Monitorday.com – Marc Marquez menegaskan ambisinya untuk terus menjaga mentalitas juara dan meraih hasil maksimal di MotoGP San Marino 2025, yang berlangsung akhir pekan ini di Sirkuit Misano, kandang legendaris milik rival lamanya, Valentino Rossi.
Pembalap andalan Ducati itu menyebut seri ini sebagai momen krusial dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. Dengan mengoleksi 487 poin, Marquez masih memuncaki klasemen sementara, unggul jauh 182 poin dari adik kandungnya, Alex Marquez (Gresini Racing) di posisi kedua.
Jika Marquez mampu menjaga selisih minimal 222 poin usai GP San Marino, maka peluang mengunci gelar juara dunia terbuka lebar pada seri berikutnya di MotoGP Jepang.
“Saya berusaha mendapatkan match point di sini,” ujar Marquez, dikutip dari Motosan.
“Saya tidak peduli di mana atau kapan, tapi saya ingin meraihnya secepat mungkin.”
Meski gagal menang di GP Catalunya pekan lalu, Marquez tetap menjadi pembalap dengan perolehan poin terbanyak di seri tersebut. Namun, menurutnya, itu belum cukup untuk mengamankan posisi juara lebih awal.
“Kami memang dapat poin terbanyak akhir pekan kemarin, tapi belum cukup. Orang-orang bilang Jepang bisa jadi tempat penentu, tapi saya rasa itu juga tidak mudah,” ucapnya.
Sirkuit Misano memiliki sejarah tersendiri bagi Marquez. Lintasan ini dikenal sebagai ‘markas’ Valentino Rossi, rival bebuyutan yang pernah terlibat insiden kontroversial dengannya di Sepang 2015. Meski begitu, Marquez mengaku tidak terpengaruh oleh sentimen penonton.
“Saya pembalap Ducati, jadi ini juga Grand Prix kandang bagi kami,” tegasnya.
“Akan ada siulan? Pasti. Akan ada tepuk tangan? Benar. Tapi kami akan memberikan 100 persen di trek — itu yang terpenting.”
Selain membidik gelar, Marquez menegaskan bahwa mempertahankan performa konsisten di podium menjadi prioritas utamanya di sisa musim ini.
“Kami akan tetap berpegang pada mentalitas kami. Salah satu tujuannya adalah mempertahankan podium. Itu prioritas utama saya sekarang hingga akhir musim,” jelas pembalap berusia 32 tahun itu.
Ia juga mewaspadai performa sang adik, Alex Marquez, yang disebutnya sedang dalam performa terbaik dan bisa menjadi penghalang besar dalam perebutan poin.
MotoGP San Marino 2025 akan menjadi seri yang penuh tekanan, sejarah, dan drama, namun Marquez tampaknya sudah siap menanggalkan masa lalu dan fokus membawa Ducati meraih kejayaan musim ini.