Connect with us

Erick Thohir Gaspol 3 Juta Rumah

Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan, pihaknya ikut berkontribusi dalam mempercepat target pemenuhan 3 juta rumah masyarakat yang menjadi program pemerintahan Prabowo Subianto.

Shofwan Alawy Hudaya

Published

on

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News

Prabowo Ajak Bangsa Eratkan Persatuan di Momen Lebaran

Published

on

Monitorday.Com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momen kemenangan ini sebagai ajang memperkuat persatuan nasional.

Dalam pesannya, Prabowo mengungkapkan rasa syukur atas pertemuan kembali umat Muslim dengan Idul Fitri, serta menyampaikan ucapan selamat atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah Republik Indonesia.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Mari kita manfaatkan momen Idul Fitri ini untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan sebagai satu bangsa di tengah berbagai tantangan yang kita hadapi,” ujar Prabowo.

Presiden menekankan pentingnya memanfaatkan Idul Fitri sebagai momentum untuk saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Menurutnya, kebersamaan dan persatuan merupakan kunci esensial dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa mendatang.

Prabowo juga menyoroti urgensi menjaga semangat gotong royong sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja keras dalam membangun negara yang lebih adil, sejahtera, dan kuat demi masa depan.

Continue Reading

Review

Dialektika dalam Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan: Keniscayaan atau Kelemahan

Natsir Amir

Published

on

Monitorday.com – Puasa adalah salah satu praktik spiritual lintas zaman dan agama dengan beragam tujuan. Puasa adalah ritual untuk mendekati para dewa demi menerima berkat melalui ramalan dan mimpi pada Era Helenistik Yunani Kuno (323 SM – 33 SM), menjalankan doktrin dasar agama pada Zaman Mesir Kuno, dan sebagai syarat untuk bertobat pada masyarakat Peru sebelum kedatangan Columbus.

Pengamatan tentang puasa dimulai pada Oktober 1567 setelah penindasan umat Protestan dari Lyon dan sejak 1640, menjadi tradisi spiritual dan keagamaan tahunan untuk mengekspresikan kerendahan hati dan solidaritas terhadap kaum fakir miskin. Praktik ini dinyatakan secara tersurat dalam Alkitab, Al-Quran, Mahabharata, dan Upanishad (Iqbal Akhtar Khan, al-Siam al-Tibbi (Medical Fasting) and al-Siam al-Diyniu (Religious Fasting): Role in Medical and Religious Practices, [SciMedCentral: Journal of Chronic Diseases and Management, 2023] hal. 1). 

Namun, yang paling ramai diperbincangkan adalah puasa umat Islam selama Ramadhan. Mungkin ini disebabkan durasinya yang lama, yaitu satu bulan penuh dan argumentasi yang menyertai perbedaan dalam menetapkan awal dan akhir Ramadhan. Setiap tahun pemerintah bersama unsur umat Islam melakukan sidang untuk menjembatani perbedaan tersebut yang hingar bingarnya bergema di seluruh lapisan masyarakat. Perbedaan yang oleh beberapa kalangan umat Islam dianggap memalukan karena menunjukkan ketidaksepakatan di mata umat beragama lainnya.

Bagaimanakah seharusnya kita memaknai waktu dan perbedaan penetapannya?  

Ibadah formal seperti sholat, zakat, puasa dan haji bagi seorang muslim sangat terikat pada waktu, aturan, dan tata cara tertentu. Bahkan, ibadah tersebut menjadi wajib hukumnya (berdosa bila tidak dilakukan) hanya bila waktunya telah tiba. Artinya, ibadah tersebut menjadi kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan setelah waktunya ditetapkan. Metode penetapan awal Ramadhan dilakukan dengan dua cara, yaitu mengamati penampakan hilal atau bulan sabit muda pertama yang sangat tipis yang muncul sesaat setelah matahari terbenam (metode ru’yah hilal) dan menggenapkan bulan Sya’ban menjadi 30 hari jika hilal tidak terlihat (metode hisab). Metode ini juga digunakan untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri pada awal bulan Syawal. 

