah ini bertujuan untuk mendukung kegiatan pariwisata di kawasan ITDC, The Nusa Dua Bali.

Tristo Abdala

Published

on

Poin penting : 

  1. Pengurangan Emisi Karbon di Sektor Pariwisata: Indonesia menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 50% di sektor pariwisata pada tahun 2030 melalui penggunaan kendaraan listrik seperti shuttle bus dan motor listrik dengan stasiun penukaran baterai, serta penggunaan energi terbarukan seperti panel surya dan sistem penyimpanan energi.
  2. Kolaborasi Strategis antara IBC dan ITDC: Indonesia Battery Corporation (IBC) dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), bagian dari InJourney Group, bekerja sama untuk mengimplementasikan ekosistem hijau di The Nusa Dua, Bali, dengan pilot project penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung kegiatan pariwisata.
  3. Manfaat Kendaraan Listrik di Pariwisata: Penggunaan kendaraan listrik di sektor pariwisata membawa manfaat signifikan, seperti pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, pengurangan kebisingan, dan dukungan terhadap penggunaan energi terbarukan. Pilot project ini diharapkan menjadi model untuk dikembangkan di kawasan pariwisata lain di Indonesia.

PENGGUNAAN kendaraan listrik di sektor pariwisata, seperti yang dilakukan di kawasan The Nusa Dua, Bali, bertujuan untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan oleh transportasi. Kendaraan listrik seperti shuttle bus dan motor listrik dengan stasiun penukaran baterai diimplementasikan sebagai bagian dari upaya ini.

Manfaat penggunaan kendaraan listrik di sektor pariwisata antara lain pengurangan emisi karbon, karena kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi karbon saat beroperasi, sehingga dapat mengurangi polusi udara dan dampak negatif terhadap lingkungan. Kendaraan listrik juga lebih efisien dalam penggunaan energi dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil. Selain itu, kendaraan listrik cenderung lebih tenang sehingga dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi wisatawan. Penggunaan sistem penyimpanan energi dan panel surya sebagai sumber daya untuk kendaraan listrik mendukung penggunaan energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Kolaborasi antara IBC dan ITDC di The Nusa Dua, Bali ini merupakan bagian dari pilot project untuk menguji dan mengembangkan ekosistem hijau di sektor pariwisata. Pilot project ini akan mengumpulkan data dan masukan terkait pengalaman pengguna kendaraan listrik, yang akan digunakan untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi penggunaan kendaraan listrik di masa depan. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat menjadi model yang dapat diterapkan di kawasan pariwisata lain di Indonesia, seperti The Mandalika di Lombok dan The Golo Mori di Labuan Bajo.

indonesia menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 50% di sektor pariwisata pada tahun 2030, sebuah langkah ambisius yang disambut baik oleh dunia usaha. Tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan InJourney sebagai Holding BUMN dalam sektor pariwisata pada 29 April 2024, kini IBC dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), bagian dari InJourney Group, sepakat untuk mengakselerasi implementasi ekosistem hijau di The Nusa Dua, Bali.

Kolaborasi ini diawali dengan proyek percontohan penggunaan kendaraan operasional berupa shuttle bus listrik dan motor listrik dengan stasiun penukaran baterai. Langkah ini bertujuan untuk mendukung kegiatan pariwisata di kawasan ITDC, The Nusa Dua Bali.

Direktur Hubungan Kelembagaan dan Komersial IBC, Reynaldi Istanto, menyampaikan, “Salah satu peran IBC adalah mempercepat dan menciptakan pasar dengan membangun ekosistem hijau di Indonesia agar target pengurangan emisi dapat tercapai. Tugas kami adalah membantu pencapaian target pengurangan emisi di Indonesia, di mana dalam sektor pariwisata, ITDC menjadi mitra kami dalam aplikasi penggunaan kendaraan listrik. Saat ini IBC menyiapkan motor listrik dengan stasiun penukaran baterai dan shuttle bus listrik untuk operasional pelayanan pariwisata di Nusa Dua ini.”

Selain kendaraan listrik, kerjasama ini akan diperluas ke penggunaan energi lain seperti sistem penyimpanan energi untuk kebutuhan cadangan daya dan panel surya, e-bus, mobil listrik, dan lain sebagainya. “Penggunaan kendaraan operasional berupa motor listrik beserta stasiun penukaran baterai dan shuttle bus listrik merupakan langkah awal dari upaya besar kami di sektor pariwisata. Selanjutnya, akan terus dikembangkan ke dalam bentuk energi lain agar capaian target pengurangan 50% di sektor pariwisata dapat tercapai,” tambah Reynaldi.

