Migas
Demi Transisi Energi, Anak Perusahaan PLN Nusantara Power Bangun PLTMG 50 MW di Batam
Published
2 years agoon
By
Deni Irawan
Monitorday.com – PLN Nusantara Power melalui anak perusahaannya PT Rekadaya Elektrika (RE) kembali mendapat kepercayaan mengerjakan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Sekupang di Batam, Kepulauan Riau berkapasitas 50 MW. Selain untuk menopang sistem kelistrikan di Pulau Batam, proyek PLTMG ini juga sebagai perwujudan Rekadaya mendukung program transisi energi dengan membangun pembangkit yang ramah lingkungan.
Penandatanganan kontrak pengadaan dan pembangunan proyek PLTMG Sekupang telah dilakukan antara Direktur Utama PT Rekadaya Elektrika Jonner MP Pardosi dengan Direktur Utama PT PLN Batam Muhammad Irwansyah Putra di Ground Ballroom Hotel Radisson, Batam.
Acara penandatangan ini disaksikan secara langsung Direktur Legal & Human Capital PT PLN (Persero) Yusuf Didi Setiarto, Direktur Pengembangan Usaha dan Niaga PT PLN Nusantara Power (Induk Perusahaan RE) serta jajaran manajemen PT PLN Batam. Turut hadir menyaksikan dari pihak RE antara lain Komisaris Utama RE Alfath Cordea Imalutha, Direktur Bisnis I RE Indrayoga Suharto serta Direktur Pemasaran & Pengembangan Usaha RE Vernon S. Tampubolon.
Jonner mengatakan, penandatanganan kontrak pembangunan PLTMG yang berlokasi di Jalan Kawasan Industri, Harapan River, Sekupang, Batam ini sebagai wujud implementasi dari peran aktif RE dalam mendukung transisi energi dengan membangun pembangkit bersumber gas alam yang dinilai lebih ramah lingkungan.
Menurut Jonner, RE sebagai satu-satunya perusahaan EPC di PLN Grup siap untuk menyelesaikan amanah yang diberikan dan berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. “Proyek ini akan menambah daftar panjang portofolio bisnis RE di lingkup pembangunan pembangkit hijau di Nusantara,” kata Jonner.
Menutup tahun 2022 lalu, RE juga telah berhasil menyelesaikan pembangunan unit 1 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Batanghari berlokasi di Halmahera Timur. PLTG dengan kapasitas 30 MW ini merupakan project relokasi pembangkit kedua yang berhasil dikerjakan RE di tahun 2022.
Proyek relokasi PLTG Halmahera Timur ini merupakan wujud sinergi PLN Grup (bersama dengan PLN NP, Rekadaya Elektrika dan PJBS) sebagai bentuk dukungan atas Industri Nikel Nasional melalui penyediaan pasokan energi listrik bagi kegiatan operasional smelter feronikel milik PT Aneka Tambang yang terletak di kepulauan Maluku ini.
Upaya memacu penambahan pembangkit listrik di Batam sendiri, lantaran pertumbuhan konsumsinya terus melonjakan signifikan. Tercatat sepanjang tahun 2022, kata Irwansyah, konsumsi listrik meningkat sebesar 14,71 persen dibandingkan tahun 2021, dimana dari 2,56 juta Megawatt hour (MWh) pada tahun 2021 naik menjadi 2.94 juta MWh pada tahun 2022.
“Angka kenaikan konsumsi ini juga tercatat berada di atas pertumbuhan konsumsi listrik nasional di angka 6,17 persen,” kata Irwansyah.
Irwansyah menjelaskan, saat ini daya mampu kelistrikan di Batam mencapai 569 megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 538 MW. PLN memproyeksikan Batam akan mengalami surprised demand pada tahun 2026 sebesar 508 MVA dan terus meningkat kebutuhan hingga 1.008 MVA pada tahun 2030.
“Untuk memenuhi pertumbuhan kebutuhan listrik, PLN merencanakan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 860 MW hingga 2030. Sehingga kami yakin siap memenuhi kebutuhan listrik di Batam,” katanya.
Berdasarkan RUPTL 2023-2032, PT PLN Batam memproyeksikan kebutuhan tenaga listrik 10 tahun ke depan akan meningkat dengan pertumbuhan rata-rata sekitar 6% per tahun.
