Connect with us

Keuangan

BNI Tambah Kuota Mudik Gratis 2025, Tujuan Mana Saja?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menambah target peserta Mudik Gratis 2025 hampir dua kali lipat dari realisasi tahun lalu sebanyak 3.121 menjadi 6.050 pemudik.

Hal ini menjadi wujud nyata kontribusi BNI dalam peduli sosial termasuk mendukung kelancaran arus mudik lebaran dengan menggunakan angkutan massal.

BNI berpartisipasi dalam Program Mudik Gratis 2025 bersama Kementerian BUMN dengan tema Mudik Aman Sampai Tujuan. Perseroan menyediakan 121 bus tujuan Purwokerto, Semarang, Yogyakarta via Solo, Surabaya, Malang, Lampung, Palembang dan Padang.

Keberangkatan mudik gratis rencananya dilakukan di area GBK Jakarta, pada Kamis 27 Maret 2025, diikuti seremoni pelepasan di sejumlah Kantor Wilayah BNI di Jabodetabek. Kegiatan tersebut merupakan sinergi bersama BUMN lainnya yang akan dilakukan secara serempak.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo mengatakan, Mudik Gratis BUMN 2025 merupakan dukungan BNI terhadap kelancaran arus mudik dan turut membantu masyarakat yg ingin kembali ke kampung halamannya secara aman.

“BNI turut berkontribusi dan memberikan solusi angkutan publik nyaman bagi masyarakat yang ingin kembali ke kampung halaman disaat mobilisasi meningkat di setiap momen lebaran” kata Okki dalam siaran persnya pada Rabu (12/3/2025).

Peran serta BNI dalam Program Mudik Gratis BUMN sebelumnya telah dilakukan pada 2023 dimana realisasi peserta mencapai 2.030 dan 2024 sebanyak 3.121 pemudik. Peserta yang ditarget adalah masyarakat kurang mampu, rekanan nasabah dan stakeholder BNI yang membutuhkan transportasi mudik.

Dia memastikan bahwa penyelenggaraan arus mudik tahun ini dilakukan secara kondusif dengan mengedepankan keamanan dan keselamatan pemudik. BNI terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak, terkait persiapan, pelaksanaan, serta kelayakan seluruh armada yang digunakan dalam Program Mudik BUMN 2025.

Melalui kegiatan mudik gratis ini, BNI sebagai agent of development berharap dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat untuk mudik dengan aman dan nyaman

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Keuangan

Menkeu Purbaya Jadi Guru SMA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi guru dadakan di SMAN 3 Jakarta, mengajarkan siswa tentang peran krusial Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pembangunan negeri.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com– Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa secara mendadak menjadi relawan pengajar dalam program Kemenkeu Mengajar 10 di SMAN 3 Jakarta pada Senin (10/11/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan edukasi fiskal langsung kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta peran strategis pemerintah dalam perekonomian nasional.

Purbaya menyatakan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah agar para siswa “mengerti betul apa peran pemerintah di ekonomi dan tidak asal protes saja.” Hal ini menyoroti pentingnya pemahaman dasar sebelum mengkritisi kebijakan publik.

Dalam paparannya, Menkeu menekankan APBN bukan sekadar kumpulan angka. “APBN bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud gotong royong seluruh rakyat untuk membangun negeri,” ungkapnya.

Melalui APBN, negara menghadirkan alokasi dana untuk sektor pendidikan, kesehatan, pangan, energi, hingga infrastruktur dan perlindungan sosial.

Program Kemenkeu Mengajar ini merupakan inisiatif besar yang melibatkan lebih dari 7.000 pegawai Kemenkeu sebagai relawan pengajar dan dokumentator. Keterlibatan langsung Menkeu dalam program ini menunjukkan komitmen untuk menanamkan pemahaman bahwa keuangan negara adalah tanggung jawab bersama.

Menkeu Purbaya juga mengapresiasi tinggi respons siswa SMAN 3 Jakarta. Ia mencatat bahwa murid-murid di kelasnya “amat kreatif, amat inovatif,” dengan sesi diskusi yang berlangsung sangat menarik, menandakan potensi generasi muda yang amat baik dalam isu-isu ekonomi dan fiskal.