Direktur Operasi ITDC, Troy Warokka, menegaskan, “ITDC sebagai pengembang dan pengelola kawasan pariwisata di Indonesia berkomitmen mewujudkan pariwisata berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi dan sumber daya ramah lingkungan di The Nusa Dua. Kolaborasi ini bertujuan menjadikan kawasan tersebut sebagai contoh Bali Energi Bersih, didukung oleh Pemerintah Provinsi Bali. ITDC telah mengimplementasikan program ekosistem hijau, termasuk penggunaan kendaraan motor listrik, serta penggunaan energi surya dalam operasional ITDC. Kolaborasi dengan IBC juga akan ditingkatkan untuk penggunaan lebih banyak EV dan energi ramah lingkungan dengan penyimpanan energi baterai di masa depan.”

Penggunaan kendaraan bertenaga listrik di sektor pariwisata dapat memberikan manfaat berupa pengurangan emisi karbon. Menurut studi Lenzen (2018), sektor pariwisata di seluruh dunia menyumbang sekitar 8% dari total emisi global. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah berkomitmen mengurangi emisi karbon di sektor pariwisata sebesar 50%, dan peta jalan pengurangan ini sudah ditetapkan.

Selain di kawasan Nusa Dua Bali, IBC dan ITDC juga berencana mengembangkan kerjasama di wilayah ITDC lainnya seperti The Mandalika, Lombok dan The Golo Mori, Labuan Bajo. Kolaborasi antara IBC dan ITDC akan terus dikembangkan dalam mewujudkan ekosistem energi baru di sektor pariwisata. Proyek percontohan di kawasan The Nusa Dua ini diharapkan dapat menggerakkan sektor pariwisata hijau, sambil mengumpulkan masukan terkait pengalaman pengguna, sehingga kenyamanan pengguna kendaraan listrik berbasis baterai dapat ditingkatkan dan akhirnya ekosistem hijau sektor pariwisata dapat terbangun.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Indonesia Akhiri Misi Kemanusiaan Korban Gempa Myanmar

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Pemerintah Indonesia resmi menutup misi kemanusiaannya untuk korban gempa bumi di Myanmar setelah pengiriman bantuan tahap terakhir pada Kamis (3/4).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyatakan bahwa pengiriman bantuan logistik tahap ketiga ini menjadi yang terakhir dalam rangkaian misi kemanusiaan Indonesia.

“Ini merupakan tahap ketiga sekaligus terakhir. Setelah hari ini, jika ada masyarakat Indonesia yang ingin menyumbang ke Myanmar, itu harus dilakukan melalui jalur masing-masing karena pemerintah tidak lagi memfasilitasi,” ujar Suharyanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Sebanyak 157 personel dikerahkan dalam misi ini, dengan 92 di antaranya telah tiba di Myanmar untuk menjalankan berbagai tugas kemanusiaan. Tim ini terdiri atas personel dari berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Kesehatan, BNPB, serta Basarnas.

Dari segi bantuan logistik, Indonesia telah mengirimkan 124 ton bantuan bagi korban gempa. Saat ini, sekitar 24 ton bantuan dari Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan telah berada di Myanmar. Sejumlah perlengkapan dari Basarnas, seperti dua truk, genset, serta peralatan lainnya, juga telah dikirimkan secara bertahap.

Pengiriman tahap ketiga ini dilakukan dengan menggunakan dua pesawat, yakni satu pesawat Garuda Boeing 747-800 dan satu pesawat kargo. Total bantuan yang diberangkatkan hari ini mencapai 105 ton, yang terdiri atas obat-obatan dari Kementerian Kesehatan serta sumbangan dari Kementerian Pertanian, Baznas, BNPB, dan sektor swasta.

Beberapa organisasi kemanusiaan yang turut berkontribusi dalam bantuan ini antara lain Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Human Initiative, AGP, dan Budha Tzu Chi.

Menteri Koordinator PMK, Pratikno, menegaskan bahwa bantuan yang diberikan didasarkan pada kebutuhan mendesak korban gempa berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3).

“Kami membawa barang-barang yang dibutuhkan oleh saudara-saudara kita di Myanmar,” kata Pratikno.

Seluruh bantuan dan personel kemanusiaan diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Myanmar, dengan tujuan akhir Kota Naypyidaw. Selanjutnya, tim akan melanjutkan perjalanan ke Yangon pada petang hari.

Pratikno menekankan bahwa bantuan ini merupakan wujud solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN.