Peningkatan kebutuhan tersebut akan dipasok dengan tambahan daya sejumlah 860 MW yang terdiri dari PLTS 126 MW, PLTG 50 MW, PLTGU 159 MW dan PLTMG 125 MW serta dan kerja sama antarwilayah usaha dengan PT PLN (Persero) 400 MW.
Ini merupakan pertama kalinya PT PLN Batam memiliki RUPTL dengan lompatan target bauran EBT yang signifikan yaitu mencapai 24% pada tahun 2026 dan terus meningkat secara bertahap hingga mencapai 35% pada tahun 2032.
Peningkatan bauran EBT tersebut akan dicapai dengan pengembangan PLTS di Pulau Batam dan penyaluran tenaga listrik berbasiskan EBT dari grid Sumatera melalui interkoneksi Sumatera-Batam nantinya.
Mungkin Kamu Suka
-
PLN Buka SPKLU Center Yogyakarta, Dorong Ekosistem Kendaraan Listrik
-
Investasi Listrik Rp 2.900 T, Swasta Jadi Tumpuan ESDM
-
Didukung Danantara, PLN dan Pertamina Kolaborasi Kembangkan Energi Panas Bumi
-
IPA Convex 2025: PLN Teken Kerja Sama Pemanfaatan Gas Domestik
-
Sambut Hari Kebangkitan Nasional, PLN Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen
Monitorday.com – — Pemerintah menetapkan Provinsi Lampung sebagai salah satu kawasan industri baru untuk pengembangan bahan bakar alternatif bioetanol di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mendorong hilirisasi investasi dan transisi menuju energi bersih.
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan, Lampung telah masuk dalam Roadmap Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi sebagai daerah prioritas pengembangan industri bioetanol. Wilayah ini dinilai memiliki potensi besar karena ketersediaan bahan baku seperti tebu, singkong, dan sorgum.
“Sebagai proyek perintis, sudah dibahas kerja sama dengan Pertamina NRE (New Renewable Energy) di Lampung. Bahan bakunya tidak hanya dari perusahaan besar, tetapi juga melibatkan petani dan koperasi lokal, sehingga bisa menggerakkan ekonomi daerah,” ujar Todotua dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (10/11).
Todotua menjelaskan, investasi di sektor bioetanol tidak hanya memperkuat rantai pasok energi bersih nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan petani di daerah penghasil bahan baku.
Selain Pertamina, Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) juga menunjukkan minat untuk menanamkan investasi di sektor ini. Kolaborasi kedua perusahaan besar tersebut disebut akan menjadi tonggak penting dalam pengembangan biofuel generasi berikutnya di Indonesia.
“Toyota dan Pertamina akan segera melakukan joint study dan kunjungan lapangan ke Lampung. Targetnya, perusahaan patungan (joint venture) bisa terbentuk pada awal 2026,” tutur Todotua.
Pemerintah tengah mengkaji pembangunan fasilitas produksi dengan kapasitas 60.000 kiloliter per tahun dan nilai investasi sekitar Rp2,5 triliun. Proyek ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspor ke negara lain.
Langkah Toyota ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil impor sekaligus mendukung kebijakan pencampuran bioetanol (E10) di sektor transportasi.
“Rencana Toyota menjadikan Indonesia sebagai basis industri bioetanol global sangat kami dukung. Ini merupakan aksi nyata menghadapi perubahan iklim melalui transisi energi dan transportasi,” kata Todotua.
Ia menambahkan, isu pengembangan bioetanol ini juga akan menjadi perhatian dalam forum internasional COP 30 di Brasil, di mana dunia akan membahas aksi konkret terhadap perubahan iklim.
Migas
Agrinex 2025: UMKM Binaan Pertamina Tembus Pasar Global, Catat Transaksi Segini
Published
3 months agoon
10/11/2025
Monitorday.com – Tujuh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Pertamina (Persero) menorehkan prestasi gemilang pada ajang Pameran Agrinex 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, 6–8 November 2025.