Muatan

Waktu diterjemahkan dari bahasa Inggris time yang berasal dari kata tima (Old English dan Proto-Germanic) atau timi (Old Norse) dan timme (Swedish) yang artinya durasi sementara atau ruang waktu tertentu. Kamus Britannica mencatat 104 entri untuk kata time dengan 18 definisi dengan ciri umum terikat pada periode atau peristiwa khusus tertentu. Definisi yang komprehensif untuk waktu adalah urutan eksistensi dan peristiwa  yang tidak dapat diubah dan bersinambung dan memiliki empat aspek kunci, yaitu: pergantian yang tidak dapat diubah atau dikembalikan sebagai satu kesatuan non-spasial yang bergerak terus menerus dari masa lalu, melalui masa kini, dan menuju masa depan; dimensi fundamental keempat dalam ilmu Fisika yang memungkinkan terjadinya pengukuran gerak dan perubahan; unit pengukuran yang dikuantifikasikan ke dalam detik, menit, jam, dan hari berdasarkan fenomena ritmik dan fisik; pandangan relatif & absolut, meskipun umumnya dialami sebagai perkembangan linier yang mengalir, fisika modern (relativitas Einstein) menyarankan suatu model “alam semesta blok” di mana semua titik waktu sama-sama nyata (Oxford Dictionaries, 2012; Webster’s New World College Dictionary, 2010; The American Heritage Stedman’s Medical Dictionary, 2011; The American Heritage Science Dictionary, 2002; Eric Weisstein’s World of Science, 2007; dan 

The American Heritage Dictionary of the English Language (Fourth ed.), 2011)

Bagi umat Islam, waktu adalah elemen esensial keimanan dan ketauhidannya.  Paling tidak ada 10 ayat dalam berbagai surah dalam Alquraan yang berbicara tentang waktu. Lima dari ayat tersebut secara tersurat menyatakan bahwa Allah bersumpah menggunakan waktu, yaitu demi masa (QS. Al-Asr: 1-2); demi malam dan demi siang (QS. Al-Lail: 1-2); demi waktu dhuha dan demi malam (QS. Al-Dhuha: 1-2); demi fajar dan demi malam (QS. Al-Fajr: 1-2); dan demi Subuh (QS. Al-Takwir: 18). Konsep bahwa bahwa dunia dan kehidupan di dalamnya hanyalah sementara terbukti dengan adanya waktu (QS. Yunus: 49).  Waktu adalah salah satu bukti kemahakuasaan Allah karena semua ciptaan atau makhluk terperangkap di dalamnya, sementara sang Penciptanya tetap kekal. Lantas, bila semua makhluk terperangkap arus waktu yang terus menerus mengalir tanpa henti menuju masa depan (panta rei), dapatkah kita menentukan secara pasti kapan mulainya 1 Ramadhan dan 1 Syawal berdasarkan rotasi dan revolusi Bumi?

Berapa durasi waktu yang diperlukan bumi untuk berrotasi dan berrevolusi?

Dalam ukuran waktu, satu hari dihitung berdasarkan durasi perputaran Bumi pada sumbunya atau rotasi dan satu tahun berdasarkan durasi bumi mengelilingi mata hari atau revolusi. Rotasi bumi dibagi menjadi dua waktu, yaitu waktu matahari (solar time) yang menunjukkan satu hari sama dengan 24 jam dan waktu sideris (sidereal time) dengan satu hari setara 23 jam 56 menit. Jadi, durasi satu hari tidak penuh 24 jam berdasarkan waktu sideris, ada kekurangan 4 menit yang bila dikalikan dengan 365 hari (1 tahun), maka selisihnya adalah 1.460 menit atau 24,3 jam atau 1 hari. Ini berarti bahwa, berdasarkan rotasi waktu sideris, penanggalan bulan kalender tahunan berubah satu hari setiap tahun. Revolusi bumi menjadi ukuran dalam menetapkan tahun dengan satu kali revolusi setara dengan 365 hari, 6 jam, 9 menit. Kelebihan 6 jam 9 menit yang belum terhitung dimasukkan ke dalam bulan Februari dengan menambahkan 1 hari dari 28 hari per bulan, sehingga menjadi 29 hari setiap empat tahun.  Namun, tetap ada 9 menit yang tidak terhitung setiap tahun yang bila dikalikan jumlah tahun Masehi (2026), ada 18.234 menit atau 303,9 jam, atau 12,67 hari yang tidak terhitung. Ada pergeseran 12,67 hari selama 2026 tahun. 