“Bantuan yang kami kirimkan hari ini merupakan tahap ketiga. Tahap pertama telah dikirim pada Senin, diikuti tahap kedua pada Selasa dalam dua kloter. Hari ini, dalam tahap ketiga, kami mengirimkan dua pesawat—satu untuk penumpang dan satu untuk kargo,” jelasnya.

Dengan berakhirnya tahap ketiga ini, misi kemanusiaan yang difasilitasi pemerintah Indonesia resmi ditutup. Namun, masyarakat yang ingin memberikan bantuan tetap dapat menyalurkannya secara mandiri.

Continue Reading

News

Silaturahmi ke Gus Mus, Mendikdasmen Dapat Wejangan Ini

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti bersilaturahmi ke KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, pada Rabu (2/4/2025).

Kunjungan ini menjadi ajang diskusi hangat, yang diselingi dengan guyonan khas sang ulama.

Momen tersebut dibagikan langsung oleh Abdul Mu’ti melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, tampak ia tidak sendiri. Ia turut didampingi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) serta Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla.

“Bersilaturahmi dengan Gus Mus dan Gus Yahya di Rembang,” tulis Abdul Mu’ti dalam unggahannya di Instagram @abe_mukti.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana Idulfitri itu, Abdul Mu’ti mengaku meminta nasihat kepada Gus Mus. Namun, permintaannya justru ditanggapi dengan guyonan khas sang kiai.

“Harusnya menteri yang menasihati kami-kami rakyat jelata ini,” ujar Gus Mus dengan nada bercanda, seperti dikutip dari unggahan Abdul Mu’ti.

Mendengar selorohan tersebut, Mendikdasmen pun tak tinggal diam dan menimpali dengan balasan yang tak kalah mengundang tawa.

“Nasihat kiai kami butuhkan karena sejak jadi menteri kami jarang baca kitab kuning dan lebih banyak baca anggaran,” jawabnya, yang langsung disambut gelak tawa para hadirin.

Silaturahmi antara tokoh pemerintah dan ulama ini menjadi bukti eratnya hubungan antara dunia pendidikan dan keagamaan di Indonesia, sekaligus memperlihatkan bagaimana kebijaksanaan dapat disampaikan dengan humor yang ringan namun bermakna.

Continue Reading

News

Selamatkan Lansia Saat Kebakaran Hutan Korsel, Sugiyanto Terima Penghargaan Ini

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Seorang nelayan asal Indonesia, Sugiyanto, yang berhasil menyelamatkan warga lanjut usia saat kebakaran hutan di Korea Selatan, akan menerima sejumlah penghargaan dari Pemerintah Indonesia.

Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial pada Kamis (3/4), Menteri Perlindungan Pekerja Migran, Abdul Kadir Karding, menghubungi Sugiyanto melalui panggilan video untuk menyampaikan apresiasi atas keberaniannya.

“Saya sangat bangga dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mas Sugiyanto. Insyaallah, Pemerintah Indonesia akan memberikan penghargaan sebagai bentuk penghormatan, yang akan disampaikan melalui keluarganya di Indramayu,” ujar Abdul Kadir.

Selain penghargaan, pemerintah juga tengah mengupayakan agar Sugiyanto memperoleh visa F-2, yakni visa residensi jangka panjang di Korea Selatan. Lebih lanjut, ia juga akan diangkat sebagai Duta Pekerja Migran Indonesia, dengan harapan bisa menjadi teladan bagi pekerja migran lainnya.

Kisah heroik Sugiyanto terjadi saat kebakaran besar melanda kawasan Uiseong pada 25 Maret 2025 malam. Api yang menjalar hingga ke desa pesisir tempatnya tinggal memaksa warga untuk segera mengungsi. Tanpa ragu, Sugiyanto bersama kepala komunitas nelayan setempat, Yoo Myung-sin, bergegas membangunkan warga dan membantu mereka menyelamatkan diri.

Dalam proses evakuasi, Sugiyanto bahkan menggendong beberapa lansia menuju titik aman. Aksinya ini mendapat pujian luas, bahkan seorang warga berusia 90 tahun mengungkapkan, “Jika bukan karena dia, kami semua pasti sudah meninggal.”

Berkat keberaniannya, semua warga desa berhasil selamat dari musibah tersebut. Namanya kini menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan sebagai pahlawan dari Indonesia.

Sugiyanto telah bekerja sebagai nelayan di desa pesisir Chuksan-myeon selama delapan tahun terakhir dengan visa kerja. Keluarganya tinggal di Indonesia, dan ia hanya bisa pulang setiap tiga tahun sekali.