Selama tiga hari pameran berlangsung, para pelaku usaha tersebut mencatat total transaksi lebih dari Rp206 miliar dan berhasil menembus pasar ekspor melalui penandatanganan tiga Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra internasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut capaian tersebut menjadi bukti nyata efektivitas pendampingan yang dilakukan perusahaan dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat.
“Pertamina berkomitmen menjadi katalis pertumbuhan ekonomi rakyat. Keberhasilan UMKM binaan kami menembus pasar internasional membuktikan bahwa pendampingan yang konsisten, strategi yang tepat, dan sinergi lintas pihak dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia,” ujar Baron.
Pada hari terakhir pameran, tiga UMKM binaan Pertamina resmi menandatangani kerja sama ekspor dengan mitra dari Malaysia, Aljazair, dan Uni Emirat Arab (UEA).
- CV Bunga Palm bekerja sama dengan Mutiara Global Jaya asal Malaysia dengan nilai kontrak US$50.000 (sekitar Rp834 juta).
- PT Java Criollo Cokelat Indonesia menandatangani kesepakatan dengan AKS Global Trade dari Aljazair senilai US$10 juta (Rp167 miliar).
- PT Syailendra Bumi Investama menggandeng Angel Fragrances dari Dubai dengan nilai kerja sama US$600.000 (Rp10 miliar).
Penandatanganan MoU tersebut disaksikan oleh Ketua Penyelenggara Agrinex Expo 2025 Sandiaga Salahuddin Uno dan Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto.
Pameran Agrinex 2025 menjadi pengalaman pertama bagi empat dari tujuh UMKM binaan Pertamina. Salah satunya Tiwi, pemilik Rumah Madu Simpul Hati, mengaku bangga dapat tampil sejajar dengan pelaku usaha besar.
“Tidak pernah terpikir bisa ikut pameran nasional di Jakarta, apalagi produk kami diminati banyak pengunjung. Saya sangat bersyukur atas pendampingan dari Pertamina,” tutur Tiwi.
Dalam ajang yang sama, Pertamina juga berhasil meraih penghargaan “Best Performance Booth” atau Booth Terbaik, yang diserahkan langsung oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Booth Pertamina dinilai menonjol karena tampil informatif, interaktif, dan inspiratif, sekaligus menampilkan semangat kemandirian dari produk-produk unggulan UMKM binaan.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sektor pengembangan UMKM, Pertamina berkomitmen terus mendorong pemberdayaan pelaku usaha kecil agar mampu bersaing di tingkat global.
Upaya ini juga sejalan dengan Asta Cita poin ke-3, yakni meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, serta memperkuat industri kreatif dan infrastruktur nasional.
Migas
Pertamina Raih Dua Penghargaan Internasional di AMEC Awards 2025
Published
3 months agoon
07/11/2025
Monitorday.com – PT Pertamina (Persero) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional setelah meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards 2025.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata pengakuan dunia terhadap keberhasilan Pertamina dalam menerapkan program komunikasi yang efektif, berdampak luas, dan sesuai dengan standar global.
Dalam ajang tersebut, Fungsi Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) berhasil meraih Peringkat Emas (Gold Award) untuk kategori Komunikasi ESG dan Keberlanjutan Internal Terbaik. Penghargaan ini diperoleh melalui berbagai inisiatif seperti Pertamina Employee Journalism, Pertamina Talks, serta beragam aktivitas komunikasi internal yang mengangkat momentum dan hari besar nasional.
Selain itu, Pertamina juga meraih Peringkat Perak (Silver Award) untuk kategori Pengukuran Terbaik Kampanye/Aktivasi Tunggal melalui program volunteerism Komunitas Bergerak, yang melibatkan partisipasi aktif karyawan dalam kegiatan sosial.
Keberhasilan tersebut menegaskan komitmen Pertamina dalam memastikan setiap program komunikasi, terutama yang terkait dengan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta kegiatan sosial karyawan, memiliki dampak nyata dan terukur sesuai standar internasional.
Ajang AMEC Global Communication Effectiveness Awards sendiri merupakan penghargaan bergengsi di bidang komunikasi yang menjadi barometer global bagi profesional komunikasi di seluruh dunia. CEO AMEC, Johna Burke, menyebut penghargaan ini sebagai bentuk pengakuan terhadap organisasi yang mampu mengukur efektivitas komunikasi secara profesional dan berbasis data.