Kalender Hijriah mengukur hari berdasarkan pada posisi bulan, bumi dan matahari. Dengan jumlah 12 bulan dan jumlah hari 29 sampai 30 per bulan, 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek 10-12 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi. Jumlah hari dalam tiap bulan, memang tidak bisa ditetapkan karena bergantung pada penampakan atau visibilitas Bulan Sabit pertama atau Hilal. Jadi, perbedaan penetapan awal bulan tidak hanya terjadi pada Bulan Ramadhan dan Syawal  saja, tetapi setiap bulan dari Muharram (bulan ke-1) hingga Dzulhijjah (bulan ke-12), di mana tidak terlihatnya Hilal menjadi dasar untuk menggenapkan jumlah hari dalam bulan tersebut dari dua puluh sembilan menjadi tiga puluh. Dari deskripsi tentang jumlah hari, bulan, dan tahun dalam Kalender Masehi dan Hijriah, tampaknya perbedaan dalam menetapkan kepastian awal suatu bulan merupakan keniscayaan.

Mungkin perbedaan yang ada tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan keterbatasan dan kehambaan kita di hadapan Yang Absolut dan Mutlak. Mungkin kepastian itu hanya ada dalam perhitungan, bukan dalam kenyataan. Dalam waktu yang terus bergerak dari detik menuju menit, jam, hari, pekan, bulan, tahun, dan abad, dapatkah kita bersepakat menentukan berapa lama durasi pukul 08.00, misalnya? Apakah pukul 08 berlangsung selama 59 menit 59 detik atau hanya berlangsung satu detik karena konsep kepastian memaksa kita menyebutkan satu detik setelah pukul 08 adalah pukul 08.00.01. Dapatkah kita menentukan secara pasti kapan seseorang dilahirkan atau meninggal dunia? Ketika seorang bayi sudah terlihat rambutnya selama proses persalinan, apakah dia sudah dilahirkan? Ketika seseorang menghembuskan nafas terakhirnya, apakah seluruh saraf dan organ tubuhnya sudah mati dan tidak berfungsi, apakah kehidupannya telah berakhir dan kapan kita harus menentukan secara pasti waktu kematiannya? 

Mungkin kepastian tentang waktu bukan wilayah manusia untuk menentukannya. Kita di Indonesia bahkan tidak berani mengucapkan Selamat Ulang Hari Lahir walau bahasa Inggrisnya jelas menunjukkan Happy Birthday setiap tahun. Kita mengucapkan Selamat Ulang Tahun pada saat merayakan tanggal kelahiran. Ketika kita menyebutkan ulang tahun, kita keliru karena tahun tidak akan berulang, karena waktu bergerak terus ke depan ke tahun berikutnya. Yang dapat berulang adalah hari, tanggal, dan bulan karena hari berulang setiap satu pekan, tanggal berulang setiap satu bulan, dan bulan berulang setiap satu tahun, namun tahun tak pernah berulang.   

Dalam praktik ibadah formal, umat Islam seharusnya menyikapi perbedaan waktu pelaksanaannya dengan biasa.  Bukankah waktu sholat antara Wilayah Barat, Tengah, dan Timur Indonesia berbeda? Bahkan waktu sholat di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Aceh berbeda walau dalam zona waktu yang sama (WIB). Dengan 12 jam lebih cepat dari Amerika Serikat, kita di Indonesia sudah masuk ke Hari Jumat ketika mereka masih aktif di hari Kamis. Kita di Indonesia dan Malaysia berpuasa 12-14 jam sehari, tapi saudara muslim kita di belahan bumi utara, khususnya dekat Kutub Utara, seperti Greenland, Islandia, Norwegia, Swedia, hingga Finlandia menjalani puasa lebih dari 16 jam dan bahkan 20 jam di Swedia bagian utara, Greenland, dan Kanada utara.

Perbedaan waktu ini menjadi rahmat bagi bumi dan kehidupan dalam dimensi keilahian karena azan tak pernah berhenti berkumandang di Bumi selama 24 jam penuh di seluruh muka bumi. “Bumi berputar 360 derajat dalam 24 jam. Artinya, dalam satu jam bumi berputar 15 derajat atau 0,25 derajat tiap menit. Setiap 1 derajat lintang bumi berpindah dalam 4 menit,” (Alif Hijriah, Gatra Dewata, 26 Okt 2025) “Selama jarak antar komunitas Muslim di dunia tidak lebih dari 400 kilometer, azan akan selalu ada di suatu titik di bumi. Secara matematis dan geografis, azan memang tidak pernah berhenti berkumandang selama 24 jam.” 