Penghargaan yang akan diberikan oleh pemerintah Indonesia menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kepahlawanannya, sekaligus sebagai inspirasi bagi pekerja migran lainnya di seluruh dunia.

Continue Reading

News

Elon Musk Bakal Tinggalkan Jabatan di Pemerintahan Trump

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Elon Musk dikabarkan akan segera mengundurkan diri dari posisinya sebagai kepala Kementerian Efisiensi Pemerintahan (DOGE) dalam beberapa minggu mendatang.

Kabar ini mencuat setelah Presiden Donald Trump menyiratkan hal tersebut dalam pernyataannya kepada media pada Senin (31/3), sebagaimana dilaporkan The Guardian pada Rabu (2/3).

“Dia harus menjalankan perusahaan besar… pada suatu saat dia akan kembali,” ujar Trump. “Saya akan mempertahankannya selama saya bisa mempertahankannya.”

Spekulasi semakin menguat karena Musk hanya diperbolehkan menjabat sebagai pegawai pemerintah khusus selama 130 hari. Jika dihitung sejak pelantikannya pada Januari 2025, masa jabatan Musk kemungkinan akan berakhir pada akhir Mei.

Meski begitu, Gedung Putih membantah rumor pengunduran diri Musk, menegaskan bahwa ia “akan tetap di sini.” Namun, sumber dalam pemerintahan yang dikutip Politico pada Rabu (2/3) menyebutkan bahwa Musk memang akan segera meninggalkan jabatannya sebagai “tukang gergaji anggaran” dalam waktu dekat.

Menanggapi laporan tersebut, Musk membantah klaim tersebut sebagai berita “palsu.” Sekretaris Gedung Putih, Karoline Leavitt, juga menyebut laporan itu sebagai “sampah.”

“Elon Musk dan Presiden Trump sama-sama menyatakan secara terbuka bahwa Elon akan meninggalkan layanan publik sebagai pegawai pemerintah khusus saat pekerjaannya yang luar biasa di DOGE selesai,” jelas Leavitt.

Terlepas dari kepergian Musk, departemen yang ia pimpin, DOGE, akan tetap beroperasi hingga 2026 sesuai dengan instruksi dari Presiden Trump. Beberapa pejabat yang ditunjuk Musk di berbagai lembaga pemerintah juga kemungkinan akan tetap menjabat lebih lama dari dirinya.

Sejak Musk bergabung dengan DOGE pada Januari 2025, lembaga ini telah melakukan pemangkasan besar-besaran di berbagai departemen pemerintah AS. Pekan ini saja, DOGE telah memberhentikan 10 ribu pegawai Kementerian Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, serta berupaya menghapus lembaga seperti USAID dan media pemerintah Voice of America.

Menurut New York Times, sekitar 56 ribu pegawai pemerintah pusat telah diberhentikan sejak 20 Januari, dengan 75 ribu lainnya menerima pesangon sukarela. Target pengurangan tenaga kerja ini diperkirakan akan mencapai setidaknya 171 ribu pegawai di masa mendatang.

Musk mengklaim bahwa langkah-langkah efisiensi ini telah menghemat anggaran sebesar $140 miliar, meskipun sejumlah media menyoroti adanya kesalahan dalam perhitungan tersebut. Kepada Fox News, Musk menyatakan ambisinya untuk “mengurangi defisit sebesar $1 triliun” sebelum masa jabatannya berakhir.

Namun, keberadaan Musk di pemerintahan telah menimbulkan kekhawatiran terkait konflik kepentingan, terutama mengingat kontrak pemerintah yang melibatkan perusahaannya. Selain itu, sebagai pegawai pemerintah khusus, rincian keuangan Musk tetap dirahasiakan, menambah kontroversi dalam masa kepemimpinannya di DOGE.

Continue Reading

News

Idul Fitri 1446 H, Mendikdasmen: Menjaga Hati, Mengendalikan Diri

Khutbah Idulfitri 1446 H oleh Abdul Mu’ti menekankan pentingnya mengendalikan hawa nafsu, bijak dalam bermedia sosial, serta membangun karakter dan persatuan umat. Konsistensi setelah Ramadan menjadi kunci keberkahan hidup.

Published

on

Monitorday.com – Lebaran selalu menghadirkan suasana kebahagiaan. Namun, ada satu hal yang sering terlupakan: menjaga hati tetap bersih dan mengendalikan diri dari amarah.

