Monitorday.com – Fenomena “love bombing” atau rangkaian taktik manipulasi psikologis dan emosional dalam hubungan asmara menjadi isu utama yang diangkat dalam film terbaru produksi Visual Media Studio (VMS) berjudul Penerbangan Terakhir.
Produser VMS, Tony Ramesh, mengatakan tema tersebut diadaptasi dari novel Gadis Pramugari karya Annastasia Anderson dan dihadirkan ke layar lebar sebagai bentuk edukasi publik mengenai dampak psikologis yang kerap dialami para korban hubungan manipulatif.
“Keresahan ini ternyata dialami banyak orang, dan kami ingin film ini menjadi peringatan tentang bahaya hubungan yang manipulatif,” ujar Tony saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin.
Tony menjelaskan, skenario yang ditulis sekaligus disutradarai Benni Setiawan mengajak penonton mengenali tanda-tanda “love bombing” melalui hubungan antara Kapten Deva (Jerome Kurnia) dan kekasihnya, pramugari Tiara (Nadya Arina). Perhatian dan hadiah berlebihan yang tampak romantis di awal hubungan perlahan berubah menjadi pintu masuk tekanan mental bagi Tiara.
Konflik semakin kompleks dengan kehadiran karakter Nadia yang diperankan Aghniny Haque. Sebagai mantan pramugari sekaligus figur berpengaruh di media sosial, Nadia digambarkan sebagai karakter yang berada di wilayah abu-abu.
“Nadia tidak sepenuhnya ‘hitam’ maupun ‘putih’,” ujar Aghniny. Ia menjelaskan, sikap Nadia merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri untuk mempertahankan citra hidup sempurna di media sosial demi menjaga pandangan publik terhadap dirinya.
Penulis novel Gadis Pramugari, Annastasia Anderson, turut hadir dalam pemutaran pratayang Penerbangan Terakhir. Ia mengungkapkan bahwa jauh sebelum istilah “love bombing” ramai diperbincangkan di media sosial, ia telah mencermati perilaku manipulatif tersebut dari pengalaman belasan tahun berprofesi sebagai pramugari.
“Jauh sebelum ini aku sudah berpikir tentang perilaku manipulatif dan hubungan dengan love bombing. Ketika kejadiannya viral, aku merasa ini saatnya menjadikannya pelajaran agar orang-orang tidak menjadi seperti Tiara, Kapten Deva, maupun Nadia,” kata Annastasia.
Annastasia mengaku puas melihat beragam reaksi penonton saat film diputar, mulai dari rasa kesal, simpati, hingga refleksi diri. Menurutnya, respons tersebut menunjukkan cerita yang diangkat sangat dekat dengan realitas sosial.
“Aku sangat senang karena novelku seperti menemukan rumah yang tepat di VMS. Ketika diadaptasi menjadi film, ceritanya terasa semakin esensial dan sangat relate bagi banyak orang,” ujarnya.
Film Penerbangan Terakhir yang dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghniny Haque dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026.