Monitorday.com – Bek kiri Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menjalani debutnya bersama Lille di Liga Prancis dengan hasil kurang memuaskan. Meski begitu, performa dan potensi Verdonk justru mendapat pujian tinggi dari Presiden klub, Olivier Létang, yang bahkan menyamakannya dengan mantan bintang Bayern Munchen dan PSG, Juan Bernat.
Verdonk tampil perdana saat Lille bertandang ke markas Lens di Stade Bollaert-Delelis, Sabtu (20/9/2025) waktu setempat, dalam lanjutan pekan kelima Ligue 1. Pemain berdarah Aceh-Meulaboh itu masuk di menit ke-18 menggantikan Romain Perraud yang mengalami cedera.
Sayangnya, debut sang pemain berusia 28 tahun tidak berjalan mulus. Baru 10 menit di lapangan, Lille kebobolan lewat gol Wesley Saïd dari situasi sepak pojok. Tak lama kemudian, Verdonk mendapat kartu kuning akibat pelanggaran terhadap Mamadou Sangare.
Menjelang turun minum, Lille kembali kebobolan oleh Florian Thauvin, mantan juara Piala Dunia 2018. Skor 0-2 menutup babak pertama. Kekalahan semakin pahit setelah Rayan Fofana mencetak gol ketiga bagi Lens di menit ke-52. Laga berakhir dengan kekalahan telak 0-3 untuk Lille.
Meski debutnya tidak berakhir manis, Verdonk mendapat kepercayaan besar dari manajemen klub. Olivier Létang, Presiden Lille, mengungkap alasan klub mendatangkan Verdonk pada hari terakhir bursa transfer dengan nilai transfer sekitar 3 juta euro.
“Dia wakil kapten di NEC Nijmegen. Saya tidak suka membandingkan, tapi dia sedikit mengingatkan saya pada Juan Bernat,” ujar Létang, dikutip dari Le Petit Lillois.
Juan Bernat merupakan bek kiri asal Spanyol yang dikenal lewat kariernya di Valencia, Bayern Munchen, dan Paris Saint-Germain. Perbandingan ini menjadi sinyal betapa tingginya ekspektasi Lille terhadap Verdonk.
“Dia pemain yang dinamis, dengan kualitas teknik yang sangat baik. Selain bek kiri, dia juga bisa bermain sebagai bek tengah,” tambah Létang.
Menurut Létang, Verdonk memiliki profil lebih defensif dibanding Bernat, karena ia awalnya dilatih sebagai bek tengah sebelum dialihkan ke sisi kiri lapangan.
“Dia akan menjadi pemain penting bagi kami, terutama dalam menghadapi jadwal padat seperti Ligue 1, Piala Prancis, dan kompetisi Eropa lainnya.”
Dengan penampilannya itu, Calvin Verdonk resmi menjadi pemain Asia Tenggara pertama yang tampil di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Prancis, Ligue 1.
Meskipun hasil debut tidak sesuai harapan, kiprah Verdonk tetap dianggap sebagai tonggak sejarah bagi sepak bola Indonesia dan Asia Tenggara. Dukungan dari manajemen klub menunjukkan bahwa ia akan menjadi bagian penting dari skuad Lille ke depan.