Inilah pesan utama yang disampaikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Mendikdasmen, Prof Abdul Mu’ti, dalam khutbah Idulfitri 1446 H. Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam menahan hawa nafsu merupakan kunci kehidupan yang lebih berkah dan harmonis.

Dalam khutbahnya, Prof Mu’ti mengingatkan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya, sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Tin ayat 4. Namun, kemuliaan ini tidak hanya berasal dari fisik, melainkan juga dari akal dan kemampuannya untuk berpikir serta bertindak dengan bijak. Ia juga mengutip QS. Al-Isra’ ayat 70, yang menegaskan bahwa manusia dimuliakan dengan ilmu dan keistimewaan yang tidak dimiliki makhluk lain.

Meski demikian, potensi kemuliaan ini bisa tercoreng jika seseorang tidak mampu mengendalikan nafsu. “Nafsu bisa menjadi sumber kebaikan, tetapi jika dibiarkan lepas kendali, ia juga bisa menjadi pintu keburukan,” tegas Mu’ti. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk terus membersihkan hati dan menata jiwa agar tetap berada di jalan yang diridai Allah.

Tantangan zaman modern pun tak luput dari perhatiannya. Prof Mu’ti menyoroti betapa derasnya arus informasi di era digital, di mana kebenaran dan kebohongan sering kali bercampur. Hoaks dan ujaran kebencian bertebaran di media sosial, mengancam persatuan dan memicu perpecahan. “Di era ini, antara haq dan hoaks sulit dibedakan jika kita tidak terbiasa melakukan tabayun (klarifikasi),” ungkapnya.

Sebagai bentuk solusi, ia mengajak umat Islam untuk lebih selektif dalam menerima dan menyebarkan informasi. Tidak semua yang viral itu benar, dan tidak semua yang populer itu baik. Dalam Islam, menjaga lisan dan tulisan merupakan bagian dari akhlak mulia. Mu’ti mengingatkan akan sebuah hadis Nabi Muhammad SAW: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagai pendidik, Prof Mu’ti juga menekankan pentingnya pendidikan karakter. Menurutnya, membangun karakter tidak cukup hanya dengan ceramah atau perintah, melainkan harus melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan kecil seperti menepati janji, berkata jujur, dan menghormati orang lain dapat membentuk karakter yang kuat dan unggul. “Masyarakat yang maju adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan gotong royong,” tambahnya.

Prof Mu’ti juga menegaskan bahwa umat Islam harus saling mendukung dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Persatuan dan solidaritas menjadi faktor utama dalam menghadapi tantangan zaman. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan Ramadan bukan diukur dari seberapa banyak ibadah yang dilakukan, tetapi dari seberapa istiqamah seseorang dalam menerapkan nilai-nilai kebaikan setelah Ramadan berlalu.

Menutup khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk menjadikan Syawal sebagai momentum evaluasi diri. “Jangan sampai kita kembali kepada kebiasaan buruk setelah Ramadan usai. Mari kita terus berbuat baik dan menjadi pribadi yang lebih bertakwa,” pungkasnya.

Continue Reading

News

Sekolah Rakyat dan Revolusi Pendidikan Baru

Bayangkan sebuah sekolah tanpa batasan tahun ajaran, di mana siswa bisa masuk dan keluar sesuai dengan kesiapan mereka. Inilah konsep Sekolah Rakyat yang diusung dengan model multi-entry dan multi-exit.

Published

on

Monitorday.com – Bayangkan sebuah sekolah tanpa batasan tahun ajaran, di mana siswa bisa masuk dan keluar sesuai dengan kesiapan mereka. Inilah konsep Sekolah Rakyat yang diusung dengan model multi-entry dan multi-exit.

Seperti sebuah pintu yang selalu terbuka, konsep ini memungkinkan anak-anak untuk masuk sekolah tidak harus di awal tahun ajaran, melainkan bisa secara bergelombang. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Abdul Mu’ti menyebut bahwa kurikulum Sekolah Rakyat akan dirancang khusus, berbeda dari kurikulum sekolah formal, namun tetap memberikan fasilitas setara bagi semua siswa.

“Kita menyebutnya tailor-made, karena kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan siswa,” kata Mu’ti. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan fleksibilitas, tetapi juga pengalaman belajar yang lebih personal dan sesuai dengan kemampuan mereka.

Model multi-entry dan multi-exit (MEME) sebelumnya sudah diterapkan di dunia pendidikan politeknik untuk memberikan akses lebih luas bagi masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi. Dengan pendekatan ini, siswa dapat mulai belajar kapan saja dan menyelesaikan pendidikan mereka berdasarkan pencapaian yang telah mereka selesaikan.