Continue Reading

Keuangan

Bursa Asia Beragam, Reli Wall Street Dipicu Teknologi

Pasar Asia Pasifik menunjukkan kinerja bervariasi, kontras dengan reli yang dipicu sektor teknologi di Wall Street. Kesepakatan Amazon-OpenAI dan izin ekspor Nvidia pendorong utama.

Amalan Saliha

Published

on

Ilustrasi

Monitorday.com – Pasar Asia Pasifik menunjukkan kinerja bervariasi, memisahkan diri dari reli yang dipicu sektor teknologi di Wall Street. Sentimen investor di kawasan tersebut tampaknya tidak sepenuhnya mengikuti momentum positif yang terlihat di bursa Amerika Serikat.

Sementara indeks-indeks utama di Amerika Serikat terus mencatat kenaikan, didukung oleh kesepakatan signifikan di sektor teknologi, beberapa bursa di Asia mengalami penurunan atau kenaikan minimal. Kondisi ini mencerminkan adanya perbedaan pandangan pasar dan faktor-faktor ekonomi lokal yang mempengaruhi masing-masing negara.

Reli di Wall Street secara signifikan didorong oleh kenaikan saham Amazon sebesar 4%, menyusul kesepakatan senilai $38 miliar dengan OpenAI. Kesepakatan ini diproyeksikan akan menggunakan ratusan ribu unit pemrosesan grafis (GPU) Nvidia. Nvidia sendiri juga mencatat kenaikan sekitar 2% setelah berhasil mengamankan izin ekspor untuk chipnya ke Uni Emirat Arab.

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 tercatat turun 0,7% karena investor menantikan keputusan kebijakan dari Reserve Bank of Australia. Sebaliknya, pasar Jepang menunjukkan pergerakan positif, dengan indeks Nikkei 225 naik 0,25% dan Topix bertambah 0,52%.

Kondisi bursa Korea Selatan juga bervariasi; indeks Kospi anjlok 1,29%, sementara indeks small-cap Kosdaq justru berhasil naik 0,24%. Di Hong Kong, indeks Hang Seng naik tipis 0,23%, sedangkan indeks CSI 300 di daratan utama Tiongkok terpantau datar.

Pergerakan pasar saham AS semalam turut menyoroti kekuatan sektor teknologi. Indeks Nasdaq yang didominasi saham-saham teknologi menguat 0,46%, dan S&P 500 naik 0,17%. Namun, Dow Jones Industrial Average mencatat penurunan 0,48%.

Continue Reading

Keuangan

Saham AS Melesat, AI Pimpin Kenaikan Pasar

Saham AS melesat signifikan di Oktober, menepis Octoberphobia. Sektor teknologi, khususnya AI, menjadi pendorong utama. Amazon dan Nvidia memimpin kenaikan, didukung investasi AI dan iklan digital.

Amalan Saliha

Published

on

Jensen Huang

Monitorday.com – Pasar saham Amerika Serikat berhasil menepis pesimisme historis di bulan Oktober, dengan indeks-indeks utama membukukan kenaikan signifikan. Hal ini menantang fenomena “Octoberphobia” yang dikaitkan dengan crash pasar di tahun 1929 dan 1987.

Indeks S&P 500, yang mewakili pasar secara luas, melonjak 2.3%, sementara Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 4.7%. Kinerja kuat ini mengindikasikan bahwa sektor teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), menjadi pendorong utama di balik penguatan pasar yang tak terduga tersebut.

Salah satu penopang utama adalah Amazon, yang sahamnya melonjak 9.6% pada hari Jumat menyusul pertumbuhan unit komputasi awan yang solid. CEO Andy Jassy menekankan, “permintaan kuat di AI dan infrastruktur inti.”

Kenaikan AI di pasar bukan hanya peristiwa satu hari. Nvidia, yang dikenal sebagai pionir AI, menjadi perusahaan pertama yang mencapai valuasi $5 triliun pada bulan Oktober. CEO Jensen Huang menggambarkan teknologi tersebut telah membentuk “siklus yang baik” di mana pertumbuhan penggunaan akan mengarah pada peningkatan investasi, yang pada gilirannya meningkatkan AI, yang akan meningkatkan penggunaan.