Perbedaan penetapan awal Ramadhan dan Idul Fitri dapat dipandang lebih jernih melalui dialektika. Ketika metode ru’yah hilal yang digunakan suatu kelompok (tesis) disandingkan dengan metode hisab oleh kelompok lain (antitesis), umat Islam didorong untuk melihat titik temunya pada substansi berpuasa dan merayakan Idul Fitri yang tidak menunjukkan perbedaan karena dikendalikan oleh aturan syariah bahwa durasi puasa antara 29 atau 30 hari dan kedua metode tersebut tidak melampaui atau mengurangi angka kendali ini (sintesis). Hukum dialektika mengarahkan kita untuk melihat bahwa kebenaran selalu lahir dari pertentangan dan perubahan, dari dinamika. Perbedaan penetapan waktu berpuasa Ramadhan harus dipandang sebagai ikhtiar untuk mendekatkan diri pada kebenaran dalam rangka menjalankan kewajiban yang sama seorang muslim. Kepastian akan kebenaran itu hanya akan disingkap saat dipertemukan dengan Allah SWT kelak jika kita benar-benar berusaha mendekatinya dan menebar kebajikan (QS. Al-Insyiqaq: 6; QS. Al-Kahfi:110).

Wallahu a’lam bish-shawab.

Continue Reading

News

Pesan Idul Fitri 1447 H, Muchlas Rowi: Kedewasaan Umat Diuji dalam Perbedaan

Published

on

Monitorday.com, Bandung — Idul Fitri sering dipahami sebagai puncak kemenangan. Namun bagi Dr. M. Muchlas Rowi, kemenangan itu bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari ujian yang lebih halus: bagaimana manusia menjaga kelapangan hati setelah sebulan ditempa.

Dalam khutbah Idul Fitri 1447 Hijriah di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Antapani, Kota Bandung pada Jum’at (20/3), Wakil Bendahara Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah ini mengajak jamaah melihat kembali satu peristiwa penting dalam sejarah Islam: Perang Uhud.

“Dari peristiwa Uhud kita belajar satu hal yang sangat penting: kemenangan dalam Islam bukan berarti perjalanan hidup tanpa ujian,” ujarnya.

Nada khutbahnya tidak meninggi, tetapi mengendap—seperti mengajak setiap orang bercermin.

Ramadhan, menurutnya, bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Lebih dalam dari itu, ia adalah latihan pengendalian diri yang paling jujur.

“Ramadhan mengajarkan kita menahan diri—menahan amarah, menahan ego, menahan lisan dari kata-kata yang menyakiti orang lain,” kata Muchlas.

Namun refleksi itu tidak berhenti pada dimensi personal. Ia bergerak ke ruang sosial—ke sesuatu yang setiap tahun kembali hadir, dan setiap tahun pula menguji kedewasaan umat: perbedaan.

Dalam Ramadhan tahun ini, umat Islam di Indonesia kembali dihadapkan pada realitas yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan beragama: perbedaan dalam menentukan awal puasa dan hari Lebaran.

Sebagian memulai lebih awal. Sebagian menyusul. Sebagian merayakan hari ini. Sebagian lagi mungkin esok.

Bagi Staf Ahli Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Artifisial ini, perbedaan itu bukan masalah. Cara menyikapinya lah yang menentukan kualitas keimanan.

“Namun perbedaan itu seharusnya tidak menjadikan hati kita sempit. Justru di situlah kedewasaan umat diuji,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa takwa tidak hanya diukur dari intensitas ibadah, tetapi dari keluasan hati dalam menerima realitas yang tidak selalu seragam.

“Orang yang bertakwa bukan hanya yang rajin beribadah, tetapi juga yang lapang hatinya dalam menyikapi perbedaan,” ujarnya.

Di tengah masyarakat yang kerap mudah terbelah oleh perbedaan kecil, pesan itu terasa relevan—bahkan mendesak.

Idul Fitri, dalam tafsir Muchlas, bukan sekadar momentum kembali ke fitrah secara spiritual, tetapi juga kesempatan memperluas ruang batin: menerima, memahami, dan tetap bersaudara di tengah perbedaan.

Sebab mungkin, kemenangan sejati bukan ketika semua menjadi sama, melainkan ketika perbedaan tidak lagi melahirkan jarak.

Continue Reading

News

Sekolah Bakal Terapkan Pembelajaran Hybrid Imbas Kebijakan Hemat Energi, Mulai Kapan?