“AMEC Awards merupakan panggung global yang menampilkan praktik terbaik dalam penggunaan data, wawasan, dan analitik untuk menunjukkan dampak nyata dari strategi komunikasi terhadap tujuan organisasi,” ujar Johna Burke.
Sementara itu, VP Corporate Communication PT Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pertamina untuk terus memperkuat efektivitas komunikasi di seluruh lini perusahaan.
“Penghargaan ini memacu kami untuk terus berinovasi dan memperbaiki program komunikasi di lingkungan Pertamina Group agar setiap kegiatan memiliki dampak positif, terukur, dan sesuai dengan standar internasional,” ungkap Baron.
Prestasi ini sekaligus mempertegas posisi Pertamina sebagai perusahaan energi nasional berkelas dunia yang terus beradaptasi dengan praktik komunikasi modern—transparan, terukur, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU Pertamina, Shell, bp, dan Vivo mengalami penyesuaian per 1 November 2025. Tren perubahan menunjukkan harga bensin turun di beberapa SPBU, sementara harga solar justru naik di seluruh jaringan.
Berdasarkan laman resmi Pertamina, harga Dex Series mengalami kenaikan dibandingkan bulan Oktober 2025. Di wilayah Jabodetabek, Dexlite (CN 51) naik dari Rp13.700 menjadi Rp13.900 per liter, sedangkan Pertamina Dex (CN 53) naik dari Rp14.000 menjadi Rp14.200 per liter.
Sementara itu, harga Pertamax Series seperti Pertamax (Rp12.200), Pertamax Turbo (Rp13.100), dan Pertamax Green (Rp13.000) tidak mengalami perubahan.
Adapun harga Pertalite tetap di Rp10.000 per liter, dan Solar subsidi di Rp6.800 per liter.
Rincian Harga BBM Pertamina di Jakarta (per November 2025):
- Pertalite: Rp10.000/liter
- Solar subsidi: Rp6.800/liter
- Pertamax: Rp12.200/liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
- Pertamax Green: Rp13.000/liter
- Dexlite: Rp13.900/liter
- Pertamina Dex: Rp14.200/liter
Di sisi lain, SPBU Shell menurunkan harga bensin, namun menaikkan harga solar.
Harga Shell Super turun dari Rp12.890 menjadi Rp12.680 per liter, sedangkan Shell V-Power Diesel naik dari Rp14.270 menjadi Rp14.410 per liter.
Harga BBM SPBU Shell (per November 2025):
- Shell Super: Rp12.680/liter
- Shell V-Power: Rp13.260/liter
- Shell V-Power Diesel: Rp14.410/liter
- Shell V-Power Nitro+: Rp13.480/liter
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU bp, di mana harga bensin turun namun solar naik.
Harga BP 92 kini Rp12.680 per liter dan BP Ultimate Rp13.260 per liter, sementara BP Ultimate Diesel naik menjadi Rp14.410 per liter.
Harga BBM SPBU bp (per November 2025):
- BP 92: Rp12.680/liter
- BP Ultimate: Rp13.260/liter
- BP Ultimate Diesel: Rp14.410/liter
Sementara itu, SPBU Vivo hanya memperbarui harga untuk jenis solar, yakni Diesel Primus Plus yang kini dijual Rp14.410 per liter. Sejak 15 Oktober 2025, Vivo diketahui kehabisan stok BBM jenis bensin.
Dengan perubahan ini, harga BBM non-subsidi di berbagai SPBU menunjukkan tren penyesuaian mengikuti pergerakan harga minyak dunia, di mana produk bensin cenderung menurun dan solar mengalami kenaikan selama Oktober hingga awal November 2025.
Monitorday.com — PT Pertamina (Persero) resmi menetapkan harga baru bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku mulai Sabtu (1/11). Berdasarkan informasi dari situs resmi MyPertamina, terdapat penyesuaian harga untuk beberapa jenis BBM nonsubsidi, sementara harga BBM subsidi tetap tidak berubah.
Untuk wilayah DKI Jakarta, harga Dexlite naik menjadi Rp13.900 per liter, dari sebelumnya Rp13.700 per liter pada 1 Oktober 2025. Kenaikan juga terjadi pada Pertamina DEX, yang kini dibanderol Rp14.200 per liter, naik dari Rp14.000 per liter bulan lalu.