Perusahaan teknologi besar juga mengumumkan peningkatan belanja modal yang besar, sebagian besar kemungkinan akan dialokasikan untuk infrastruktur AI. Antusiasme terhadap AI kini terlihat lebih sebagai dorongan energi yang berkelanjutan daripada lonjakan sesaat.

Di samping investasi masif pada AI, pendapatan dari iklan digital juga menjadi pendorong signifikan bagi pertumbuhan raksasa teknologi. Peningkatan penjualan iklan online telah meredakan kekhawatiran awal tahun ini tentang dampak gejolak ekonomi terhadap anggaran iklan.

Continue Reading

Keuangan

Jamkrindo Raih Penghargaan Sustainable Operation Initiative

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) resmi menerima penghargaan Sustainable Operation Initiative dalam ajang ESG Now Awards 2025 yang diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jakarta.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, di hadapan sejumlah pejabat tinggi dan tokoh nasional.

Jamkrindo menegaskan bahwa keberlanjutan bukan sekadar kewajiban moral, tetapi merupakan strategi jangka panjang dalam menghadapi tantangan zaman. Dalam implementasinya, Jamkrindo mengadopsi konsep green building, efisiensi penggunaan energi, dan digitalisasi proses internal untuk mengurangi penggunaan kertas. Program pengelolaan limbah seperti Trash for Cash juga dijalankan secara konsisten.

Selain itu, perusahaan mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam layanan inti melalui skema green guarantee, yaitu penjaminan kepada pelaku UMKM yang menjalankan usaha ramah lingkungan. Untuk memperluas dampak, Jamkrindo menjalin kerja sama dengan lembaga pengelolaan dana lingkungan dalam berbagai proyek bersama.

Dalam aspek sosial, Jamkrindo aktif menjalankan program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) yang mencakup pelatihan keterampilan bagi generasi muda, dukungan pendidikan untuk kelompok kurang beruntung, kampanye kesehatan, serta upaya memperkuat inklusivitas masyarakat.

Dari sisi lingkungan, upaya penghijauan, pengurangan emisi, serta pengelolaan limbah plastik terus menjadi agenda strategis perusahaan.

Arah Ke Depan

Abdul Bari menyampaikan bahwa penghargaan tersebut adalah bukti apresiasi terhadap dedikasi seluruh insan Jamkrindo dan sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat transformasi menuju operasional yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Ke depan, Jamkrindo berencana memperluas perannya dalam proyek-proyek pemerintah seperti green housing, memperkuat tata kelola, mendorong inovasi digital, serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Seluruh unit operasional, termasuk kantor cabang, juga akan ditata agar menerapkan prinsip ramah lingkungan secara konsisten.

Continue Reading

Keuangan

Strategi Utang Jaga Stabilitas Fiskal

Penggunaan dana utang ini diharapkan dapat mendukung berbagai program pembangunan nasional dan menjaga stabilitas fiskal.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com- Pemerintah Indonesia berencana menarik utang baru sebesar Rp501,5 triliun hingga September 2025 sebagai bagian dari strategi pembiayaan APBN tahun depan. Menteri Keuangan menyatakan, “Penarikan utang ini bertujuan untuk menutup defisit anggaran yang diperkirakan mencapai Rp609,7 triliun atau 2,45% dari PDB.”

Strategi ini mencakup penerbitan Surat Utang Negara (SUN) sebesar Rp437,6 triliun dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp64,9 triliun. Selain itu, pemerintah juga akan memanfaatkan pinjaman bilateral dan multilateral dengan total sekitar Rp1 triliun.

Menteri Keuangan menegaskan bahwa pengelolaan utang dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan efisiensi biaya. “Kami berkomitmen untuk mengendalikan risiko dan menyesuaikan strategi dengan kondisi pasar global dan domestik,” ujarnya.