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com — Pemerintah memastikan kebijakan penghematan energi nasional akan berdampak langsung pada sistem kegiatan belajar mengajar di Indonesia. Mulai April 2026, sekolah di berbagai daerah akan menerapkan penyesuaian metode pembelajaran, termasuk kombinasi daring dan tatap muka.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi efisiensi energi nasional menyusul kenaikan harga minyak dunia. Sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama selain kesehatan dan layanan publik lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menyatakan bahwa penyesuaian metode pembelajaran akan dilakukan secara fleksibel, menyesuaikan karakteristik setiap mata pelajaran.

“Penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring akan dilakukan sesuai karakteristik mata pelajaran,” ujar Pratikno dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa kegiatan pembelajaran yang membutuhkan praktik langsung tetap dilaksanakan secara tatap muka guna menjaga kualitas dan capaian kompetensi siswa.

Meski pembelajaran daring akan diperluas, pemerintah memastikan kualitas pendidikan tidak akan dikorbankan. Mata pelajaran berbasis praktikum akan tetap berlangsung secara langsung di sekolah.

Menurut Pratikno, kebijakan ini dirancang secara hati-hati agar tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan di masyarakat. Pendekatan yang digunakan berbasis data konsumsi energi dan tingkat mobilitas di tiap sektor.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang meminta kementerian dan lembaga menyusun strategi penghematan energi lintas sektor secara responsif dan berbasis data.

Pembahasan teknis dilakukan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Kebijakan Penghematan BBM yang digelar secara daring dan melibatkan sejumlah kementerian terkait.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menyepakati lima strategi utama penghematan energi, yaitu:

  1. Penerapan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN)
  2. Optimalisasi platform digital dalam layanan publik
  3. Pembatasan mobilitas perjalanan dinas
  4. Efisiensi operasional gedung perkantoran dan sekolah
  5. Penyesuaian pembelajaran daring dan luring

Khusus sektor pendidikan, implementasi pembelajaran daring akan mempertimbangkan kebutuhan tiap jenjang serta jenis mata pelajaran.

Pemerintah juga mencermati sejumlah isu lanjutan, seperti kemungkinan penyesuaian distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila terjadi perubahan pola kehadiran siswa di sekolah.

Selain itu, opsi skema pembiayaan alternatif tengah dikaji guna memastikan akses internet bagi peserta didik tetap terjamin selama penerapan pembelajaran daring.

Koordinasi lintas kementerian disebut menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan ini agar tidak mengganggu pelayanan publik.

Sebagai tindak lanjut, hasil rapat akan dirumuskan dalam laporan resmi kepada Presiden yang memuat analisis konsumsi energi sektor pembangunan manusia serta rekomendasi langkah penghematan dari masing-masing kementerian.

Pemerintah menargetkan kebijakan penghematan energi lintas sektor ini mulai diterapkan pada April 2026. Sejumlah kementerian yang terlibat antara lain Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Agama, Kementerian PAN-RB, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Dengan pendekatan berbasis data serta pengalaman pengaturan mobilitas selama pandemi COVID-19, pemerintah optimistis efisiensi energi dapat berjalan tanpa mengorbankan mutu pendidikan nasional.

Continue Reading

News

Trump dan Putin Sampaikan Ucapan Idulfitri 2026, Tekankan Nilai Kebersamaan dan Spiritual

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri 2026 kepada umat Islam di negaranya. Dalam pernyataan resmi Gedung Putih yang dirilis pada Rabu (18/3), Trump menekankan bahwa Idulfitri merupakan momen penting untuk mempererat hubungan keluarga, sahabat, dan komunitas setelah menjalani ibadah selama bulan Ramadan.

Ia juga menyebut hari raya tersebut sebagai pengingat akan prinsip dasar Amerika Serikat, khususnya kebebasan beragama yang menurutnya terus diperjuangkan pemerintahannya.

“Saya dan Ibu Negara menyampaikan ucapan selamat terbaik kami kepada setiap warga Amerika yang merayakan Idulfitri. Kami juga mengirimkan salam hangat untuk Idulfitri yang penuh berkah kepada semua yang merayakan,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Ucapan serupa juga datang dari Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang menyampaikan pesan kepada umat Islam di negaranya melalui pernyataan resmi Kedutaan Besar Rusia di Indonesia. Putin menilai Idulfitri sebagai simbol upaya spiritual umat Islam dalam mencapai kesempurnaan moral, sekaligus menjunjung tinggi nilai kemurahan hati dan kasih sayang.

