Monitorday.com – Musyawarah Nasional (Munas) (Oi) yang berlangsung di Wisma Ahmad Yani, Gresik, Jawa Timur, 22-23 November 2025, dibuka dengan penegasan pentingnya menjaga nasionalisme di tengah keterhubungan global yang kian menguat.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, yang meresmikan pembukaan acara, menilai semangat kebangsaan harus terus dipupuk agar bangsa tidak kehilangan pijakan menghadapi perubahan zaman.
Emil mengaku terkesan ketika seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam tiga stanza, versi lengkap yang jarang dinyanyikan dalam kegiatan formal. “Momen itu mengingatkan kita bahwa rasa cinta tanah air harus semakin kuat. Ini fondasi agar bangsa tetap kokoh menghadapi tantangan global,” ujarnya.
Menurut Emil, kepala daerah menghadapi tantangan tersendiri dalam mengelola kebinekaan di wilayah masing-masing. Ia menegaskan pentingnya menghindari penguatan sentimen kedaerahan yang berlebihan.
“Sangat rawan bagi saya membangun sentimen kedaerahan yang besar. Bangga jadi orang Jawa Timur boleh, tetapi bukan berarti Jawa Timur lebih penting daripada Indonesia,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh warga yang berada di Jawa Timur baik mahasiswa dari luar daerah, pekerja, maupun pelaku usaha merupakan bagian dari anak bangsa yang wajib dihormati.
“Menjadi tuan rumah yang baik itu resep kepala daerah. Semua yang ada di Jawa Timur adalah bagian dari bangsa yang harus kita muliakan,” ujarnya.
Soedik Purnomo Terpilih Jadi Ketua Umum
Munas yang dihadiri unsur Badan Pengurus Wilayah (BPW) dan Badan Pengurus Kota (BPK) Oi se-Indonesia itu menetapkan Soedik Purnomo sebagai Ketua Umum Oi periode 2025–2029. Pemilihan berlangsung kondusif dan disaksikan delegasi dari berbagai daerah.
Ketua penyelenggara Munas, Gus Yasin, menyampaikan bahwa terdapat 154 delegasi yang hadir dari seluruh struktur organisasi di Indonesia. Menurut dia, tingkat partisipasi tersebut menunjukkan soliditas internal Oi sekaligus komitmen anggotanya memperkuat kontribusi organisasi di masyarakat.
“Kami berharap kepengurusan baru membawa semangat pembaruan dan memperluas kontribusi Oi dalam kegiatan sosial, seni, dan pemberdayaan penggemar Iwan Fals,” ujarnya.
Ormas Oi merupakan organisasi yang berdiri pada 16 Agustus 1999 di Desa Leuwinanggung, dibentuk oleh musisi Iwan Fals bersama para penggemarnya, dan telah memperoleh pengesahan resmi melalui SK Kementerian Hukum dan HAM.
Munas 2025 ini menjadi momentum penegasan kembali peran Oi sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak di ranah seni dan komunitas penggemar, tetapi juga di bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Menutup rangkaian Munas, para peserta menyerukan pentingnya memperkuat persatuan, kolaborasi, serta pengabdian organisasi terhadap bangsa melalui berbagai program yang akan dijalankan ke depan.
Soedik Purnomo, ketua umum terpilih, berharap seluruh anggota dapat membangun Oi dengan semangat kekeluargaan dan mengembalikan fokus pada kegiatan sosial. “Mari kita bangun Ormas Oi ke depan bersama dengan pilar seni, olahraga, pendidikan, agama, dan niaga yang kita punya,” kata Soedik.