Penggunaan dana utang ini diharapkan dapat mendukung berbagai program pembangunan nasional dan menjaga stabilitas fiskal. Pemerintah juga berupaya memastikan bahwa pembiayaan utang tidak membebani anggaran di masa depan.

Para ahli ekonomi menilai strategi ini sebagai langkah yang realistis dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Mereka mengingatkan pentingnya transparansi dan pengelolaan yang baik agar utang tetap terkendali.

Masyarakat diimbau untuk memahami bahwa utang pemerintah merupakan bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan dan pelayanan publik. “Utang bukan beban semata, tapi investasi untuk masa depan bangsa,” kata Menteri Keuangan.

Dengan strategi ini, pemerintah berharap dapat menjaga kepercayaan investor dan memastikan keberlanjutan fiskal yang sehat hingga tahun 2025.

Continue Reading

Keuangan

Temuan OJK Soal Penipuan Keuangan Sepanjang Nov 2024–Sept 2025 Buat Merinding

OJK melalui IASC mencatat 274.772 laporan penipuan dari November 2024 hingga September 2025. Kerugian masyarakat mencapai Rp6,1 triliun dengan 87.819 rekening telah diblokir.

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa Indonesia Anti Scam Center (IASC) telah menerima 274.772 laporan kasus penipuan sepanjang November 2024 hingga 30 September 2025. Angka ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor sekaligus besarnya ancaman kejahatan finansial digital di Indonesia.

Dari total laporan tersebut, sekitar 163.945 laporan diajukan melalui lembaga keuangan seperti bank dan penyedia sistem pembayaran, sedangkan 110.827 laporan datang langsung dari masyarakat melalui sistem IASC. Data ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga keuangan dan masyarakat menjadi kunci penting dalam deteksi dini praktik penipuan.

Selain laporan, tercatat 443.235 rekening telah dilaporkan terlibat dalam aktivitas penipuan. Dari jumlah itu, 87.819 rekening berhasil diblokir untuk mencegah aliran dana ke pelaku. Nilai kerugian masyarakat yang tercatat mencapai Rp6,1 triliun, sementara Rp374,2 miliar di antaranya berhasil diamankan melalui pemblokiran rekening.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa ke depan, peran IASC akan diperkuat dengan sistem pemantauan dan tindak lanjut yang lebih cepat. OJK juga memperluas kerja sama dengan aparat penegak hukum guna mempercepat proses hukum terhadap pelaku penipuan.

OJK menargetkan tiga langkah strategis: (1) menghentikan transaksi penipuan melalui pemblokiran rekening, (2) mengidentifikasi pelaku dengan memanfaatkan data digital forensik, dan (3) memastikan penegakan hukum berjalan tegas dan transparan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa modus penipuan semakin kompleks, mulai dari investasi bodong, pinjaman online ilegal, hingga phishing berkedok layanan keuangan resmi. OJK mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi, tidak tergiur iming-iming keuntungan besar, dan segera melapor jika menemukan indikasi penipuan.

Keberhasilan OJK dan IASC dalam menekan angka penipuan di masa depan sangat bergantung pada literasi digital dan keuangan masyarakat. Dengan kolaborasi aktif, potensi kerugian akibat kejahatan finansial diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Continue Reading

Keuangan

Uang Bisa Kerja, Begini Cara Bikin Cuan

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Kesadaran masyarakat untuk mengelola keuangan secara bijak kini semakin penting di tengah tingginya biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi. Tak cukup hanya menabung, publik juga perlu memahami cara agar uang yang dimiliki mampu berkembang dan memberi keuntungan. Hal ini disampaikan melalui unggahan edukasi keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat akun Instagram resmi @kontak157 yang ramai dibicarakan pada Minggu (14/9/2025).

Dalam unggahan itu, OJK membagi konsep pengelolaan dana menjadi dua kategori yang mudah dipahami: uang diam dan uang bekerja. Uang diam adalah dana yang hanya disimpan tanpa menghasilkan nilai tambah. Biasanya diletakkan di rumah, dompet, atau brankas, dan meski aman, nilainya akan terus tergerus inflasi dari tahun ke tahun. “Aman, tapi tidak tumbuh,” tulis OJK dalam unggahan tersebut.