Ia menambahkan bahwa umat Islam di Rusia terus menjaga tradisi sejarah dan spiritual warisan leluhur serta merayakan hari raya tersebut secara luas, baik di lingkungan keluarga maupun komunitas.

Putin juga menyoroti berbagai kegiatan selama bulan Ramadan, seperti acara amal, budaya-edukatif, hingga kegiatan untuk anak-anak, yang dinilai telah menjadi tradisi positif. Menurutnya, organisasi-organisasi Islam di Rusia berperan penting dalam memperkuat institusi keluarga, membina generasi muda, serta membangun dialog konstruktif dengan negara dan masyarakat.

Lebih lanjut, Putin memberikan apresiasi khusus kepada umat Islam yang turut berkontribusi dalam membela negara dan mendukung keluarga para pahlawan.

Umat Islam di Amerika Serikat dan Rusia diketahui merayakan Idulfitri pada Jumat (20/3). Di AS, sejumlah masjid, termasuk yang dikelola oleh North American Foundation of Islamic Services di Chicago, menggelar salat Id berjamaah. Sementara itu, di Rusia, salat Id juga dilaksanakan secara serentak di berbagai wilayah, terutama di kawasan selatan yang mayoritas penduduknya Muslim.

Continue Reading

News

Haedar Nashir Imbau Elite Bangsa Beri Teladan

Amalan Saliha

Published

on

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyerukan kepada seluruh warga dan elite bangsa untuk menjadikan momentum Idulfitri 1447 H sebagai jalan mempererat persatuan nasional. Ia menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai ihsan dalam setiap aspek kehidupan, baik personal maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan ini disampaikan Haedar Nashir setelah menunaikan dan menyampaikan Khutbah Idulfitri 1447 H di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat, 20 Maret. Dalam seruannya, Haedar secara khusus mengimbau masyarakat untuk tidak mempertajam perbedaan penetapan Idulfitri, melainkan melihatnya sebagai hal yang biasa dan tidak perlu menjadi sumber konflik.

Mengenai perbedaan penetapan Idulfitri, Haedar menekankan pentingnya menahan diri. “Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,” ujarnya.

Ia juga mengimbau tokoh agama dan elite bangsa untuk menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat, menekankan Idulfitri harus dijalani dengan kekhusyukan ibadah dan kejernihan jiwa serta pikiran. “Jalani Idulfitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan,” imbuhnya.

Haedar Nashir menyatakan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia juga menyampaikan harapan untuk masa depan dunia Islam agar dapat memiliki kalender global tunggal guna meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan. “Ke depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi,” katanya.

Harapan ini mencerminkan visi Muhammadiyah untuk menciptakan harmoni dan meminimalkan potensi konflik yang timbul dari perbedaan penafsiran keagamaan, sekaligus memperkuat fondasi persatuan nasional di tengah keragaman.

Continue Reading

News

Kemendikdasmen Perkuat Literasi dan Karakter Pelajar Melalui Pak Menteri Menyapa 

Kemendikdasmen mendorong para pelajar untuk menanamkan “growth mindset” atau pola pikir bertumbuh dalam keseharian mereka

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat karakter dan literasi digital pelajar melalui forum digital bertajuk “Pak Menteri Menyapa”. Kegiatan ini berlangsung di Jakarta pada Kamis, menjadi inisiatif strategis untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Acara tersebut menjadi ruang dialog produktif antara jajaran pimpinan kementerian dengan sekitar 4.000 pelajar dari berbagai komunitas dan organisasi di seluruh Indonesia, mengusung tema “Liburan Pelajar Edukatif dan Bermutu”.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyapa para pelajar yang tetap antusias mengikuti kegiatan di masa liburan. Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menekankan bahwa kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan karakter generasi muda saat ini akan menentukan wajah Indonesia pada tahun 2045.

Sejalan dengan visi tersebut, Kemendikdasmen mendorong para pelajar untuk menanamkan “growth mindset” atau pola pikir bertumbuh dalam keseharian mereka. Hal ini dianggap krusial untuk menghadapi dinamika kehidupan dan tantangan global.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan, “Orang hebat bukan mereka yang tidak pernah jatuh, melainkan mereka yang mampu belajar dari setiap pengalaman yang pernah terjadi dalam dirinya.”

