Monitorday.com – Langit Jakarta bergemuruh oleh dentuman musik rock ketika Foo Fighters akhirnya kembali ke Indonesia setelah hampir tiga dekade.
Band legendaris asal Amerika Serikat itu tampil di hadapan ribuan penonton dalam konser megah di Karnaval Ancol, Kamis malam (2/10), yang dipromotori oleh Ravel Entertainment.
Sejak sore, kawasan Ancol sudah dipenuhi antrean panjang para penggemar, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka tak ingin melewatkan kesempatan langka menyaksikan penampilan langsung Dave Grohl dan kawan-kawan.
“Aku udah dari bulan lalu siapin diri buat ke Jakarta. Nggak tahu kapan lagi Foo Fighters ke sini,” kata Levy, salah satu penonton asal Yogyakarta.
Tepat pukul 20.00 WIB, siluet Dave Grohl muncul di balik lampu temaram. Sorak-sorai penonton langsung membahana. Tanpa banyak basa-basi, Foo Fighters membuka konser dengan “All My Life”, disusul “Times Like These” dan “Rope”.
Gitar khas Dave Grohl meraung keras, menyulut semangat penonton untuk melompat, menyanyi, dan berteriak seakan tak ada hari esok.
“Sudah lama sekali kami tak konser di Jakarta. Kalian siap?” teriak Grohl dari atas panggung.
Malam itu, Foo Fighters membawakan setlist lintas zaman, dari lagu klasik seperti “The Pretender”, “Stacked Actors”, “This Is A Call”, hingga materi baru seperti “Rescued”, “Under You”, dan “Shame Shame”.
Salah satu momen emosional terjadi saat Foo Fighters memainkan “Aurora”, lagu yang jarang mereka bawakan secara live. Grohl sempat terharu melihat ribuan penonton Jakarta ikut bernyanyi.
“Aku senang kalian tahu lagu ini, karena tak semua orang tahu,” ujarnya.
Tak ketinggalan, lagu ikonik “Big Me” dan hits nostalgia “Best Of You” memuncaki euforia penonton. Setelah sejenak meninggalkan panggung, band kembali untuk encore liar dengan “Alone + Easy Target”, “Monkey Wrench”, dan “Exhausted”.
Konser ditutup dengan “Everlong”, lagu penutup abadi yang menjadi anthem Foo Fighters selama bertahun-tahun.
“Terima kasih, Jakarta,” ucap Dave sebelum melambaikan tangan dan meninggalkan panggung.
Selama lebih dari dua jam, Foo Fighters membuktikan bahwa mereka bukan hanya band rock, melainkan ikon lintas generasi. Penonton malam itu datang dari berbagai latar belakang usia—dari penggemar era MTV 90-an hingga anak muda yang baru mengenal band ini lewat album terbaru.
Kembalinya Foo Fighters ke Indonesia juga menjadi reuni emosional dua personel Nirvana yang masih hidup, menghadirkan nuansa nostalgia tersendiri di panggung Jakarta.
Konser ini akan dikenang sebagai salah satu momen paling monumental dalam sejarah musik rock Indonesia.