Sementara itu, harga untuk jenis BBM lain seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo tidak mengalami perubahan.
- Pertamax RON 92 tetap di harga Rp12.200 per liter.
- Pertamax Green RON 95 masih Rp13.000 per liter.
- Pertamax Turbo RON 98 juga tetap Rp13.100 per liter.
Adapun untuk BBM bersubsidi, yakni Pertalite (RON 90) dan Solar subsidi, harganya masih sama masing-masing Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter.
Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina per 1 November 2025:
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite (RON 90) | Rp10.000 |
| Pertamax (RON 92) | Rp12.200 |
| Pertamax Green (RON 95) | Rp13.000 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp13.100 |
| Dexlite | Rp13.900 |
| Pertamina DEX | Rp14.200 |
| Pertamax (khusus Pertashop) | Rp12.100 |
Kebijakan harga ini merupakan bagian dari evaluasi rutin Pertamina yang menyesuaikan harga BBM dengan tren harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Migas
Pertamina Akuisisi 24,5 Persen Saham Petronas, Perkuat Sinergi Energi RI–Malaysia
Published
3 months agoon
28/10/2025
Monitorday.com – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), resmi mengakuisisi 24,5 persen hak partisipasi (participating interest) milik Petroliam Nasional Berhad (Petronas) di Blok Bobara, wilayah kerja migas laut dalam (ultra-deepwater) yang terletak di perairan Papua Barat.
Kesepakatan akuisisi ini dituangkan dalam penandatanganan Farm-Out Agreement (FOA) pada Production Sharing Contract (PSC) Blok Bobara antara PT Pertamina Hulu Energi Bobara dan Petronas E&P Bobara Sdn. Bhd. Penandatanganan dilakukan di sela-sela KTT ASEAN Summit ke-47 Tahun 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Sabtu (26/10).
Dengan penandatanganan FOA ini, PHE resmi memiliki 24,5 persen participating interest di Blok Bobara, bersama dengan Petronas dan TotalEnergies sebagai mitra dalam pengelolaan wilayah kerja tersebut.
“Acara seremoni hari ini bukan sekadar tonggak kontraktual, tetapi wujud nyata kemitraan energi Malaysia–Indonesia, sinergi kapabilitas yang saling melengkapi, serta tanggung jawab bersama memperkuat ketahanan energi kawasan dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam keterangan tertulis, Senin (27/10).
Simon juga menyampaikan harapannya agar Pertamina mendapat dukungan dalam mengembangkan bisnis di Malaysia, sejalan dengan portofolio jangka panjang Petronas di Indonesia. Dukungan tersebut termasuk peluang bagi Pertamina untuk menjadi operator di Malaysia Balingian PSC maupun PSC lainnya.
Sementara itu, Direktur Utama PHE Awang Lazuardi menegaskan bahwa kemitraan di Blok Bobara mencerminkan sinergi kuat dan komitmen bersama antara Pertamina, Petronas, dan TotalEnergies untuk terus memperluas eksplorasi energi.
“PSC Bobara selaras dengan fokus strategis PHE dalam mengeksplorasi dan mengembangkan peluang baru di area frontier,” ujar Awang.
PHE menegaskan akan terus berinvestasi dalam operasi hulu migas yang berkelanjutan dengan berpedoman pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Selain itu, perusahaan juga menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery, dengan sistem pencegahan kecurangan dan penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bersertifikasi ISO 37001:2016.
Akuisisi ini diharapkan memperkuat posisi Pertamina sebagai pemain utama di sektor migas regional, sekaligus mempererat hubungan strategis antara Indonesia dan Malaysia dalam ketahanan energi kawasan.
Migas
Produksi Migas Pertamina Melonjak Drastis Berkat Terapkan Metode Ini
Published
4 months agoon
08/10/2025
Monitorday.com – Inovasi metode pengeboran batch drilling yang diterapkan oleh PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) di Lapangan Migas Adera, Sumatera Selatan, membuahkan hasil gemilang. Produksi minyak melonjak drastis hingga 3.388 barel per hari (BOPD), jauh melampaui target awal sebesar 1.200 BOPD.