Sebaliknya, uang bekerja adalah dana yang diputar dalam berbagai instrumen investasi sehingga nilainya dapat berkembang. OJK menjelaskan, uang yang bekerja umumnya disimpan dalam bentuk aset investasi, mulai dari deposito, reksa dana, saham, hingga obligasi. Dana ini berpotensi memberi keuntungan berupa bunga, dividen, maupun capital gain. Meski tetap ada risiko, risiko tersebut bisa dikelola dengan strategi yang tepat.

“Jangan cuma kerja buat uang, biarin uang juga kerja buat kamu,” tulis OJK dalam pesan yang memotivasi masyarakat untuk segera beralih dari sekadar menabung menuju pola investasi yang lebih produktif. Edukasi ini menjadi pengingat penting bahwa ketahanan finansial jangka panjang tidak akan tercapai bila hanya mengandalkan simpanan konvensional tanpa ada usaha mengembangkan nilai uang.

OJK juga mengingatkan, langkah pertama agar uang dapat bekerja adalah memahami profil risiko pribadi. Bagi pemula, investasi dengan risiko rendah seperti deposito atau reksa dana pasar uang bisa menjadi pintu masuk yang aman. Sementara bagi yang lebih berani, instrumen dengan potensi imbal hasil tinggi seperti saham dan obligasi dapat menjadi pilihan, asalkan dilakukan dengan perencanaan yang matang.

Unggahan tersebut memicu respons positif dari warganet. Banyak yang merasa tercerahkan mengenai pentingnya membedakan antara menabung dan berinvestasi. “Selama ini saya pikir tabungan saja sudah cukup. Ternyata perlu juga mulai investasi supaya nilai uang tidak habis dimakan inflasi,” tulis salah satu komentar.

Selain itu, OJK menekankan pentingnya literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tergiur penawaran investasi bodong. Pemahaman mengenai cara kerja instrumen keuangan dan potensi risikonya adalah kunci untuk melindungi diri dari kerugian. Masyarakat disarankan selalu memastikan legalitas lembaga dan produk investasi yang dipilih melalui saluran resmi OJK.

Pesan yang ditutup dengan kalimat “Simple logic, but often ignored” ini seolah menjadi pengingat agar tidak menunda langkah cerdas dalam mengelola uang. Semakin cepat seseorang menyadari bahwa menabung saja tidak cukup, semakin besar peluang membangun fondasi finansial yang kokoh untuk masa depan.

Continue Reading

Keuangan

Bank Mandiri Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Road to INACRAFT 2025

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Menyambut HUT ke-80 Republik Indonesia, Bank Mandiri memperkuat komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan UMKM, melalui program Road to INACRAFT 2025 bertema “Karya Lokal, Transaksi Digital”.

Program ini menjadi pembuka menuju perhelatan INACRAFT on October Vol. 4 Tahun 2025, sebuah ajang pameran kriya nasional bergengsi yang digagas oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI), di mana Bank Mandiri bertindak sebagai sponsor utama.


Rangkaian Road to INACRAFT 2025 digelar di tiga kota besar, yaitu:

  • Bandung (14–16 Agustus)
  • Solo (20–22 Agustus)
  • Surabaya (29–31 Agustus)

Setiap kota menampilkan bazar produk kriya lokal yang dikemas dalam nuansa kedaerahan, lengkap dengan workshop kearifan lokal, pelatihan bisnis, serta promo transaksi digital menarik bagi pengunjung.

“Momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat pentingnya kemandirian ekonomi bangsa. Melalui program ini, kami ingin UMKM lokal naik kelas lewat digitalisasi transaksi dan perluasan akses pasar,” ujar Regional CEO Bank Mandiri Regional VI/Jawa 1, Nila Mayta Dwi Rihandjani, Rabu (20/8).


Dalam kegiatan ini, Bank Mandiri menghadirkan solusi keuangan lengkap bagi pelaku usaha seperti:

  • Livin’ by Mandiri
  • Kartu Debit dan Kredit Mandiri
  • QRIS & EDC
  • Livin’ Merchant

Solusi tersebut mendukung kemudahan transaksi, efisiensi operasional, dan perluasan jangkauan pemasaran pelaku UMKM.