Penguatan literasi dan karakter melalui forum semacam ini diharapkan dapat membekali pelajar dengan kemampuan adaptasi dan resiliensi, memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Continue Reading

News

Pesan Politik Di Balik Prabowo-Megawati Bertemu di Istana Merdeka

Pesan kuat terpancar dari keduanya bahwa hubungan mereka baik-baik saja.

Amalan Saliha

Published

on

Monitorday.com–Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan akrab.

Interaksi yang terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026, turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dari Partai Gerindra dan Ketua DPR RI Puan Maharani dari PDI Perjuangan. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dimensi penting dari pertemuan ini.

Prabowo, mengenakan baju safari berwarna cokelat, menyambut langsung Megawati sejak ia turun dari kendaraan. Ia kemudian menggandeng tangan Megawati saat menaiki tangga menuju Istana Merdeka. Di dalam istana, putra Prabowo, Didit Hediprasetyo, dan Sespri Prabowo, Rizky Irmansyah, juga turut menyambut kedatangan rombongan.

Megawati didampingi putrinya, Puan Maharani, yang keduanya kompak mengenakan batik bernuansa biru. Mereka kemudian terlihat mengobrol di ruangan tengah Istana Merdeka sebelum melanjutkan pertemuan formal. Prabowo, Megawati, Dasco, dan Puan terlihat duduk bersama di satu meja selama diskusi.

Terkait substansi pertemuan, Prabowo belum memberikan detail spesifik. Ia menyatakan bahwa pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari silaturahmi antarpemimpin bangsa. “Pada hari ke-29 bulan Ramadan menjelang Idul Fitri 1447 H, saya menerima Presiden Ke-5 RI, Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri, di Istana Merdeka. Pertemuan ini melanjutkan silaturahmi antarpemimpin bangsa,” ujar Prabowo.

Momen pertemuan ini juga diunggah oleh Prabowo di akun Instagram pribadinya. Interaksi antara kedua pemimpin partai besar ini menjadi sorotan publik, mengingat dinamika politik nasional dan posisi kedua tokoh sebagai figur sentral dalam perpolitikan Indonesia. Pesan kuat terpancar dari keduanya bahwa hubungan mereka baik-baik saja.

Continue Reading

News

PLN Siapkan Puluhan SPKLU di Jalur Mudik Trans Jawa

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Penggunaan mobil listrik diperkirakan meningkat signifikan pada arus mudik tahun ini, seiring melonjaknya penjualan kendaraan listrik sepanjang 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PLN telah menyiapkan infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai titik strategis, khususnya di sepanjang jalur mudik nasional Trans Jawa.

Kehadiran SPKLU ini diharapkan dapat memudahkan para pemudik pengguna kendaraan listrik, sekaligus menghindari antrean panjang saat pengisian daya di perjalanan.

PLN menempatkan puluhan unit SPKLU di sejumlah rest area jalan tol, mulai dari ruas Tangerang–Merak hingga Pasuruan–Probolinggo dan Pandaan–Malang. Beberapa titik dengan jumlah SPKLU terbanyak antara lain berada di ruas Kanci–Pejagan, Batang–Semarang, serta Solo–Ngawi, yang masing-masing memiliki lebih dari lima unit pengisian.

Selain itu, jalur padat seperti Jakarta–Cikampek, Cikampek–Palimanan, hingga Semarang–Solo juga telah dilengkapi dengan sejumlah SPKLU untuk mendukung kelancaran perjalanan jarak jauh.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik, yang kini mulai digunakan untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran.

Untuk memudahkan pencarian lokasi SPKLU, pengguna kendaraan listrik dapat memanfaatkan aplikasi PLN Mobile. Melalui aplikasi tersebut, pengguna bisa mengetahui titik SPKLU terdekat, jenis charger yang tersedia, hingga jarak dan jam operasional.

Selain itu, informasi SPKLU juga dapat diakses melalui aplikasi Travoy maupun Google Maps untuk membantu navigasi selama perjalanan.

Dengan penyebaran SPKLU yang semakin luas, diharapkan perjalanan mudik menggunakan mobil listrik dapat berlangsung lebih nyaman, aman, dan efisien di sepanjang Pulau Jawa.