Proyek ini menjadi tonggak penting dalam upaya efisiensi operasi dan peningkatan produksi migas nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Menurut Drilling Superintendent Zona 4 PDSI, Ernez Febriant, keberhasilan ini merupakan hasil kerja panjang yang dimulai sejak Februari 2023 dan resmi dijalankan pada April 2025.
“Alhamdulillah, endurance kita dimulai sejak April dan sekarang sudah masuk Oktober. Dari lima sumur yang ditargetkan, empat sudah selesai dan satu lagi sedang memasuki tahap produksi,” ujar Ernez dalam media briefing di Adera Field, PALI, Rabu (8/10).
Metode batch drilling memungkinkan pengeboran beberapa sumur secara berurutan dari satu lokasi atau wellpad, tanpa harus membongkar dan memasang ulang rig saat berpindah titik.
Ernez menjelaskan, rig PDSI 41.3 yang digunakan memiliki kemampuan walking rig atau sequence walking, yang memungkinkan rig bergerak horizontal dari satu titik ke titik lain tanpa dibongkar.
“Tidak semua rig darat punya kemampuan seperti ini. Di Indonesia, jumlahnya bisa dihitung jari,” katanya.
Dengan teknologi ini, satu rig mampu mengebor lima sumur dalam satu siklus, dengan kedalaman rata-rata 2.600 meter. Hasilnya, produksi melonjak menjadi lebih dari 3.300 BOPD.
Selain meningkatkan produksi, metode batch drilling juga memangkas biaya pengeboran secara signifikan. Biaya investasi per sumur mencapai sekitar US$6,5 juta (setara Rp107,7 miliar), namun metode ini mampu menghemat hingga 15 persen dari total biaya.
Tak hanya itu, waktu pengeboran pun jauh lebih efisien — hingga 66 hari lebih cepat dibanding metode konvensional.
“Semakin banyak sumur, semakin besar potensi penghematan,” kata Ernez.
Batch drilling juga memberikan dampak positif secara operasional dan lingkungan. Aktivitas alat berat berkurang, kebutuhan air permukaan menurun, serta pengelolaan limbah pengeboran menjadi lebih efisien karena berada di lokasi berdekatan.
Lapangan Benuang, tempat penerapan batch drilling, terletak sekitar 25 kilometer dari Kota Prabumulih, dan telah beroperasi sejak 1941. Lapangan ini dikenal menghasilkan gas kondensat dan minyak ringan dari formasi Pratalang.
Keberhasilan ini membuka peluang penerapan batch drilling di wilayah kerja Pertamina lainnya.
“Inovasi ini membuktikan efisiensi operasional dan peningkatan produksi bisa berjalan seiring,” tegas Ernez.
Dengan pencapaian ini, Pertamina semakin mantap menapaki langkah menuju ketahanan energi nasional berbasis teknologi dan efisiensi.
Migas
Bidik Pasar Global, Pertamina Gelar Pelatihan Ekspor 30 UMKM Binaan
Published
4 months agoon
04/10/2025
Monitorday.com – PT Pertamina (Persero) menggandeng Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam menyelenggarakan pelatihan ekspor bagi 30 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan, sebagai bagian dari upaya menembus pasar global.
Pelatihan bertajuk “Teknik Promosi Produk Ekspor” ini berlangsung di Gedung PPEJP, Grogol, Jakarta, pada 29 September–1 Oktober 2025, bekerja sama dengan Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) di bawah Badan Pengembangan SDM Perdagangan Kemendag.
“Sebanyak 30 UMKM binaan telah lolos kurasi dan siap ekspor. Mayoritas juga akan menjadi peserta Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, salah satu ajang pameran dagang terbesar di Asia Tenggara,” ujar VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, Jumat (3/10).
Kepala PPEJP Sugih Rahmansyah menjelaskan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN yang mendorong sinergi dalam menaikkan kelas UMKM.
“Kami berharap para peserta bisa memanfaatkan pelatihan ini agar makin siap bersaing di pasar ekspor. PPEJP dan Pertamina memiliki visi yang sama: menjadikan UMKM tangguh dan berdaya saing global,” ujarnya.
