Monitorday.com – Prestasi membanggakan diraih oleh Aminudin Zakaria, guru fisika dan robotik dari MTsN 9 Jombang, yang sukses meraih Juara 3 (Bronze Award) dalam ajang bergengsi Educator ThoughtCoCreate (TCC) 2025, yang diselenggarakan oleh Pythaverse di Sapa, Vietnam, pada 4-7 Juli 2025.
Dari ratusan proposal yang diterima Pythaverse, hanya 10 finalis yang dipilih untuk tampil di Final Summit, salah satunya Zakaria. Mereka mempresentasikan ide kreatifnya dalam merancang solusi pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial [Ai] yang relevan, etis, dan berdampak nyata.
“Saya ingin sharing dan membagi ide gagasan saya terkait pemanfaatan Ai yang tepat untuk guru dan peserta didik. Saya melihat Pythaverse sangat terbuka dengan gagasan-gagasan baru tentang Ai dan pendidikan. Jadi ini adalah kesempatan saya untuk menunjukkan di kancah internasional bahwa Ai sudah berkembang di Indonesia dan siap untuk diimplementasikan di sekolah,” jelas Zakaria saat ditanya motifasinya ikut TCC 2025, di Sapa, Vietnam, Minggu (6/7/2025).
Dalam presentasinya, Zakaria mengangkat metode Prompt Engineering dengan struktur RTAF (Role, Task, Additional, Format) sebagai cara sederhana namun efektif untuk menjaga aspek humanisme, berpikir kritis, dan inquiry dalam penggunaan Ai di kelas.
“Ai bisa dioptimalkan untuk tetap mempertahankan aspek humanisme, berpikir kritis, dan inquiry menggunakan metode yang sangat sederhana yaitu teknik prompt engineering. Prompt tersebut memiliki struktur RTAF (Role, Task, Additional, Format),” paparnya di depan juri internasional.
Lebih dari sekadar ide, Zakaria telah mulai merealisasikan gagasannya bersama komunitas JCAI yang dibina oleh MTsN 9 Jombang dan AICI (Artificial Intelligence Center Indonesia).
“Saat ini saya bersama JCAI di bawah binaan MTsN 9 Jombang dan AICI telah merealisasikan gagasan ini dalam bentuk pelatihan guru skala kecil. Kami telah merencanakan kegiatan pelatihan yang lebih luas lagi pada triwulan akhir tahun 2025 yang saat ini masih kami koordinasikan. Saya sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk turut serta merealisasikan gagasan tersebut di Indonesia,” tambahnya.
Keberhasilan Zakaria juga menjadi isyarat positif bahwa rencana Indonesia mengimplementasikan pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial cukup realistis.
Hal ini juga diamini oleh Praktisi Ai asal Indonesia, Dr. Muchlas Rowi, yang turut menyaksikan langsung proses presentasi dan diskusi para finalis di Sapa. Menurutnya, rencana implementasi pembelajaran Koding – KA memang masih berada di tahap awal, namun sudah berada di jalur yang tepat menuju pemenuhan kebutuhan masa depan.
“Ini bukti bahwa Indonesia punya talenta-talenta digital yang mampu bersaing. Ini jadi momentum juga karena Indonesia punya kebijakan pembelajaran Koding dan KA yang menjadi langkah untuk memenuhi kebutuhan 9 juta talenta digital di 2030,” ujar Muchlas.
Diselenggarakan oleh Pythaverse, Educator ThoughtCoCreate (TCC) 2025 adalah inisiatif kolaboratif lintas Asia Tenggara yang mendorong guru untuk menciptakan solusi pembelajaran inovatif berbasis AI, Digital Twin, dan prinsip etika. Final Summit berlangsung di Sapa Highland Resort & Spa, Vietnam, dari tanggal 4–7 Juli 2025.
TCC bukan sekadar kompetisi, melainkan program transformatif yang membimbing peserta dari ide awal hingga ke tahap implementasi nyata. Para finalis juga berkontribusi pada dokumen global berjudul “The Educator’s Compass: Navigating the AI Frontier with Pedagogy, Integrity, and Equity”, yang akan menjadi panduan internasional dalam pemanfaatan AI di pendidikan.
Pythaverse, sebagai penyelenggara, adalah perusahaan teknologi pendidikan yang mengembangkan CoCreate Learning Framework untuk mendukung pembelajaran imersif, kolaboratif, dan berbasis AI. Mereka berkomitmen membangun komunitas pendidik global yang saling belajar, berinovasi, dan menciptakan dampak nyata.
Panel juri dalam ajang ini terdiri dari tokoh-tokoh pendidikan terkemuka dari berbagai negara. Salah satu juri utamanya berasal dari Indonesia, yaitu Dr. Muhammad Muchlas Rowi. Kehadirannya menegaskan posisi strategis Indonesia dalam diskursus global soal inovasi pendidikan dan transformasi digital.