Bank juga melakukan akuisisi tenant, memperkuat basis merchant, serta membangun ekosistem digital yang berkelanjutan di tiap kota penyelenggaraan.


Selama periode 14–31 Agustus 2025, nasabah Livin’ by Mandiri bisa mendapatkan cashback hingga Rp35.000 saat berbelanja di tenant pilihan di berbagai kota, termasuk:

  • Jabodetabek
  • Cirebon
  • Bandung
  • Semarang
  • Pekalongan
  • Yogyakarta
  • Madura
  • Malang
  • Bali
  • Mataram

Menurut data per Mei 2025:

  • Livin’ Merchant mencatat pertumbuhan pengguna sebesar 35% YoY, mencapai 2,7 juta merchant.
  • Livin’ by Mandiri mencatat 32,8 juta pengguna (tumbuh 27% YoY).

Ini membuktikan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap platform digital Bank Mandiri.


Bank Mandiri menegaskan bahwa dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif bukan sekadar program sesaat, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi inklusif.

“Dengan integrasi teknologi, pendampingan usaha, dan dukungan akses pasar, kami ingin pelaku UMKM Indonesia mampu bersaing di tingkat nasional dan global,” tutup Nila.

Continue Reading

Keuangan

Gawat! BI Buat 6 Rukun Tandingan, Padahal ini…

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com- Langkah mengejutkan datang dari Bank Indonesia (BI). Di tengah gempuran isu ekonomi global dan gejolak pasar keuangan, BI justru memperkenalkan sebuah konsep baru yang terdengar tak lazim di telinga publik: Enam Rukun. Sekilas, istilah ini mengingatkan pada rukun iman dalam ajaran agama.

Namun tenang dulu! versi BI ini bukan berbicara soal akidah, melainkan “iman ekonomi” yang mereka yakini bisa menjadi penopang stabilitas moneter bangsa. Menariknya, setiap “rukun” punya makna simbolis yang dikaitkan dengan tugas BI menjaga nilai rupiah, mengendalikan inflasi, hingga mengawasi sistem pembayaran.

Belum banyak detail yang diungkap, namun publik sudah ramai berspekulasi, apakah ini hanya strategi komunikasi kreatif, atau ada kebijakan besar yang akan mengguncang arah ekonomi nasional? Satu hal yang pasti, BI ingin mengajak masyarakat “berpegang teguh” pada enam pedoman yang diyakini sebagai kunci kekuatan ekonomi Indonesia ke depan.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan usulan BI dalam upaya pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Ia memetakan ada enam strategi Bank Sentral yang diramu menjadi ‘enam rukun’ pengembangan ekonomi syariah.

“Kami mengusung enam rukun peningkatan pengembangan ekonomi keuangan syariah,” kata Perry dalam acara Sarasehan Nasional Ekonomi Syariah Refleksi Kemerdekaan RI Tahun 2025 yang digelar BI dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Kompleks BI, Jakarta Pusat, Rabu (13/8/2025).

Perry menerangkan, enam rukun tersebut berpijak pada tiga pilar yakni mata rantai ekonomi halal Indonesia, penguatan ‘ngaji fikih ngaji sugih’, dan dakwah literasi ekonomi keuangan syariah.

Ia memaparkan, untuk pilar pengembangan mata rantai ekonomi halal, BI mengusulkan tiga program, yang kemudian ia sebut sebagai ‘tiga pilar’ meningkatkan halal economy value chain.

“Satu, kami sebut ‘Gerbang Santri, yaitu Gerakan Pengembangan Pesantren dan Rantai Nilai Halal. Mari kita terus tingkatkan gerakan pengembangan pesantren dan rantai nilai halal di Indonesia dengan memberdayakan pesantren sebagai pusat ekonomi umat melalui peningkatan produktivitas digitalisasi bisnis dan tata keuangan pesantren yang lebih baik” ujar Perry. 