Continue Reading

LakeyBanget

Meksiko Buka Peluang Jadi Tuan Rumah Laga Iran di Piala Dunia 2026

Hendi Firdaus

Published

on

Monitorday.com – Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan keterbukaan negaranya terhadap kemungkinan menjadi tuan rumah pertandingan tim nasional Iran pada ajang Piala Dunia FIFA 2026. Hal ini disampaikan menyusul wacana pemindahan venue pertandingan Iran dari Amerika Serikat.

Mengutip laporan Reuters, Sheinbaum menegaskan bahwa Meksiko tidak keberatan menampung pertandingan tersebut, selama keputusan resmi disetujui oleh FIFA sebagai penyelenggara turnamen.

Wacana pemindahan lokasi muncul setelah Iran menolak memainkan laga fase grup di Amerika Serikat. Penolakan tersebut dipicu oleh ketegangan politik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Sesuai jadwal yang telah dirilis, Iran dijadwalkan menjalani seluruh pertandingan grup di California, Amerika Serikat. Dalam fase grup, Iran tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan venue pertandingan ke Meksiko. Namun, juru bicara FIFA menegaskan bahwa hingga saat ini jadwal pertandingan masih mengikuti rencana awal yang diumumkan pada Desember 2025.

Taj juga menegaskan sikap politik negaranya terkait partisipasi di turnamen tersebut. Ia menyatakan Iran akan memboikot Amerika Serikat, namun tetap ambil bagian dalam Piala Dunia.

“Kami akan memboikot Amerika, tetapi kami tidak akan memboikot Piala Dunia,” ujar Taj.

Di tengah ketidakpastian tersebut, persiapan tim nasional Iran tetap berjalan. Tim yang dikenal dengan julukan Team Melli itu saat ini menggelar pemusatan latihan di Turki.

Selain itu, Iran dijadwalkan mengikuti turnamen mini di Antalya dengan menghadapi Nigeria dan Kosta Rika dalam laga uji coba. Awalnya, turnamen tersebut direncanakan berlangsung di Yordania, namun dipindahkan akibat konflik di kawasan tersebut.

Continue Reading

Monitor Saham BUMN



News5 hours ago

Prabowo Ajak Bangsa Eratkan Persatuan di Momen Lebaran

Review8 hours ago

Dialektika dalam Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan: Keniscayaan atau Kelemahan

News14 hours ago

Pesan Idul Fitri 1447 H, Muchlas Rowi: Kedewasaan Umat Diuji dalam Perbedaan

News15 hours ago

Sekolah Bakal Terapkan Pembelajaran Hybrid Imbas Kebijakan Hemat Energi, Mulai Kapan?

News15 hours ago

Trump dan Putin Sampaikan Ucapan Idulfitri 2026, Tekankan Nilai Kebersamaan dan Spiritual

News16 hours ago

Haedar Nashir Imbau Elite Bangsa Beri Teladan

News1 day ago

Kemendikdasmen Perkuat Literasi dan Karakter Pelajar Melalui Pak Menteri Menyapa 

News1 day ago

Pesan Politik Di Balik Prabowo-Megawati Bertemu di Istana Merdeka

News1 day ago

PLN Siapkan Puluhan SPKLU di Jalur Mudik Trans Jawa

LakeyBanget1 day ago

Meksiko Buka Peluang Jadi Tuan Rumah Laga Iran di Piala Dunia 2026

News1 day ago

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

News1 day ago

Hasto Beberkan Hasil Pertemuan Prabowo–Megawati di Istana

LakeyBanget1 day ago

Umrah Tepat di Hari Ulang Tahun, Hamish Daud Bagikan Momen Haru dan Refleksi Hidup

LakeyBanget1 day ago

Sambut FIFA Series 2026, Menpora Erick Tinjau Stadion GBK dan Madya

News2 days ago

Sekolah 3T di NTT Rasakan Dampak Langsung Digitalisasi Pembelajaran

News2 days ago

Pemerintah Salurkan Tunjangan untuk 1,6 Juta Guru ASND di Awal 2026, Berapa?

LakeyBanget2 days ago

Rilis Teaser “SWIM”, BTS Comeback Lewat Album ARIRANG

LakeyBanget2 days ago

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Ini Rinciannya

News2 days ago

Argentina Resmi Keluar dari WHO, Ikuti Jejak Amerika Serikat

News2 days ago

Pengiriman Pasukan dan Pembahasan Misi Perdamaian Gaza di Tunda

Banner subscribe popup ×

Berlangganan Berita Terbaru Monitorday

Dapat memilih lebih dari satu.