Pelatihan tersebut mencakup materi strategis, mulai dari teknik promosi di pameran dagang internasional, cara efektif melakukan pitching, simulasi temu bisnis (business matching), hingga penyusunan kontrak dagang.
Fety, Manajer SMEPP Pertamina, menyebut pelatihan juga dilengkapi dengan praktik langsung seperti simulasi display produk, presentasi, dan negosiasi bisnis, agar para pelaku UMKM memiliki kesiapan menyeluruh.
Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, yang dinilai sebagai ajang penting untuk memperkenalkan produk UMKM Indonesia kepada calon pembeli internasional.
“Kami ingin UMKM tak hanya siap dari sisi produk, tapi juga matang dalam promosi dan strategi bisnis global,” tegas Fety.
Salah satu peserta, Gunawan, pemilik Gun’S Leather dari Garut, akan membawa produk berbahan kulit ramah lingkungan ke TEI 2025.
“Lewat pelatihan ini, saya tahu bagaimana cara menjangkau pasar luar negeri dengan strategi yang lebih tepat. Harapan saya, produk ini bisa tembus ekspor dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di Garut,” ungkapnya.
Fadjar menekankan, program ini merupakan bagian dari strategi besar Pertamina dalam mendukung daya saing UMKM Indonesia.
“Kami ingin produk lokal bisa berdiri sejajar di pasar global. Ini langkah nyata Pertamina mengangkat potensi daerah untuk memperkuat ekonomi nasional dan membangun citra positif bangsa,” ujarnya.
Pertamina berharap, pelatihan ini akan mendorong lahirnya lebih banyak UMKM ekspor-ready, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Monitorday.com – PT Pertamina (Persero) resmi mengumumkan daftar harga terbaru bahan bakar minyak (BBM) yang berlaku mulai 1 Oktober 2025.
Dalam pengumuman yang dirilis pada Selasa (30/9), sebagian besar harga BBM tidak mengalami perubahan dari bulan sebelumnya, kecuali untuk dua jenis BBM diesel non-subsidi.
BBM yang Harganya Tetap:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.200 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Pertamax Green 95: Rp13.000 per liter
- Biosolar (subsidi): Rp6.800 per liter
BBM yang Mengalami Kenaikan:
- Dexlite: naik dari Rp13.600 menjadi Rp13.700 per liter
- Pertamina Dex: naik dari Rp13.850 menjadi Rp14.000 per liter
Kenaikan harga Dexlite dan Pertamina Dex mencerminkan penyesuaian terhadap harga pasar dan biaya produksi bahan bakar diesel berkualitas tinggi, yang biasanya digunakan untuk kendaraan bermesin diesel modern.
Sementara itu, harga Pertalite dan Pertamax tetap stabil, menjaga daya beli masyarakat serta menekan inflasi dari sisi energi.
Pertamina menyampaikan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional, harga minyak dunia, serta kemampuan daya beli konsumen domestik.
Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 1 Oktober 2025:
Pertamina Dex: Rp14.000/liter
Pertalite: Rp10.000/liter
Pertamax: Rp12.200/liter
Pertamax Turbo: Rp13.100/liter
Pertamax Green 95: Rp13.000/liter
Dexlite: Rp13.700/liter
Migas
Jalani Docking, Pertamina Pastikan Kapal Tanker MT Gamkonora Tetap Andal
Published
4 months agoon
30/09/2025
Monitorday.com – PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan Kapal Tanker MT Gamkonora tetap andal dalam mendistribusikan minyak mentah ke kilang-kilang utama di Indonesia, melalui proses docking terencana yang berlangsung di galangan kapal ASL Shipyard Indonesia, Batam, Kepulauan Riau.
Kapal tanker raksasa ini tengah menjalani proses Intermediate Survey (IS) ketiga, yaitu pemeliharaan wajib setiap 2,5 tahun sekali sesuai regulasi internasional. Proses docking dijadwalkan berlangsung dari 12 September hingga 4 Oktober 2025, dengan target penyelesaian dalam 22 hari, lebih cepat dari standar umum yang berkisar 25 hari.