Bayangkan seorang anak yang harus bekerja membantu keluarga, tetapi masih memiliki keinginan untuk belajar. Dengan model ini, ia tidak harus menunggu tahun ajaran baru untuk kembali ke sekolah. Ia bisa masuk kapan saja dan melanjutkan pendidikan tanpa harus merasa tertinggal. Begitu pula dengan siswa yang sudah memiliki cukup bekal untuk masuk ke dunia kerja lebih awal, mereka bisa menyelesaikan pendidikan tanpa harus menunggu sampai tahun ajaran berakhir.

Dalam penerapannya, setiap siswa akan diasramakan begitu mereka masuk ke dalam sistem. Dengan begitu, lingkungan belajar dapat lebih terkontrol, dan mereka bisa fokus pada pengembangan diri tanpa harus terbebani faktor eksternal. Selain itu, sistem ini juga diharapkan bisa menekan angka putus sekolah, yang sering kali menjadi tantangan utama dalam dunia pendidikan Indonesia.

Namun, penerapan model ini tentu tidak tanpa tantangan. Penyesuaian kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga meskipun siswa masuk dan keluar dalam waktu yang berbeda, menjadi tantangan besar yang harus dihadapi.

Di sisi lain, model ini membuka peluang lebih besar bagi inovasi dalam metode pengajaran. Dengan pembelajaran yang lebih fleksibel dan berbasis proyek, siswa bisa lebih mudah memahami materi tanpa harus terpaku pada sistem klasikal yang kaku. Pendekatan ini juga memberi ruang bagi tenaga pengajar untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan siswa.

Jika konsep ini berhasil diterapkan, bukan tidak mungkin Sekolah Rakyat akan menjadi model pendidikan masa depan, di mana fleksibilitas dan aksesibilitas menjadi prioritas utama. Dengan sistem yang lebih inklusif, pendidikan tidak lagi menjadi sesuatu yang eksklusif bagi mereka yang bisa mengikuti jadwal konvensional, tetapi menjadi hak bagi siapa saja yang ingin belajar.

Seperti sebuah perjalanan, setiap anak memiliki ritme dan jalannya sendiri dalam mengejar ilmu. Dengan multi-entry dan multi-exit, pendidikan bisa lebih adaptif, dinamis, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing individu.

Continue Reading

News

Wanita Ini Jadi Korban Kekerasan Seksual Tentara Israel

Yusuf Hasyim

Published

on

Monitorday.com – Mia Schem, seorang wanita Israel, sebelumnya disandera oleh faksi-faksi perlawanan Palestina di Gaza.

Setelah dibebaskan, Mia diduga mengalami pemerkosaan oleh instruktur gym Israel bernama Nati Avidan.

Hadi Nasrallah, aktivis Palestina, mengungkapkan dugaan pemerkosaan tersebut melalui sebuah postingan di media sosial.

Mia diduga dibius oleh Avidan sebelum tindakan keji tersebut terjadi.

Hadi menyebutkan bahwa ini mencerminkan kondisi buruk masyarakat Israel yang lebih berbahaya daripada Hamas.

Mia Schem sempat terkenal karena video permohonannya untuk dibebaskan bersama para sandera lainnya.

Dalam video itu, Mia mengatakan bahwa dirinya dibawa ke Gaza dari Sderot pada pagi hari.

Dia mengaku terluka di tangannya saat dibawa ke Gaza dan menjalani operasi selama tiga jam.

Mia mengungkapkan bahwa para pejuang Palestina merawatnya dengan baik setelah ia terluka.

Dia memuji kebaikan para pejuang Palestina yang memberinya perawatan medis dan makanan yang baik.

Namun, setelah dibebaskan, Mia mengalami kekerasan dari seorang warga Israel sendiri.

Netizen menanggapi insiden ini dengan mengkritik masyarakat Israel yang dianggap bobrok.

Beberapa warganet berpendapat bahwa Mia merasa lebih aman selama ditawan oleh Hamas.

Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana masyarakat Israel dianggap lebih berbahaya dibandingkan dengan pejuang Palestina.

Warganet lainnya menyebut kejadian ini sebagai bukti dari obsesi buruk sebagian orang Israel terhadap kekerasan seksual.

Kasus ini menciptakan kecaman luas terhadap perilaku buruk yang terjadi di masyarakat Israel.