Dua, yakni ‘Jawara Ekspor’ atau Jaringan Wirausaha Syariah Mendorong Ekspor. Perry menyebut langkah itu dilakukan dengan mendorong pusat-pusat bisnis pesantren membentuk jaringan atau network yang luas. 

“Perlu ada satu agregator sehingga produk halal Indonesia bisa go global melalui integrasi sistem informasi ekspor, penguatan akses pasar, dan kerja sama internasional, didukung penguatan produk sesuai permintaan ekspor,” terangnya. 

Tiga, adalah ‘Gema Halal’ atau Gerakan Berjamaah Akselerasi Halal. Gerakan itu lebih diarahkan untuk memperluas pasar produk halal dengan jalan meningkatkan produksi bahan baku halal, mempercepat sertifikasi halal dari sisi hulu, dan memperkuat peran halal center di berbagai daerah, di samping memperkuat perlindungan konsumen. 

“Itu kami usulkan tiga rukun untuk mata rantai ekonomi halal di Indonesia, sehingga ‘penumpang’-nya semakin banyak,” tuturnya. Diksi ‘penumpang’ yang dimaksud Perry adalah pengibaratan dalam upaya penguatan ekosistem ekonomi syariah, yang mana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dinarasikan sebagai penyedia bus dan BI sendiri berperan mengisi bus dengan penumpang. 

Perry melanjutkan, pada pilar penguatan ‘ngaji fikih ngaji sugih’, BI mengusulkan ada inisiatif yang disebut dengan ‘Sapa Syariah’. Inisiatif tersebut ialah tentang memperkuat sinergi perdagangan dan pembiayaan syariah.

“Di BI, dalam ‘Sapa Syariah’ kami akan masuk di PUVA (pasar uang syariah dan valuta asing) syariah karena perbankan kan di OJK, di pasar uangnya tentu saja kami akan lebih banyak,” ujar Perry.

Ia menyebut, nantinya dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang diketuai oleh Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, diusulkan ada forum koordinasi untuk pengembangan keuangan yang fokus pada syariah.

“KSSK kan ada Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan yang dulu FKPPPK, itu mungkin kita bisa transfer ada yang konvensional, ada juga yang syariah. Gerakan ‘Sapa Syariah’ itu kalau di konvensional ada namanya LIKE IT (literasi keuangan Indonesia terdepan), kalau di syariah kita sebut ‘Sapa Syariah’, tentang bagaimana akses keuangan bisa lebih kuat,” jelasnya.

Perry melanjutkan, pada pilar dakwah literasi ekonomi keuangan syariah, ia menekankan akan terus menyediakan Festival Ekonomi Syariah (Fesyar). Ia mengajak berbagai pihak, mulai dari MUI, Kementerian Keuangan, Bappenas, hingga Kementerian/Lembaga perbankan untuk bersama-sama dalam menyukseskan perhelatan Fesyar yang telah digelar rutin oleh BI selama ini. Fesyar diketahui diadakan di tiga titik yang merambah semua wilayah Indonesia, yakni di Sumatera, Jawa, dan wilayah timur.

“Yang perlu kita tingkatkan, akan mendorong dua inisiatif nasional yang saling melengkapi, yaitu yang pertama adalah ‘Kanal Ziswaf’ kolaborasi nasional pengembangan zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Ini adalah yang kami usulkan agar menjadi kita sinergi antar lembaga untuk betul-betul selain pembiayaan dan komersial dari perbankan keuangan, ada juga pembiayaan sosial dari ziswaf. Kita sudah mulai kembangkan digitalisasi, sehingga menjadi Kanal Ziswaf,” terangnya.

Adapun rukun yang terakhir masih di bidang literasi, yakni ‘Lentera Emas’ yang merupakan akronim dari literasi dan inklusi ekonomi syariah menuju Indonesia Emas. Pada poin ini, Perry kembali menekankan tentang menjadikan Fesyar dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) bakal terus digelar. Dengan adanya perhelatan-perhelatan yang dilakukan secara rutin disertai kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak, upaya itu dinilai bisa mendongkrak tingkat literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, yang hingga saat ini terbilang masih cukup minim.

