Monitorday.com – Para pemimpin Eropa menyambut positif pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu terkait tercapainya kerangka kesepakatan masa depan mengenai Greenland dan kawasan Arktik. Trump juga memutuskan menangguhkan rencana penerapan tarif terhadap sejumlah negara Eropa yang sebelumnya sempat memicu ketegangan.
Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen menilai langkah Trump sebagai sinyal meredanya eskalasi. Dalam unggahannya di platform X, Rasmussen menyebut hari itu berakhir lebih baik dibandingkan awalnya.
“Hari ini berakhir dengan catatan yang lebih dibanding awalnya. Kami menyambut baik bahwa POTUS (Trump) telah menegaskan tidak akan mengambil Greenland dengan kekerasan dan menangguhkan perang dagang,” tulisnya.
Rasmussen juga mengajak semua pihak untuk kembali duduk bersama guna membahas isu keamanan di kawasan Arktik, tanpa melanggar batas yang dianggap penting oleh Kerajaan Denmark.
“Kini, mari kita duduk bersama dan mencari cara untuk menjawab kekhawatiran keamanan Amerika di kawasan Arktik sambil tetap menghormati garis merah Kerajaan Denmark,” lanjut Rasmussen.
Perdana Menteri Belanda Dick Schoof turut menyambut baik keputusan tersebut. Ia menyebut langkah itu sebagai perkembangan positif karena menunjukkan para pihak berada di jalur menuju deeskalasi, sekaligus memastikan tarif yang semula direncanakan tidak jadi diberlakukan.
Schoof juga menegaskan pentingnya kerja sama Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa dalam kerangka NATO untuk memperkuat keamanan di Arktik serta menghadapi ancaman dari Rusia dan China.
Dari Swedia, Menteri Luar Negeri Maria Malmer Stenergard juga menyampaikan apresiasi. Ia menyebut keputusan Trump menarik diri dari rencana tarif sebagai kabar baik bagi negara-negara yang sebelumnya mendukung Denmark dan Greenland.
“Ini sebuah keputusan yang bagus bahwa Trump kini juga menarik diri dari rencana tarif terhadap kami yang telah mendukung Denmark dan Greenland,” tulis Stenergard.
Ia menambahkan bahwa tuntutan pemindahan batas wilayah telah mendapat kritik keras yang menurutnya memang layak, serta menegaskan Swedia tidak akan tunduk pada tekanan.
“Tampaknya kerja sama kami dengan para sekutu telah membuahkan hasil,” ucapnya.
Senada, Menteri Keuangan Swedia Elisabeth Svantesson menilai tekanan dari Eropa memiliki arti penting dalam merespons sikap Washington. Ia menegaskan pemerintah sejak awal menganggap pemerasan terkait Greenland sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, namun situasi ini menunjukkan dunia tengah memasuki era baru yang penuh ketidakpastian.
“Namun, ini juga menegaskan apa yang telah saya sampaikan beberapa kali: kita hidup di dunia baru yang penuh ketidakpastian, tetapi nasib kita juga ada di tangan kita sendiri,” kata Svantesson.
Ia menyebut akan melanjutkan upaya untuk memperkuat daya tahan ekonomi Swedia terhadap dinamika kebijakan Trump.
Trump sebelumnya mengumumkan melalui Truth Social bahwa kerangka kesepakatan mengenai Greenland dan Arktik yang lebih luas telah dicapai setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Davos, Swiss.
“Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan memberlakukan tarif yang dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Februari,” tulis Trump.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan Washington akan memberlakukan tarif 10 persen atas barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia mulai 1 Februari. Tarif tersebut disebut akan meningkat menjadi 25 persen pada Juni jika tidak tercapai kesepakatan untuk pembelian Greenland secara penuh.