“Kami memastikan setiap armada yang kami operasikan memenuhi standar keselamatan dan efisiensi global. Salah satunya dengan plain maintenance system, termasuk docking berkala seperti ini,” ujar Arif Yunianto, Direktur Tanker Minyak Mentah dan Minyak Bumi PIS, dalam kegiatan press tour di Batam, Selasa (30/9).
MT Gamkonora merupakan tulang punggung distribusi minyak mentah domestik bagi Pertamina, dengan kapasitas angkut mencapai 121.000 kiloliter dan berat mati 104.000 ton. Dibangun oleh Newtimes Shipbuilding Co. Ltd, China, kapal ini telah aktif sejak Desember 2012 dan kini menjalani perawatan agar tetap memenuhi standar kelayakan operasional internasional.
Proses pemeliharaan mencakup re-plating bagian haluan dan tengah kapal, mengganti plat yang rapuh atau mengalami deformasi untuk memastikan struktur tetap kuat dan aman saat beroperasi.
“Intinya adalah menjaga kapal ini agar tetap comply dengan regulasi. Ini IS yang ketiga, nanti ada juga Special Survey (SS) setiap lima tahun,” jelas Arif.
Usai docking, MT Gamkonora akan menjalani sea trial (uji coba laut) di sekitar pelabuhan Batam sebelum kembali beroperasi mengangkut minyak mentah dari berbagai sumur produksi ke kilang-kilang milik Pertamina.
Lebih dari 200 tenaga kerja lokal terlibat dalam proses docking, termasuk welding inspector, teknisi, dan petugas housekeeping, memperlihatkan kontribusi PIS dalam mendukung industri galangan kapal nasional.
“Ini bukan hanya soal kapal, tapi juga soal pemberdayaan industri dan tenaga kerja lokal. Ini salah satu bentuk nyata dukungan PIS terhadap kemandirian industri maritim dalam negeri,” ujar Arif.
Setelah keluar dari galangan, MT Gamkonora akan kembali bertugas mengangkut minyak mentah dari terminal-terminal Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) seperti Dumai, Tuban, dan Cepu (EMCL) menuju kilang-kilang strategis Pertamina di:
- Refinery Unit (RU) Balongan, Indramayu, Jawa Barat
- RU Cilacap, Jawa Tengah
- RU Balikpapan, Kalimantan Timur
“Kapal ini adalah andalan nasional untuk menjaga kelancaran rantai pasok energi. Dengan docking ini, kami pastikan MT Gamkonora tetap siap tempur di medan distribusi minyak mentah,” pungkas Arif.
Monitor Saham BUMN
Film Palestina Menang Penghargaan, Namun Terhambat Tembus Pasar Global
Layvin Kurzawa Ungkap Alasan Hijrah ke Persib Bandung
Pin “ICE OUT” Warnai Grammy Awards 2026
Timnas Indonesia U-17 vs Tiongkok, Catat Harga Tiket dan Jam Tayangnya
Wamen Fajar Beberkan Kunci Jadi Generasi Muda Unggul di Era AI
Di Tengah Badai Masalah, Presiden Justru Bahas Isu “Gentengisasi”
Programmer Tewas Usai Lembur, Masih Dikirimi Tugas Saat Sekarat
Jam Kiamat Makin Dekat, Dunia Tinggal 85 Detik Menuju Tengah Malam
Fikih Umrah Berkemajuan, Menjaga Kesahihan Ibadah di Tengah Praktik Massal
Inovasi Teknologi Menuju Indonesia Emas 2045
28 SMA di DIY Rampungkan Revitalisasi, Wamen Atip Dorong Sekolah Lebih Hidup dan Berkualitas
Dion Markx Siap Bersaing di Lini Belakang Persib Bandung
Presiden Inter Kutuk Insiden Flare dan Puji Profesionalisme Emil Audero
Komdigi Mulai Normalisasi Akses Grok AI Secara Bersyarat
Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI, Siapa Jeffrey Hendrik?
Perbatasan Rafah Gaza Dibuka Kembali Usai 2 Tahun Ditutup Israel
Hadapi Ancaman Digital, Pemerintah Siapkan Talenta Muda Kuasai Keamanan Siber dan AI
Dominasi Thailand Masters 2026, Indonesia Borong Empat Gelar Juara
Bank Mandiri Distribusikan Bantuan untuk Korban Longsor Bandung Barat