Continue Reading

News

Terjadi Saat Shalat Jumat, Ratusan Muslim Dikhawatirkan Syahid Akibat Gempa Myanmar

Yusuf Hasyim

Published

on

Monitorday.com – Gempa bumi dahsyat mengguncang Myanmar pada saat umat Muslim tengah melaksanakan shalat Jumat di bulan Ramadhan, menewaskan banyak jamaah yang sedang berkumpul di masjid-masjid. Htet Min Oo, salah satu korban, terperangkap di antara reruntuhan masjid yang runtuh, sementara dua bibinya terperangkap sepenuhnya di rumah mereka. Meskipun ada usaha dari tetangga untuk mengevakuasi, hanya satu bibi yang berhasil selamat.

Di wilayah Mandalay, banyak masjid mengalami kerusakan parah, dengan lebih dari 50 masjid dilaporkan hancur. Seorang penduduk yang mencoba menyelamatkan korban yang terjebak di bawah puing-puing masjid mengatakan bahwa setidaknya 10 orang syahid di desa Sule Kone, dan lebih banyak korban mungkin jatuh di tiga masjid yang hancur di desa tersebut. Pembatasan dari pemerintah Myanmar menghambat usaha penyelamatan lebih lanjut.

Muslim merupakan minoritas di Myanmar, dan sering menjadi sasaran diskriminasi dan kekerasan. Selain itu, pemerintah Myanmar juga mempersulit perbaikan atau pembangunan masjid baru, menyebabkan banyak masjid bersejarah rusak tanpa perawatan yang memadai.

Continue Reading

News

Zakat dari Harta Haram, Apa Hukumnya?

Yusuf Hasyim

Published

on

Monitorday.com – Zakat diwajibkan hanya atas harta yang diperoleh dengan cara yang halal. Hal ini ditegaskan dalam Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2011, yang menyatakan bahwa harta yang diperoleh secara haram, seperti dari riba, perjudian, korupsi, atau pencurian, tidak bisa disucikan dengan zakat.

Ayat Al-Quran dan hadis juga menegaskan bahwa Allah hanya menerima harta yang halal. Misalnya, dalam Surah Al-Baqarah ayat 267, Allah memerintahkan umat Islam untuk mengeluarkan zakat dari hasil usaha yang halal dan baik. Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa Allah tidak menerima kecuali yang baik.

Zakat dari harta haram tidak akan mendapat pahala, bahkan dosa tetap ditanggung oleh pemiliknya. Oleh karena itu, zakat tidak bisa dikeluarkan dari harta yang diperoleh dengan cara yang haram. Sebagai gantinya, pemilik harta haram wajib mengembalikannya kepada pemilik yang sah atau menyalurkannya untuk kepentingan umum, sesuai dengan ketentuan syariat.

MUI juga menyarankan agar umat Islam bertaubat, meminta ampun kepada Allah, dan berusaha untuk tidak mengulanginya. Zakat hanya berlaku pada harta yang halal, dan harta haram harus disalurkan untuk kepentingan yang sesuai syariat.

Continue Reading

News

Syaikh Usamah Ar Rifa’i Terpilih Jadi Mufti Agung Suriah

Yusuf Hasyim

Published

on

Monitorday.com – Syeikh Usamah al-Rifai baru-baru ini diangkat kembali sebagai Mufti Agung Suriah, posisi otoritas keagamaan tertinggi di negara tersebut.

Pengangkatan ini dilakukan setelah Presiden sementara Ahmad al-Sharaa memulihkan jabatan tersebut setelah jatuhnya rezim Assad pada Desember 2024.

Al-Rifai, yang juga Ketua Rabithah Ulama Syam, sebelumnya diangkat oleh oposisi pada 2021 setelah Bashar al-Assad mencabut jabatan Mufti Agung.

Pengangkatan kembali al-Rifai ditegaskan oleh pemerintah Suriah sebagai bagian dari upaya membangun kembali lembaga negara pasca-rezim Assad.

Dewan Fatwa baru yang dibentuk bersamaan dengan pengangkatan al-Rifai mencakup sejumlah ulama terkemuka, termasuk Abdul Fattah al-Bazm dan Wahbi Suleiman.

Presiden al-Sharaa menjelaskan bahwa pemulihan jabatan mufti penting untuk membangun kembali institusi yang hancur akibat rezim yang jatuh.

Al-Rifai kembali memimpin komunitas Islam Suriah pada saat penting transisi politik di negara tersebut.

Meskipun demikian, pengangkatan ini menuai kontroversi, terutama terkait pandangannya tentang peran gender dan organisasi internasional di Suriah.