“Jadi, kami menyampaikan enam program unggulan. Pertama adalah Gerbang Santri, kedua: Jawara Ekspor, ketiga: Gema Halal, setelah itu Sapa Syariah, kemudian Kanal Ziswaf, dan terakhir Lentera Emas. Semoga bisa meningkatkan dan memperkuat Indonesia sebagai arus baru ekonomi keuangan syariah menuju global, menuju Indonesia maju, dan semoga menjadi keberkahan,” tutupnya.

Continue Reading

Keuangan

Naik Kelas! Rating ESG BNI Tembus ‘A’ Berkat Komitmen Hijau dan Tata Kelola Solid

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil mencatat pencapaian penting di ranah keberlanjutan dengan meraih peningkatan peringkat Environmental, Social, and Governance (ESG) dari lembaga pemeringkat global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Rating ESG BNI naik dari BBB pada Juni 2024 menjadi A pada Juni 2025.

Peningkatan ini merupakan hasil dari penguatan praktik tata kelola dan manajemen risiko ESG, terutama dalam aktivitas pembiayaan. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan keberhasilan integrasi prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis BNI secara menyeluruh.

“Integrasi ini dilakukan dari pengembangan produk dan layanan, hingga penguatan tata kelola serta pengelolaan risiko,” ujar Okki dalam keterangan resminya, Kamis (3/7).

Sebagai komitmen terhadap transisi menuju ekonomi hijau, BNI menargetkan Net Zero Emission (NZE) untuk pembiayaan pada tahun 2060 dan operasional pada tahun 2028. Untuk mendukung target tersebut, BNI memperkuat pengelolaan risiko iklim, meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia, dan mendorong transparansi pelaporan ESG.

Pembiayaan hijau BNI menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) mencapai 25%. Nilai pembiayaan hijau melonjak dari Rp29,5 triliun pada akhir 2020 menjadi Rp73,4 triliun pada akhir Desember 2024. Hingga Maret 2025, pembiayaan hijau tercatat sebesar Rp72,2 triliun atau setara 95,7% dari target tahun ini.

BNI juga aktif menyalurkan Sustainability Linked Loan (SLL), yakni kredit yang mendorong integrasi prinsip ESG di sektor usaha. Hingga Maret 2025, total penyaluran SLL mencapai Rp6 triliun.

Pada aspek sosial, BNI menerapkan standar tinggi dalam perlindungan data dan keamanan informasi, melampaui standar industri. Perusahaan juga terus menyempurnakan sistem perlindungan data nasabah sebagai bentuk menjaga kepercayaan publik.

Sementara di bidang tata kelola, BNI menjalankan kebijakan antikorupsi dan etika bisnis yang ketat. Perseroan juga terus menyempurnakan kebijakan remunerasi dan struktur tata kelola agar sejalan dengan praktik terbaik internasional.

“Peningkatan rating ESG ini adalah bukti bahwa keberlanjutan bukan sekadar jargon bagi BNI, tetapi prinsip dasar dalam operasional kami. Kami akan terus berinovasi untuk menghadirkan solusi keuangan yang bertanggung jawab demi masa depan yang lebih hijau dan inklusif,” tutup Okki.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



LakeyBanget6 hours ago

Layvin Kurzawa Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung

LakeyBanget7 hours ago

Pin “ICE OUT” Warnai Grammy Awards 2026

LakeyBanget7 hours ago

Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya

News7 hours ago

Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI

Review20 hours ago

Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”

News20 hours ago

Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat

News24 hours ago

Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam

News1 day ago

Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal

News1 day ago

Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045

News1 day ago

28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas

LakeyBanget1 day ago

Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung

LakeyBanget1 day ago

Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero

News1 day ago

Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat

News1 day ago

Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?

News2 days ago

Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel

News2 days ago

Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI

LakeyBanget2 days ago

Dominasi Thailand Masters 2026, Indonesia Borong Empat Gelar Juara

News2 days ago

Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat

LakeyBanget2 days ago

Menperin Tegaskan Motor Listrik Tanpa Insentif Baru Tahun Ini

LakeyBanget2 days ago

Tangis Haru Pecah Usai Usai Raih Gelar Perdana di Thailand Masters 2026

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.