Pada 2011, al-Rifai menuduh PBB dan LSM menyebarkan gagasan pembebasan perempuan yang dianggapnya mengancam nilai-nilai keluarga Suriah.

Lahir di Damaskus pada 1944, al-Rifai adalah putra dari ulama terkenal, Syeikh Abdul Karim al-Rifai, dan memulai pendidikan agama di Universitas Damaskus.

Pada akhir 1970-an, al-Rifai bergabung dengan Ikhwanul Muslimin dan meninggalkan Suriah pada 1981 setelah pengawasan pemerintah terhadap aktivitasnya.

Di Arab Saudi, ia melanjutkan kegiatan ilmiah dan kembali ke Suriah pada 1993 setelah beberapa tahun di pengasingan.

Setelah pembunuhan PM Lebanon Rafic Hariri pada 2005, Suriah mengalami periode keterbukaan politik yang singkat, yang memungkinkan al-Rifai memulai proyek sosial.

Proyek “Maintain the Grace” yang dipelopori oleh al-Rifai bertujuan membantu orang miskin di Damaskus namun terbatas pada 2008.

Al-Rifai menjadi pendukung aktif oposisi Suriah sejak 2011, menggunakan masjid untuk menyampaikan pesan perlawanan terhadap pemerintah Assad.

Pada 27 Agustus 2011, masjid yang ia kelola diserang oleh pasukan keamanan Suriah, menyebabkan dirinya dan jamaah lainnya terluka.

Setelah pindah ke Turki pada 2012, al-Rifai membentuk Rabithah Ulama Syam, yang mencakup lebih dari 40 badan Islam dan syariah dari berbagai faksi Suriah.

Di Turki, ia melanjutkan pengajaran dan mendirikan lembaga pendidikan, serta ditunjuk sebagai kepala Dewan Islam Suriah oleh Presiden Erdoğan pada 2014.

Sebagai Mufti Agung Suriah, al-Rifai dikenal karena kritiknya terhadap ideologi takfiri dan sektarianisme, khususnya yang melibatkan ISIS dan Iran.

Setelah jatuhnya rezim Assad, al-Rifai diangkat kembali sebagai Mufti Agung pada 28 Maret 2025 oleh Presiden Ahmad al-Sharaa.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News22 minutes ago

Indonesia Akhiri Misi Kemanusiaan Korban Gempa Myanmar

News57 minutes ago

Silaturahmi ke Gus Mus, Mendikdasmen Dapat Wejangan Ini

News2 hours ago

Selamatkan Lansia Saat Kebakaran Hutan Korsel, Sugiyanto Terima Penghargaan Ini

Ruang Sujud3 hours ago

Jika Hendak Ceraikan Istri Sebab tak Lagi Cinta, Ingat Pesan Sahabat Nabi ini

Ruang Sujud4 hours ago

Menemukan Makna Hidup Melalui Tadabbur Al-Qur’an

News6 hours ago

Elon Musk Bakal Tinggalkan Jabatan di Pemerintahan Trump

Ruang Sujud6 hours ago

Tadabbur Al-Qur’an dan Transformasi Spiritual dalam Kehidupan

Sportechment7 hours ago

Final Liga Voli Korea: Perjuangan Gigih Megawati Cs Buat Kagum Bintang Pink Spider

Review10 hours ago

Against Israel and the USA, Arab Leaders Are Nothing but Pathetic Toothless Tigers

News11 hours ago

Idul Fitri 1446 H, Mendikdasmen: Menjaga Hati, Mengendalikan Diri

News11 hours ago

Sekolah Rakyat dan Revolusi Pendidikan Baru

News18 hours ago

Wanita Ini Jadi Korban Kekerasan Seksual Tentara Israel

Sportechment18 hours ago

Timnas U-17 Siap Tempur di Ajang Piala Asia 2025, Erick Thohir Kirim Pesan Ini

Ruang Sujud19 hours ago

Jejak Ulama dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

News22 hours ago

Terjadi Saat Shalat Jumat, Ratusan Muslim Dikhawatirkan Syahid Akibat Gempa Myanmar

Ruang Sujud23 hours ago

Peran Ulama dalam Membangun Peradaban Islam

Sportechment1 day ago

Trump Bicara Soal Jelang TikTok Kena Banned 5 April

Review1 day ago

Strategi Global, Dimana Posisi Indonesia?

Sportechment1 day ago

Val Kilmer, Pemeran Batman Forever Meninggal Dunia di Usia 65 Tahun

Review1 day ago

Jika Pilpres di 2026: Prabowo-Dedi Mulyadi, Duet Paling Tepat!